Tesis

Perbandingan Keberhasilan Intubasi Menggunakan Laringoskop Video Bilah Hiperangulasi dengan Laringoskop Video Bilah Standar pada Manekin Intubasi Bayi: Penelitian pada Residen Anestesiologi dan Terapi Intensif = Comparison of Intubation Success Using Hyperangulated Video Laryngoscope Blades Versus Standard Video Laryngoscope Blades on an Infant Intubation Manikin: A Study Among Anesthesiology and Intensive Care Residents.

Latar Belakang: Intubasi pada bayi memiliki tantangan anatomis dan fisiologis yang meningkatkan risiko kegagalan serta komplikasi. Laringoskop video dengan desain bilah hiperangulasi dikembangkan untuk meningkatkan visualisasi glotis dibandingkan bilah standar. Namun, data perbandingan efektivitas kedua desain tersebut pada populasi pediatrik masih terbatas. Metode: Penelitian eksperimental analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 55 residen Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI. Setiap partisipan melakukan intubasi pada manekin bayi menggunakan laringoskop video bilah hiperangulasi (Glidescope® LoPro T2) dan bilah standar (Insighter® XXS). Luaran utama adalah durasi visualisasi laring. Luaran sekunder meliputi angka keberhasilan intubasi percobaan pertama, durasi intubasi, kemudahan visualisasi laring, dan kemudahan insersi ETT (skala Likert). Analisis dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney atau uji t tidak berpasangan sesuai distribusi data, dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Durasi visualisasi laring lebih singkat pada bilah hiperangulasi dibanding bilah standar (median 5 (2-39) detik vs 13 (3-79) detik; p < 0,005). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada keberhasilan intubasi percobaan pertama (1(1) vs 1(1 - 2); p=0,155. Durasi intubasi menunjukkan lebih singkat pada bilah hiperangulasi dibanding bilah standar (median 18 (6-58) detik vs 27 (5-150) detik; p < 0,005). Kesimpulan: Laringoskop video bilah hiperangulasi mempercepat visualisasi laring dibanding bilah standar pada simulasi intubasi bayi oleh residen. Meskipun keberhasilan percobaan pertama tidak berbeda bermakna, desain hiperangulasi berpotensi meningkatkan efisiensi prosedur. Studi klinis pada pasien bayi diperlukan untuk konfirmasi temuan ini.
Kata kunci: pediatric intubation, videolaryngoscope, hyperangulated blade, airway simulation


Background: Infant tracheal intubation presents anatomical and physiological challenges that increase the risk of failed attempts and complications. Hyperangulated videolaryngoscope blades have been designed to improve glottic visualization compared with standard blades; however, comparative data in pediatric airway management remain limited. Methods: In this cross-sectional experimental study, 55 anesthesiology residents performed tracheal intubation on an infant airway manikin using a hyperangulated videolaryngoscope blade (Glidescope® LoPro T2) and a standard blade (Insighter® XXS). The primary outcome was time to laryngeal visualization. Secondary outcomes included first-attempt success rate, total intubation time, ease of glottic visualization, and ease of endotracheal tube insertion (Likert scale). Statistical analyses were performed using independent t-test or Mann–Whitney U test as appropriate, with significance set at p < 0.05. Results: Time to laryngeal visualization was significantly shorter with the hyperangulated blade (median 5 (2-39) seconds vs 13 (3-79) seconds; p < 0,005). First-attempt success did not differ significantly between groups (1(1) vs 1(1-2); p=0,155. Total intubation time was significantly shorter with the hyperangulated blade (median 18 (6-58) detik vs 27 (5-150) detik; p < 0,005). Conclusions: Hyperangulated videolaryngoscopy reduces time to glottic visualization compared with standard blades in simulated infant intubation by anesthesiology residents. Although first-attempt success was similar, hyperangulated blades may enhance procedural efficiency. Clinical studies in infants are warranted.
Keywords: infant intubation, videolaryngoscopy, hyperangulated blade, airway simulation

Judul Seri
Tidak dapat diakses
Tahun Terbit
2026
Pengarang

Rhema Andriana Susilo - Nama Orang
Raihanita Zahra - Nama Orang
Christopher Kapuangan - Nama Orang

No. Panggil
T26040fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Program Studi Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif.,
Deskripsi Fisik
xvi, 60 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
T26
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T26040fkT26040fkPerpustakaan FKUITersedia namun tidak untuk dipinjamkan - UIANA Tercetak
No Attachment Data
Image of Perbandingan Keberhasilan Intubasi Menggunakan Laringoskop Video Bilah Hiperangulasi dengan Laringoskop Video Bilah Standar pada Manekin Intubasi Bayi: Penelitian pada Residen Anestesiologi dan Terapi Intensif = Comparison of Intubation Success Using Hyperangulated Video Laryngoscope Blades Versus Standard Video Laryngoscope Blades on an Infant Intubation Manikin: A Study Among Anesthesiology and Intensive Care Residents.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.