Tesis
Prevalens Keberadaan Aspergillus sp. pada Pasien Kanker Paru yang Telah Menjalani Kemoterapi Lini Pertama Di Rumah Sakit Persahabatan = Prevalence of Aspergillus sp. in Lung Cancer Patients Who Have Undergone First-Line Chemotherapy at Persahabatan Hospital.
Latar Belakang: Infeksi jamur oportunistik seperti Aspergillus sp. merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien kanker paru, terutama setelah menjalani kemoterapi lini pertama akibat penurunan sistem imun. Diagnosis dan identifikasi dini keberadaan Aspergillus sp. penting dilakukan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan potong lintang terhadap 68 pasien kanker paru yang telah menyelesaikan kemoterapi lini pertama di Rumah Sakit Persahabatan periode Juli 2024 hingga Juli 2025. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografi, klinis, laboratorium, radiologis, serta hasil pemeriksaan mikologi berupa IgG serum dan biakan sputum untuk Aspergillus sp.. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact Test. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 2 subjek (2,9%) memiliki IgG Aspergillus sp. positif dan 26 subjek (38,2%) menunjukkan hasil positif pada biakan sputum. Jenis Aspergillus terbanyak adalah A. fumigatus dan A. niger (masing-masing 30,8%), diikuti kombinasi kedua spesies tersebut (26,9%). Batuk darah memiliki hubungan bermakna dengan IgG positif (p = 0,000), sedangkan variabel lain seperti usia, jenis kelamin, status gizi, komorbid, laboratorium dan radiologis tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Prevalens Aspergillus sp. pada pasien kanker paru setelah kemoterapi cukup tinggi, terutama berdasarkan biakan sputum. Pemeriksaan mikologi sangat dianjurkan untuk deteksi dini, terutama pada pasien dengan gejala batuk darah.
Kata kunci: Aspergillus sp., kanker paru, kemoterapi
Background: Opportunistic fungal infections such as Aspergillus sp. may complicate the clinical course of lung cancer patients, particularly after first-line chemotherapy due to immune suppression. Early diagnosis of Aspergillus infection is essential to prevent further morbidity and mortality. Methods: This study is a descriptive study with a cross-sectional approach to 68 lung cancer patients who have completed first-line chemotherapy at Persahabatan Hospital from July 2024 to July 2025. Data collected include demographic, clinical, laboratory, radiological characteristics, and mycological examination results in the form of serum IgG and sputum culture for Aspergillus sp.. Analysis was performed using the Chi- Square test and Fisher Exact Test. Results: The results showed that 2 subjects (2.9%) had positive IgG Aspergillus sp. and 26 subjects (38.2%) showed positive results in sputum culture. The most common Aspergillus species were A. fumigatus and A. niger (30.8% each), followed by a combination of the two species (26.9%). Hemoptysis had a significant association with positive IgG (p = 0.000), while other variables such as age, gender, nutritional status, comorbidities, laboratory and radiological showed no significant association. Conclusion: The prevalence of Aspergillus sp. in lung cancer patients after chemotherapy is quite high, especially based on sputum cultures. Mycological examination is highly recommended for early detection, especially in patients with symptoms of hemoptysis.
Keywords: Aspergillus sp., lung cancer, chemotherapy
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Aziziah - Nama Orang
Jamal Zaini - Nama Orang
Anna Rozaliyani - Nama Orang
Hana Khairina Putri Faisal - Nama Orang - No. Panggil
-
T25590fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xvii, 70 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25590fk | T25590fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi