Tesis

Proporsi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Pada Sopir Bajaj di Jakarta Timur = Proportion of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Among Bajaj Drivers in East Jakarta.

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi. Faktor risiko utama meliputi merokok, polusi udara, debu, dan pajanan pekerjaan. Sopir bajaj merupakan kelompok berisiko tinggi karena terpajan polusi lalu lintas secara terus-menerus, bekerja di lingkungan terbuka tanpa pelindung udara, dan memiliki kebiasaan merokok serta status sosial ekonomi rendah. Hingga kini, belum terdapat penelitian yang melaporkan proporsi PPOK pada sopir bajaj di Jakarta Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proporsi dan hubungan PPOK pada sopir bajaj di Jakarta Timur serta karakteristik demografi dan pekerjaan. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang dilaksanakan di Jakarta Timur pada April–Juli 2025. Subjek adalah 54 sopir bajaj aktif berusia > 40 tahun, masa kerja > 2 tahun, dan jam kerja ≥ 6 jam/hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengukuran status gizi, kuesioner CAT dan mMRC, serta pemeriksaan faal paru menggunakan spirometri dengan uji bronkodilator. Analisis data dilakukan dengan uji parametrik (ANOVA, MANOVA, dan uji T tidak berpasangan) dan non parametrik (Chi-square dan Fisher Exact). Hasil: Rerata usia subjek 53,39 ± 8,07 tahun. Sebagian besar memiliki status gizi normal (48,2%), pendidikan terakhir SD (57,4%), dan merupakan perokok aktif (79,6%). Mayoritas telah bekerja > 10 tahun (57,4%), memiliki jam kerja > 8 jam/hari (94,4%), dan tidak pernah menggunakan alat pelindung diri (55,6%). Berdasarkan pemeriksaan spirometri, proporsi sopir bajaj yang terdiagnosis PPOK sebesar 18,5% (10 dari 54 subjek), dengan sebagian besar termasuk kategori derajat ringan (GOLD 1). Terdapat hubungan bermakna secara statistik antara PPOK dengan status gizi, Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Indeks Brinkman pada sopir bajaj di Jakarta Timur. Kesimpulan: Proporsi PPOK pada sopir bajaj di Jakarta Timur sebesar 18,5%. Faktor yang berhubungan secara statistik dengan PPOK adalah status gizi, IMT dan indeks Brinkman. Temuan ini menegaskan bahwa sopir bajaj merupakan kelompok berisiko tinggi yang memerlukan skrining faal paru dan edukasi pencegahan secara rutin.
Kata Kunci: Polusi udara, PPOK, sopir bajaj, spirometri.


Background: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a global health problem with high morbidity and mortality rates. Major risk factors include smoking, air pollution, dust exposure, and occupational hazards. Bajaj drivers represent a high-risk group due to continuous exposure to traffic-related air pollution, working in open environments without air protection, smoking habits, and low socioeconomic status. To date, no study has reported the proportion of COPD among bajaj drivers in East Jakarta. This study aimed to determine the proportion of COPD and its association with demographic and occupational characteristics among bajaj drivers in East Jakarta. Methods: This cross-sectional study was conducted in East Jakarta from April to July 2025. Subjects consisted of 54 active bajaj drivers aged >40 years, with a minimum of two years of work experience and ≥6 working hours per day. Data were collected through interviews, nutritional status measurements, CAT and mMRC questionnaires, and pulmonary function tests using spirometry with bronchodilator testing. Data analysis was performed using parametric tests (ANOVA, MANOVA, and independent t-test) and non-parametric tests (Chi-square and Fisher’s Exact tests). Results: The mean age of participants was 53.39 ± 8.07 years. Most subjects had normal nutritional status (48.2%), elementary-level education (57.4%), and were active smokers (79.6%). The majority had worked for more than 10 years (57.4%), worked >8 hours/day (94.4%), and did not use personal protective equipment (55.6%). Based on spirometry, the proportion of bajaj drivers diagnosed with COPD was 18.5% (10 of 54 subjects), with most cases classified as mild (GOLD 1). There was a significant association between COPD and nutritional status, Body Mass Index (BMI), and Brinkman Index among the drivers. Conclusion: The proportion of COPD among bajaj drivers in East Jakarta is 18,5%. Factors that are significantly associated with COPD are nutritional status, BMI and Brinkman Index. These findings highlight that bajaj drivers constitute a high-risk group requiring regular pulmonary function screening and preventive health education.
Keywords: Bajaj drivers, COPD, spirometry, air pollution.

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Monica Lauretta - Nama Orang
Agus Dwi Susanto - Nama Orang
Efriadi Ismail - Nama Orang
Ahmad Arfan - Nama Orang

No. Panggil
T25596fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi.,
Deskripsi Fisik
xv, 74 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25596fkT25596fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Proporsi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Pada Sopir Bajaj di Jakarta Timur = Proportion of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Among Bajaj Drivers in East Jakarta.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.