Tesis

Hubungan Kadar Transepidermal Water Loss serta Skin Capacitance dengan Jumlah dan Ukuran Lesi Keratosis Seboroik pada Punggung = Correlation between Transepidermal Water Loss and Skin Capacitance with The Number and Size of Seborrheic Keratosis Lesions on The Back.

Latar belakang: Keratosis seboroik (KS) merupakan tumor jinak epidermis yang sering ditemukan pada usia paruh baya hingga lanjut usia, dengan prevalensi meningkat seiring proses penuaan kulit. Penuaan kulit disertai perubahan fungsi sawar epidermal yang dapat dinilai secara objektif melalui parameter transepidermal water loss (TEWL) dan skin capacitance (SCap). Namun, hingga kini belum ada penelitian yang menilai hubungan antara nilai TEWL dan SCap dengan karakteristik klinis KS, khususnya pada area kulit tertutup, contohnya punggung. Metode: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara nilai TEWL dan SCap dengan jumlah serta ukuran lesi KS. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang pada 47 subjek dengan lesi KS di daerah punggung. Pemeriksaan TEWL dan SCap dilakukan menggunakan Tewameter® TM300 dan Corneometer® CM825 yang diukur pada area lesi dan nonlesi KS. Analisis korelasi serta Multiple Multivariate Regression dilakukan untuk menilai hubungan dan pengaruh simultan nilai TEWL dan SCap kulit lesi maupun nonlesi terhadap jumlah dan ukuran terbesar lesi KS. Hasil: Mayoritas subjek berusia 50–59 tahun dengan proporsi jenis kelamin seimbang dan sebagian besar tidak memiliki penyakit sistemik yang memengaruhi kondisi kulit. Pada analisis bivariat, tidak terdapat hubungan bermakna antara nilai TEWL kulit lesi maupun nonlesi dengan jumlah dan ukuran terbesar lesi KS. Nilai SCap kulit lesi menunjukkan hubungan bermakna dengan ukuran terbesar lesi dengan arah korelasi negatif, sedangkan SCap kulit nonlesi tidak menunjukkan hubungan bermakna. Pada analisis multivariat, nilai TEWL dan SCap pada kulit lesi maupun nonlesi berpengaruh secara simultan terhadap jumlah dan ukuran lesi KS. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna secara statistik antara nilai SCap kulit lesi dengan ukuran terbesar lesi KS. Nilai TEWL pada kulit lesi maupun nonlesi berpengaruh secara simultan terhadap jumlah dan ukuran lesi KS, serta nilai SCap.
Kata kunci: Keratosis seboroik, penuaan kulit, skin capacitance, transepidermal water loss


Background: Seborrheic keratosis (SK) is a benign epidermal tumor commonly found in middle-aged and elderly individuals, with its prevalence increasing along with the skin aging process. Skin aging is accompanied by alterations in epidermal barrier function, which can be objectively assessed using transepidermal water loss (TEWL) and skin capacitance (SCap) parameters. However, to date, no study has evaluated the relationship between TEWL and SCap values and the clinical characteristics of SK, particularly in covered skin areas such as the back. Methods: This study aimed to determine the relationship between TEWL and SCap values with the number and size of SK lesions. A cross-sectional design was applied to 47 subjects with SK lesions on the back. TEWL and SCap measurements were performed using Tewameter® TM300 and Corneometer® CM825 on lesional and nonlesional skin. Correlation analysis and Multiple Multivariate Regression were conducted to assess the relationships and simultaneous effects of TEWL and SCap values on lesional and nonlesional skin toward the number and largest size of SK lesions. Results: Most subjects were aged 50–59 years, with a balanced gender distribution, and the majority had no systemic disease affecting the skin condition. In bivariate analysis, there was no statistically significant relationship between TEWL values of lesional and nonlesional skin and the number or largest size of SK lesions. The SCap value of lesional skin showed a significant negative correlation with the largest lesion size, indicating that lower skin hydration was associated with larger SK lesions, while SCap values of nonlesional skin showed no significant relationship. In multivariate analysis, TEWL and SCap values on lesional and nonlesional skin simultaneously affected the number and size of SK lesions. Conclusion: Lesional SCap showed a significant relationship with the size of the largest lesion. TEWL values of both lesional and non-lesional skin showed significant relationships with lesion number and size, as did SCap values.
Keywords: Seborrheic keratosis, skin aging, skin capacitance, transepidermal water loss

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Chinda Liaska Indah - Nama Orang
Larisa Paramitha - Nama Orang
Aida Sofiati Dachlan - Nama Orang
Muhammad Ilyas - Nama Orang

No. Panggil
T25576fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venerologi.,
Deskripsi Fisik
xix, 90 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25576fkT25576fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Hubungan Kadar Transepidermal Water Loss serta Skin Capacitance dengan Jumlah dan Ukuran Lesi Keratosis Seboroik pada Punggung = Correlation between Transepidermal Water Loss and Skin Capacitance with The Number and Size of Seborrheic Keratosis Lesions on The Back.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.