Tesis

Perubahan Status Kebugaran Mahasiswa dengan Berat Badan Berlebih Setelah Program Latihan Squat Mandiri dan Analisis Faktor yang Berasosiasi = Changes in Physical Fitness Status among Overweight University Students Following a Self-Directed Squat Exercise Program and Analysis of Associated Factors.

Kurangnya aktivitas fisik pada mahasiswa berkontribusi terhadap penurunan status kebugaran dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Latihan squat merupakan bentuk latihan kekuatan otot yang sederhana, mudah dilakukan secara mandiri, dan tidak memerlukan peralatan khusus, sementara motivasi aktivitas fisik berperan penting dalam keberhasilan pelaksanaan program latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan status kebugaran mahasiswa dengan berat badan berlebih setelah mengikuti program latihan squat mandiri. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental pretest-posttest terhadap status kebugaran subjek. Intervensi berupa latihan squat berbasis berat badan tubuh dengan protokol eksentrik (fleksi 5 detik, ekstensi 1 detik) yang dilakukan secara mandiri dan dipantau secara daring selama empat minggu. Pemeriksaan status kebugaran meliputi komposisi tubuh (lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang pinggul), kekuatan otot yang dinilai dengan dynamometer, daya tahan otot yang dinilai dengan tes squat 1 menit, kapasitas kardiorespirasi dinilai dengan tes cooper, dan kelenturan yang dinilai dengan tes sit-and-reach. Sebanyak 72 mahasiswa berusia 18–21 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan dalam penelitian, dengan 68 subjek menyelesaikan intervensi. Mayoritas subjek adalah perempuan dan tergolong obesitas tingkat I, dengan median indeks massa tubuh (IMT) sebesar 28,37 kg/m². Sebagian besar subjek memiliki tingkat aktivitas fisik tidak aktif, dengan motivasi aktivitas fisik regulasi teridentifikasi sebagai kategori terbanyak (54,2%). Analisis data non-parametrik terhadap perubahan (delta) status kebugaran menunjukkan perubahan bermakna secara statistik pada sebagian besar komponen status kebugaran, berupa penurunan lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-pinggul (WHR), serta peningkatan kekuatan otot, daya tahan otot, kapasitas kardiorespirasi dan kelenturan. Analisis faktor menunjukkan bahwa jenis kelamin berhubungan terhadap perubahan WHR, kekuatan otot, serta daya tahan otot; tingkat aktivitas fisik berhubungan terhadap perubahan lingkar pinggang dan daya tahan otot; sedangkan motivasi aktivitas fisik berhubungan terhadap perubahan kelenturan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program latihan squat mandiri yang sederhana dan terpantau secara daring dapat meningkatkan berbagai komponen status kebugaran mahasiswa dengan berat badan berlebih.
Kata kunci: Latihan Mandiri, Latihan Squat, Status Kebugaran


Insufficient physical activity among university students contributes to declining fitness status and an increased risk of cardiovascular disease. Squat exercise is a simple form of strength training that can be performed independently without specialized equipment, while physical activity motivation plays an important role in the successful implementation of exercise programs. This study aimed to evaluate changes in fitness status among overweight university students following a self-directed squat exercise program. This study employed a quasi-experimental pretest–posttest design of physical fitness status of university students. The intervention consisted of a bodyweight squat exercise with an eccentric protocol (5-second flexion and 1-second extension), performed independently and monitored online for four weeks. Fitness status examinations include body composition (waist circumference, waist-to-hip ratio), muscle strength assessed with a dynamometer, muscle endurance assessed with a 1-minute squat test, cardiorespiratory capacity assessed with a Cooper test, and flexibility assessed with a sitand-reach test. A total of 72 students aged 18–21 years who met the inclusion and exclusion criteria were enrolled, with 68 participants completing the intervention. Most participants were female and classified as obesity class I, with a median body mass index (BMI) of 28.37 kg/m². The majority of participants had low physical activity levels, with identified regulation being the most common category of physical activity motivation (54.2%). Non-parametric analysis of changes (delta) in fitness status demonstrated statistically significant improvements in most fitness components, including reductions in waist circumference and waist-to-hip ratio (WHR), as well as increases in muscular strength, muscular endurance, cardiorespiratory fitness, and flexibility. Factor analysis showed that sex was associated with changes in WHR, muscular strength, and muscular endurance; baseline physical activity level was associated with changes in waist circumference and muscular endurance; while physical activity motivation was associated with changes in flexibility. This study concludes that a simple, self-directed squat exercise program with online monitoring can effectively improve multiple components of fitness among overweight university students.
Key words: Self-directed exercise, Squat training, Physical Fitness

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2026
Pengarang

Pratama Wicaksana Wijaya - Nama Orang
Dhanasari Vidiawati - Nama Orang
listya Tresnanti Mirtha - Nama Orang

No. Panggil
T26016fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Ilmu Kedokteran Olahraga.,
Deskripsi Fisik
xvii, 118 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T26
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T26016fkT26016fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Perubahan Status Kebugaran Mahasiswa dengan Berat Badan Berlebih Setelah Program Latihan Squat Mandiri dan Analisis Faktor yang Berasosiasi = Changes in Physical Fitness Status among Overweight University Students Following a Self-Directed Squat Exercise Program and Analysis of Associated Factors.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.