Tesis

Perbedaan Kualitas Hidup antara Kendali Laju Nadi Ketat dan Longgarpada Pasien Fibrilasi Atrium = The Difference in Quality of Life between Strict and Lenient Heart RateControl in Patients with Atrial Fibrillation.

Latar Belakang: Fibrilasi atrium (FA) merupakan aritmia yang terbanyak dijumpaidengan prevalensi di Indonesia sekitar 0,96โ€“3,2% dan cenderung meningkat. Fibrilasiatrium berhubungan signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya. Kendali laju nadimerupakan bagian penting pada tatalaksana FA namun studi mengenai hubungannyadengan kualitas hidup di Indonesia masih terbatas dan penelitian-penelitian sebelumnyabelum menggunakan instrumen spesifik seperti Atrial Fibrillation Effect on Quality-of-Life(AFEQT) yang telah tervalidasi dalam bahasa Indonesia.Tujuan: Mengetahui perbedaan kualitas hidup antara kendali laju nadi ketat dan longgarpada pasien FA.Metode: Desain penelitian ini adalah potong lintang dengan subjek penelitian pasien FAyang berobat di Poliklinik Instalasi Pelayanan Kardioserebrovaskular Terpadu RumahSakit Cipto Mangunkusumo (IPKT RSCM). Pengambilan data dilakukan pada OktoberNovember 2025. Penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner AFEQT berbahasaIndonesia. Subjek penelitian dikelompokkan menjadi kendali laju nadi ketat (laju nadiistirahat < 80 kali/menit) dan kendali laju longgar (laju nadi istirahat 80โ€“109 kali/menit).Analisis statistik dilakukan dengan uji perbedaan rerata dua kelompok tidak berpasangandilanjukan regresi linear untuk menilai variabel perancu yang berhubungan dengan kualitashidup.Hasil: Terdapat 188 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak terdapatkriteria eksklusi. Rerata usia subjek penelitian 61,38+11,9 tahun dengan proporsiperempuan 50,5%. Median skor AFEQT total kelompok laju nadi ketat dan longgar adalah78,9 Rentang Interkuartil (RIK) 25,8 dan 79,8 (RIK 24,1), p=0,59. Median skor AFEQTdomain gejala pada kedua kelompok sama dengan skor tiap kelompok 100, p=0,39. Skordomain aktivitas kedua kelompok yakni 64,7 (RIK 42,9) dan 63,7 (RIK 51,3), p=0,93.Domain kekhawatiran terapi kedua kelompok memiliki median yang sama, yaitu 94,4dengan p=0,26. Sedangkan domain kepuasan terapi kedua kelompok memiliki median 66,7(RIK 16,6) dan 83,3 (RIK 16,6) dengan p=0,39. Analisis multivariat terhadap variabelperancu menunjukkan usia, status kognitif, gagal jantung dengan fraksi ejeksi yangmenurun, dan pendidikan sebagai variabel perancu yang signifikan.Kesimpulan: Penelitian perbedaaan kualitas hidup antara kendali laju nadi ketat danlonggar pada pasien fibrilasi atrium ini tidak menunjukan hasil yang konklusif
Kata Kunci: AFEQT, fibrilasi atrium, kendali laju nadi, kualitas hidup


Background: Atrial Fibrillation (AF) is the most common arrhythmia, with reportedprevalence in Indonesia approximately 0.96โ€“3,2% and keep increasing. Atrial fibrillationis significantly associated with quality of life (QoL). Rate control therapy is an essentialcomponent of AF management, however studies examining its association with QoL inIndonesia remain limited and prevous studies have not utilized spesific intrument such asAtrial Fibrillation Effect on Quality-of-Life (AFEQT), which has been validated inIndonesian language.Methods: This study employed a cross-sectional design, with the subjects being AFpatients in Poliklinik Instalasi Pelayanan Kardioserebrovaskular Terpadu Rumah SakitCipto Mangunkusumo (IPKT RSCM). Data collection was conducted on October โ€“November 2025. Quality of life was assessed using the Indonesian version of the AFEQTquestionnaire. Study subjects were categorized into the strict rate control group (restingheart rate < 80 beats/minute) and the lenient rate control group (resting heart rate 80-109beats/minute). Statistical analysis was performed using the unpaired two-sample meandifference test, followed by linear regression to assess confounding variables related toquality of life.Results: A total of 188 study subjects met the inclusion criteria and had no exclusioncriteria. The mean age of the subjects was 61.38+11.9 years, with female proportion of50.5%. The median total AFEQT score for the strict and lenient heart rate groups were 78.9Interquartile Range (IQR) 25.8 and 79.8 (IQR 24.1), respectively (p=0.59). The medianAFEQT symptom domain score was the same in both groups, with a score of 100 for eachgroup (p=0.39). The activity domain scores for the two groups were 64.7 (IQR 42.9) and63.7 (IQR 51.3), respectively (p=0.93). The therapy concern domain had the same medianfor both groups, which was 94.4 (p=0.26). Meanwhile, the therapy satisfaction domain forthe two groups had medians of 66.7 (IQR 16.6) and 83.3 (IQR 16.6), respectively (p=0.39).Multivariate analysis of confounding variables identified age, cognitive status, heart failurewith reduced ejection fraction (HFrEF), and educational level as significant confounders.Conclusion: This study regarding the difference in QoL between strict and lenient heartrate control in AF patients yielded inconclusive results.
Keywords: AFEQT, atrial fibrillation, heart rate control, quality of life

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2026
Pengarang

Hanum Citra Nur Rahma - Nama Orang
Dicky Levenus Tahapary - Nama Orang
Eka Ginanjar - Nama Orang
Muhammad Yamin Lubis - Nama Orang

No. Panggil
T26034fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Ilmu Penyakit Dalam.,
Deskripsi Fisik
xx, 97 hlm., 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T26
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T26034fkT26034fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Perbedaan Kualitas Hidup antara Kendali Laju Nadi Ketat dan Longgarpada Pasien Fibrilasi Atrium = The Difference in Quality of Life between Strict and Lenient Heart RateControl in Patients with Atrial Fibrillation.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi ๐Ÿ‘‹

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.