Skripsi

Pengaruh Pemberian Kedelai (Glycine max) terhadap Viabilitas Oosit Mencit Ditinjau dengan Metode Mitotracker = The Effect of Soybean (Glycine max) Supplementation on Mice Oocyte Viability Assessed through MitoTracker.

Latar belakang : Infertilitas adalah keadaan dimana pasangan gagal mendapatkan keturunan setelah 12 bulan melakukan hubungan seksual, tanpa kontrasepsi. Infertilitas perempuan yang diakibatkan berbagai faktor merupakan masalah yang dapat meningkat dalam beberapa tahun kedepan. Salah satu tatalaksana infertilitas adalah assisted reproductive technology seperti IVF dan ICSI yang kesuksesannya dipengaruhi banyak faktor, terutama viabilitas oosit. Viabilitas oosit sendiri dipengaruhi berbagai faktor seperti nutrisi yang mengandung zat seperti asam lemak tertentu dan isoflavon. Kedelai (Glycine max) diketahui mengandung berbagai zat yang dapat mempengaruhi viabilitas oosit namun belum ada penelitian mengenai pengaruh konsumsi kedelai. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kedelai terhadap viabilitas oosit yang diukur dengan potensial membran mitokondria. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan hewan coba. Mencit (Mus musculus) betina strain Swiss usia 6 minggu dibagi menjadi kelompok, dimana tiap kelompok seharusnya menghasilkan 16 oosit, yang diberi pakan kedelai 120 g / KgBB dan yang tidak. Mencit diberi perlakuan sampai usia 8 minggu. Pada usia 8 minggu mencit diterminasi untuk diambil oositnya. Oosit kemudian diberi perlakuan berupa protokol MitoTracker (ThermoFisher) dan dilihat menggunakan mikroskop konfokal untuk melihat intensitas warna, yang kemudian dianalisis dengan software ImageJ. Hasil : Rata – rata intensitas warna kelompok yang diberi kedelai lebih tinggi (27154,63) dibandingkan yang tidak diberi (19036,42). Namun, perbedaan ini secara statistik tidak bermakna ketika diuji menggunakan independent t-test dengan nilai p > 0,05). Kesimpulan : Rata – rata intensitas warna kelompok dengan kedelai lebih tinggi namun perbedaan tidak bermakna. Kurangnya kemaknaan secara statistik bisa merupakan akibat sedikitnya jumlah sampel.
Kata kunci: Kedelai, potensial membran mitokondria, viabilitas oosit


Background : Infertility is defined as the inability of a couple to conceive a child after 12 months of sex without contraceptives. Female infertility which may be caused by multiple factors is projected to increase within the next few years. A common management to infertility is through assisted reproductive technologies such as IVF and ICSI, where the success rate is affected by a multitude of factors, especially oocyte viability. Oocyte viability itself is determined by factors such as nutrition which contained substances such as certain fatty acids and isoflavones. Soybean (Glycine max) is known to contain numerous substances which may affect oocyte viability but there are yet to be a research on the effects of soybean consumption. Purpose : This research is done to assess the effect of soybean consumption on oocyte viability which is measured by mitochondrial membrane potential. Methods : An experimental study using female mice (Mus musculus) of the Swiss strain was conducted. Mice of 6 weeks of age are divided into 2 groups each expected to produce 16 oocytes to be analyzed. One group is fed soybean (120g / kg body weight), and the other are not. Both groups were grown until they reached 8 weeks of age when they will be terminated for oocyte collection. Collected oocytes were ran through the MitoTracker (ThermoFisher) staining protocol to be analysed under confocal microscope for colour intensity analysis using the imageJ software. Results : The average intensity of the soybean-fed group was higher (27154.63) compared to the other group (19036.42). Nonetheless, this difference was not statistically significant after tested using independent t-tes with a t value of 1.082 ( > 0.05). Conclusion : The average intensity of the soybean group was higher although not statistically significant. The statistic insignificance may be attributed to the small sample size.
Keywords : Soybean, mitochondrial membrane potential, oocyte viability

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2019
Pengarang

Muhammad Iqbal Adi Pratama - Nama Orang
Silvia Werdhy Lestari - Nama Orang

No. Panggil
S19157fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler.,
Deskripsi Fisik
xv, 37 hal; ill; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
S19157fk
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
S19157FKS19157fkPerpustakaan FKUITersedia
Image of Pengaruh Pemberian Kedelai (Glycine max) terhadap Viabilitas Oosit Mencit Ditinjau dengan Metode Mitotracker = The Effect of Soybean (Glycine max) Supplementation on Mice Oocyte Viability Assessed through MitoTracker.

Related Collection