Skripsi
Association between Parenting Styles and Mental Health Problems in Children and Adolescents Aged 1-21 at the Children's and Adolescents' Psychiatric Clinic of Cipto Mangunkusumo Hospital = Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dan Masalah Kesehatan Jiwa pada Anak dan Remaja Usia 1-21 Tahun di Poliklinik Psikiatri Anak dan Remaja Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo.
Introduction A child's thoughts, feelings, and behaviors can be impacted by a wide range of diseases that fall under the category of mental health disorders. These conditions can cause serious issues as well as interrupting daily functioning. In Indonesia, there is a growing recognition of the prevalence of mental health issues among children and adolescents, though specific data remains limited. Parenting styles, which significantly influence a child's development and mental health, vary widely and can be categorized using the Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ). Method This cross-sectional study was conducted at the Children's and Adolescents' Psychiatric Clinic of Cipto Mangunkusumo Hospital from January to December 2023. The population includes children and adolescents aged 1 to 21 years diagnosed with mental health disorders. Data were collected through the PSDQ administered to their parents. Inclusion criteria are children and adolescents aged 1 to 21 years, diagnosed with a mental health disorder, with consent from parents or guardians. Results From the analysis of 73 subjects, the study found that 47.9% of the subjects had neurodevelopmental problems, while 52.1% had non-neurodevelopmental problems. The study revealed significant associations between parenting styles and mental health problems: authoritative parenting was significantly associated with neurodevelopmental problems (Chi-Square = 4.56, p = 0.033), while permissive parenting showed significant associations with both neurodevelopmental (Chi-Square = 5.89, p = 0.015) and non-neurodevelopmental problems (Chi-Square = 4.32, p = 0.038). No significant association was found with authoritarian parenting. Conclusion The findings indicate that parenting styles, particularly authoritative and permissive, play a crucial role in the mental health outcomes of children and adolescents. These results underscore the importance of educating parents on effective parenting strategies to mitigate mental health problems. Further research with larger and more diverse samples is recommended to validate and expand upon these findings.
Keywords Mental health, children, adolescents, neurodevelopmental disorders, non-neurodevelopmental disorders, authoritative parenting, permissive parenting, authoritarian parenting.
Pendahuluan Pikiran, perasaan, dan perilaku anak dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi medis yang tergolong dalam kategori gangguan kesehatan jiwa. Kondisi ini dapat menimbulkan permasalahan serius serta mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, kesadaran terhadap prevalensi masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja semakin meningkat, meskipun data spesifik masih terbatas. Pola asuh, yang secara signifikan mempengaruhi perkembangan dan kesehatan jiwa anak, sangat bervariasi dan dapat dikategorikan menggunakan kuesioner Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ). Metode Penelitian potong lintang (cross-sectional) ini dilaksanakan di Poliklinik Psikiatri Anak dan Remaja Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo selama periode Januari hingga Desember 2023. Populasi penelitian mencakup anak dan remaja berusia 1 sampai 21 tahun yang terdiagnosis gangguan kesehatan jiwa. Data dikumpulkan melalui pengisian instrumen PSDQ oleh orang tua subjek. Kriteria inklusi meliputi anak dan remaja berusia 1 sampai 21 tahun, terdiagnosis gangguan kesehatan jiwa, serta mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali. Hasil Berdasarkan analisis terhadap 73 subjek, penelitian menemukan bahwa 47,9% subjek memiliki masalah neuroperkembangan, sementara 52,1% memiliki masalah non-neuroperkembangan. Penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh dan masalah kesehatan jiwa: pola asuh otoritatif berhubungan secara signifikan dengan masalah neuroperkembangan (Chi-Square = 4.56, p = 0.033), sedangkan pola asuh permisif menunjukkan hubungan signifikan baik dengan masalah neuroperkembangan (Chi-Square = 5.89, p = 0.015) maupun masalah non-neuroperkembangan (Chi-Square = 4.32, p = 0.038). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada pola asuh otoritarian. Kesimpulan Temuan ini menunjukkan bahwa pola asuh, khususnya tipe otoritatif dan permisif, memegang peranan krusial dalam luaran kesehatan jiwa anak dan remaja. Hasil ini menekankan pentingnya edukasi bagi orang tua mengenai strategi pengasuhan yang efektif untuk memitigasi masalah kesehatan jiwa. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan beragam disarankan untuk memvalidasi serta memperluas temuan ini.
Kata Kunci Kesehatan jiwa, anak, remaja, gangguan neuroperkembangan, gangguan non-neuro perkembangan, pola asuh otoritatif, pola asuh permisif, pola asuh otoritarian
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2024
- Pengarang
-
Alissa Septelia Saksen Sulaiman - Nama Orang
Fransiska Kaligis - Nama Orang - No. Panggil
-
S24219fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 KKI., 2024
- Deskripsi Fisik
-
xiv, 27 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S24219fk | S24219fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi