Tesis

Faktor yang Memengaruhi Gangguan Pendengaran pada Bayi Prematur (

Latar belakang: Peningkatan kesintasan bayi prematur disertai pula dengan peningkatan morbiditas, salah satunya gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran pada bayi prematur merupakan masalah kesehatan yang berdampak signifikan terhadap perkembangan bahasa, kognitif, dan sosial. Meskipun penapisan pendengaran pada masa neonatus telah dilakukan, tetap diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnostik gangguan pendengaran, sehingga intervensi dini dapat dilakukan. Tujuan: Mengetahui proporsi serta faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan pendengaran pada bayi prematur usia gestasi < 32 minggu berdasarkan hasil pemeriksaan brainstem evoked response audiometry (BERA) pada usia koreksi 3 bulan. Metode: Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif. Subjek penelitian adalah bayi prematur usia gestasi < 32 minggu yang menjalani pemeriksaan fungsi pendengaran di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Data faktor risiko diperoleh dari rekam medis. Gangguan pendengaran ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan BERA pada usia koreksi 3 bulan. Analisis bivariat dan multivariat dilakukan untuk menilai hubungan faktor risiko yang meningkatkan kejadian gangguan pendengaran. Hasil: Sebanyak 404 telinga dari 202 bayi prematur usia gestasi < 32 minggu dianalisis. Proporsi gangguan pendengaran sebesar 40,10%. Faktor risiko yang berhubungan secara bermakna dengan gangguan pendengaran adalah hiperbilirubinemia (aRR 1,24 IK 95% 1,41-2,74, p < 0,05). Simpulan: Proporsi gangguan pendengaran pada bayi prematur usia gestasi < 32 minggu masih tinggi. Hiperbilirubinemia merupakan faktor risiko prognostik penting terhadap terjadinya gangguan pendengaran. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya pemantauan dan evaluasi audiologi lanjutan secara ketat pada bayi prematur untuk mendukung deteksi dan intervensi dini.
Kata kunci: bayi prematur; bayi sangat prematur, gangguan pendengaran; faktor risiko; BERA.


Background: Improved survival of preterm infants has been accompanied by increased morbidity, including hearing loss. Hearing impairment in preterm infants represents a major health problem with significant impacts on language, cognitive, and social development. Although neonatal hearing screening has been implemented, confirmatory diagnostic testing is required to establish hearing loss and allow timely early intervention. Objective: To determine the proportion and risk factors associated with hearing loss in preterm infants with gestational age < 32 weeks based on brainstem evoked response audiometry (BERA) performed at 3 months’ corrected age. Method: This retrospective cohort study included preterm infants with gestational age < 32 weeks who underwent hearing evaluation at Cipto Mangunkusumo Hospital. Risk factor data were obtained from medical records. Hearing loss was defined based on BERA results at 3 months’ corrected age. Bivariate and multivariate analyses were conducted to assess associations between potential risk factors and hearing loss. Results: A total of 404 ears from 202 preterm infants with gestational age < 32 weeks were analyzed. The proportion of hearing loss was 40.10%. Hyperbilirubinemia was the only risk factor significantly associated with hearing loss (aRR 1,24 CI 95% 1,41 -2,74, p < 0,05). Conclusion: The proportion of hearing loss among preterm infants with gestational age < 32 weeks remains high. Hyperbilirubinemia is an important prognostic risk factor for hearing loss. These findings highlight the need for strict audiological monitoring and follow-up in preterm infants to support early detection and timely intervention.
Keywords: preterm infants; very preterm infants; hearing loss; risk factors; BERA.

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2026
Pengarang

M. Dejandra Rasnaya - Nama Orang
Rinawati Rohsiswatmo - Nama Orang
Tri Juda Airlangga - Nama Orang

No. Panggil
T26065fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Ilmu Kesehatan Anak.,
Deskripsi Fisik
xviii, 50 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
T26
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
T26065fkT26065fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Faktor yang Memengaruhi Gangguan Pendengaran pada Bayi Prematur (

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.