Tesis

Analisis Faktor Risiko Cedera Olahraga dan Arah Penyempurnaan Sistem Pencatatan Cedera Olahraga di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi Daerah Khusus Jakarta = Sports Injury Risk Factors Analysis and Future Directions for Sports Injury Recording System Improvement in Young Athletes in the Special Region of Jakarta.

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor risiko cedera olahraga serta menyusun arah penyempurnaan sistem pencatatan cedera pada atlet remaja di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Provinsi Daerah Khusus Jakarta dengan menggunakan data sekunder rekam medis seleksi tahap I tahun berjalan. Perencanaan pencegahan cedera berbasis bukti sulit dilakukan karena tingginya insidensi cedera pada atlet remaja di berbagai negara. Selain itu, Indonesia tidak memiliki sistem pencatatan cedera yang terstandar. Setelah proses penyaringan dari 635 data awal, penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang pada 514 atlet remaja yang memenuhi kriteria inklusi. Sumber data dari penelitian ini adalah rekam medis digital yang terdokumentasi di PPOP. Analisis data dilakukan secara bertahap. Analisis univariat menunjukkan distribusi karakteristik subjek dan profil cedera, analisis bivariat (uji Chi-square/Fisher atau Kruskal–Wallis) menilai hubungan antara faktor risiko dengan kejadian cedera, dan analisis multivariat (regresi linear) menentukan faktor risiko yang paling dominan setelah penyesuaian terhadap variabel perancu. Hasil deskriptif awal menunjukkan bahwa dari 514 atlet, 129 mengalami sedikitnya satu cedera, sedangkan 385 tidak mengalami cedera selama periode observasi. Atlet laki-laki lebih banyak daripada atlet perempuan. Mayoritas atlet tidak pernah mengalami cedera selama bermain olahraga, memiliki penilaian postur tubuh yang wajar, dan memenuhi rekomendasi dalam penilaian medis awal, yang menunjukkan bahwa cedera sering terjadi pada orang yang secara klinis dianggap cukup bugar. Penelitian ini menggunakan analisis bivariat dan multivariat untuk menemukan karakteristik sosiodemografis, komposisi tubuh, kebugaran, postur, skor FMS, riwayat cedera, dan karakteristik cabang olahraga dengan tingkat kejadian cedera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan faktor-faktor internal dan eksternal yang paling berkontribusi terhadap cedera pada atlet remaja PPOP. Hasil penelitian ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk membuat rekomendasi arah penyembuhan. Rekomendasi termasuk variabel yang harus dicatat secara teratur, seperti jenis cabang olahraga, beban latihan, riwayat cedera, profil kebugaran, postur, dan skor FMS; serta jenis, lokasi, dan keparahan cedera. Mereka juga merekomendasikan penggunaan format ekstraksi standar, validasi internal, dan integrasi dengan sistem rekam medis digital untuk meningkatkan kualitas data. Penelitian ini diharapkan menyediakan kerangka kerja berbasis data untuk identifikasi dini atlet berisiko tinggi, mendukung perencanaan program pencegahan cedera yang lebih terarah, serta menjadi model awal pengembangan sistem pencatatan dan pengawasan cedera olahraga pada institusi pembinaan atlet remaja di Indonesia.
Kata kunci: atlet remaja, cedera olahraga, faktor risiko, surveilans cedera, sistem pencatatan


This study analyzes risk factors for sports injuries and develops guidelines for improving the injury recording system for adolescent athletes at the Student Sports Training Center (PPOP) in the Special Region of Jakarta Province using secondary data from medical records from the first phase of the current year's selection process. The study's backdrop shows that the high rate of injuries among teenage athletes across several nations makes evidence-based injury prevention planning challenging. Additionally, Indonesia does not have a uniform procedure for registering injuries. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach on 514 teenage athletes who satisfied the inclusion criteria after reviewing 635 original data sets. Digital medical records kept at PPOP served as the data source. The analysis of the data was done in phases. The distribution of injury profiles and subject characteristics was shown by univariate analysis. After controlling for confounding variables, multivariate analysis (linear regression) identified the most prevalent risk factors. Bivariate analysis (Chi-square/Fisher or Kruskal–Wallis test) evaluated the relationship between risk factors and injury incidence. Of the 514 athletes, 129 had at least one injury throughout the observation period, while 385 had no injuries, according to preliminary descriptive statistics. There were more male athletes than female athletes. Injuries frequently occur in people who are clinically deemed properly fit, as evidenced by the fact that the majority of athletes had never sustained an injury while participating in their sport, had appropriate body posture, and complied with the initial medical assessment's recommendations. In order to determine the sociodemographic traits, body composition, fitness, posture, FMS scores, injury history, and sport features linked to injury occurrence, this study employed bivariate and multivariate analyses. Finding the internal and external elements that most frequently cause injuries in teenage athletes with PPOP was the goal of this study. Treatment suggestions were subsequently developed based on these findings. Sport type, training load, injury history, fitness profile, posture, FMS score, and injury type, location, and severity are among the characteristics that should be routinely documented. To enhance data quality, they also advise using standardized extraction formats, internal validation, and interaction with digital medical record systems. This research is expected to provide a data-driven framework for early notification of highrisk athletes, support more targeted injury prevention planning programs, and serve as an initial model for developing a sports injury recording and monitoring system at youth athlete training institutions in Indonesia.
Key words: youth athlete, sports injury, risk factor, injury surveillance, surveillance system

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2026
Pengarang

Grace Suriadi Halim - Nama Orang
Ferdi Afian - Nama Orang
listya Tresnanti Mirtha - Nama Orang

No. Panggil
T26025fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Ilmu Kedokteran Olahraga.,
Deskripsi Fisik
xix, 233 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T26
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T26025fkT26025fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Analisis Faktor Risiko Cedera Olahraga dan Arah Penyempurnaan Sistem Pencatatan Cedera Olahraga di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi Daerah Khusus Jakarta = Sports Injury Risk Factors Analysis and Future Directions for Sports Injury Recording System Improvement in Young Athletes in the Special Region of Jakarta.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.