Tesis
Hubungan Burnout Syndrome dengan Rasio NeutrofilLimfosit, Interleukin-6, dan Interleukin-10 pada TenagaKesehatan = Association between Burnout Syndrome and Neutrophil-toLymphocyte Ratio, Interleukin-6, and Interleukin-10 among Healthcare Workers.
Latar Belakang: Burnout syndrome (BOS) merupakan stres kerja kronis yangsering dialami tenaga kesehatan dan sering dikaitkan dengan disfungsi regulasiimun serta perubahan biomarker inflamasi, termasuk NLR, IL-6, dan IL-10.Namun, data pada tenaga kesehatan Indonesia masih terbatas.Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang yang melibatkan 60 tenagakesehatan, terdiri dari 30 subjek kelompok BOS dan 30 subjek kelompok tidakBOS. Status BOS dinilai menggunakan MBI-HSS. Pemeriksaan laboratoriumdilakukan untuk menilai NLR, IL-6, dan IL-10. Analisis menggunakan uji bivariatdan regresi linier multivariat.Hasil: Kelompok BOS memiliki NLR dan IL-6 lebih tinggi dibanding kelompoktidak BOS (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan BOS berhubungansignifikan dengan peningkatan Log10(NLR) setelah dikontrol IMT dan jeniskelamin (B = 0,105; p = 0,025), serta berhubungan signifikan dengan peningkatanIL-6 setelah dikontrol usia, IMT, jenis pekerjaan, dan lama bekerja (B = 1,220; p =0,012). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada IL-10.Kesimpulan: BOS berhubungan dengan peningkatan biomarker inflamasi NLRdan IL-6 pada tenaga kesehatan, namun nilainya masih berada dalam rentangfisiologis. Mengingat penelitian ini bersifat eksploratif, hubungan sebab-akibatBOS dan perubahan biomarker inflamasi belum dapat disimpulkan.
Kata kunci: burnout syndrome, interleukin-6, interleukin-10, rasio neutrofillimfosit, tenaga kesehatan
Background: Burnout syndrome (BOS) is a chronic occupational stress commonlyexperienced by healthcare workers and associated with dysregulation of immunefunction and changes in inflammatory biomarkers, such as NLR, IL-6, and IL-10.However, evidence among healthcare workers in Indonesia remains limited.Methods: This cross-sectional study included 60 healthcare workers, 30 in the BOSgroup and 30 in the non-BOS group. BOS status was assessed using the MBI-HSS.Laboratory examinations were performed to measure NLR, IL-6, and IL-10 levels.Statistical analyses included bivariable tests and multivariable linear regression.Results: The BOS group had higher NLR and IL-6 levels compared with the nonBOS group (p < 0.05). Multivariate analysis showed that BOS was significantlyassociated with increased Log10(NLR) after adjustment for BMI and sex (B = 0.105;p = 0.025), and was also significantly associated with increased IL-6 afteradjustment for age, BMI, type of occupation, and duration of employment (B =1.220; p = 0.012). No significant difference in IL-10 levels was found.Conclusion: BOS is associated with higher levels of NLR and IL-6 amonghealthcare workers. However, these values remain within physiological ranges.Given the exploratory design of this study, causal relationships between BOS andchanges in inflammatory biomarkers cannot be established.
Keywords: burnout syndrome, interleukin-6, interleukin-10, neutrophil-tolymphocyte ratio, healthcare workers
- Judul Seri
-
Tidak Dapat Diakses
- Tahun Terbit
-
2026
- Pengarang
-
Rima Nurmayasari - Nama Orang
Sukamto Koesnoe - Nama Orang
Hamzah Shatri - Nama Orang
Alvina Widhani - Nama Orang - No. Panggil
-
T26031fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi Ilmu Penyakit Dalam., 2026
- Deskripsi Fisik
-
xviii, 101 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T26
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tidak Dapat Diakses
| T26031fk | T26031fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi