Tesis
Profil Penuaan Kulit pada Populasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat di Jakarta Berdasarkan Dermoscopy Photoaging Scale dan Faktor- Faktor yang Berhubungan = Skin Aging Profile in the Indonesian Army Population in Jakarta Based on the Dermoscopy Photoaging Scale and Associated Factors.
Latar Belakang: Penuaan kulit (PK) terdiri dari proses intrinsik dan ekstrinsik. Eksposom merupakan seluruh pajanan lingkungan baik eksternal maupun internal yang dialami seseorang sepanjang hidupnya. Usia, pajanan sinar matahari, rokok, stres psikologis, indeks massa tubuh (IMT), dan lain-lain merupakan faktor eksposom yang berperan terhadap PK. Populasi TNI AD sering bertugas di luar ruangan dengan pendidikan ketat sehingga memungkinkan pajanan berbagai faktor eksposom. Tujuan: Mengetahui profil PK dan faktor-faktor yang berhubungan pada populasi TNI AD berdasarkan DPAS. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain potong lintang ini dilakukan di Jakarta Timur pada bulan Juni-November 2025. Kriteria penerimaan adalah anggota TNI AD aktif, usia 20-59 tahun, memiliki kulit tipe Fitzpatrick III – VI. Kriteria penolakan adalah riwayat pemakaian berbagai obat yang memengaruhi proses PK dan diskromia dalam 1 bulan terakhir, riwayat tindakan kosmetik dalam 3 bulan terakhir, penyakit kulit di wajah selain yang diakibatkan oleh PK saat penelitian berlangsung, serta wanita hamil, menyusui, dan menopause. Pemeriksaan dermoskopi dilakukan sesuai kriteria DPAS. Uji korelasi Spearman dilakukan untuk menilai korelasi antara variabel usia dan IMT dengan skor DPAS. Uji Kruskal-Wallis dilakukan untuk menilai hubungan antara durasi pajanan sinar matahari, merokok, serta stres psikologis dengan skor DPAS. Nilai p < 0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hasil: Sebanyak 128 subjek penelitian dengan median usia 38 (20-58) tahun. Median skor DPAS 13 (1-26). Terdapat 11 temuan klinis DPAS dengan temuan klinis tersering yaitu superficial wrinkles (99,2%). Terdapat korelasi positif kuat antara usia dengan skor DPAS (r = 0,820, p < 0,001), serta korelasi positif lemah antara IMT dengan skor DPAS (r = 0,238, p=0,007). Terdapat hubungan bermakna antara durasi pajanan sinar matahari dengan skor DPAS (p < 0.001), serta median skor DPAS durasi pajanan > 4 jam dibandingkan dua kelompok lain berbeda bermakna (padj < 0,001 dan padj=0,006). Terdapat hubungan bermakna antara merokok dengan skor DPAS (p < 0,001), serta median skor DPAS kelompok riwayat perokok aktif dan perokok aktif berbeda bermakna dibandingkan kelompok tidak merokok (padj < 0,001 dan padj=0,002). Selain itu, terdapat hubungan bermakna antara stres psikologis dengan skor DPAS (p=0,001), serta median skor DPAS berbagai kelompok derajat stres berbeda bermakna dibandingkan kelompok tidak stres (padj=0,020 dan padj=0,015 ). Kesimpulan: Terdapat 11 temuan klinis DPAS dengan temuan tersering yaitu superficial wrinkles. Semakin bertambah usia dan IMT maka semakin tinggi skor DPAS. Durasi pajanan sinar matahari, merokok, dan stres psikologis memiliki hubungan bermakna dengan skor DPAS.
Kata kunci: Anggota TNI AD, dermoscopy photoaging scale, eksposom, penuaan kulit
Background: Skin aging consists of intrinsic and extrinsic processes. The exposome refers to the totality of environmental exposures, both external and internal, experienced by an individual throughout life. Age, sun exposure, smoking, psychological stress, body mass index (BMI), and others are exposome factors that contribute to skin aging. The military population often works outdoors and undergoes strict training, which may result in exposure to various exposome factors. Objective: Identify skin aging profile with associated factors in the Indonesian army population based on the dermoscopy photoaging scale. Methods: This descriptive-analytic cross-sectional study was conducted in East Jakarta from June to November 2025. Inclusion criteria were active military personnel aged 20– 59 years with Fitzpatrick skin types III–VI. Exclusion criteria included history of using medications affecting skin aging and dyschromia within the past month, history of cosmetic procedures within the past three months, facial skin diseases other than those caused by photoaging during the study period, and pregnant, breastfeeding, or menopausal women. Dermoscopic examinations were performed using DPAS criteria. Spearman’s correlation test was used to assess correlations between age and BMI with DPAS scores. The Kruskal–Wallis test was used to evaluate the associations between duration of sun exposure, smoking, and psychological stress with DPAS scores. p-value 4 hours showing significant differences of median DPAS scores compared to the other two groups (padj < 0.001 and padj=0.006). Smoking was significantly associated with DPAS scores (p < 0.001), with median DPAS scores from former smoker and active smoker groups differing significantly from the non-smoking group (padj < 0.001 and padj=0.002). Besides, psychological stress was also significantly associated with DPAS scores (p=0.001), also the median DPAS scores from any level of stress group differing significantly from the non-stress group (padj=0.020 and padj=0.015). Conclusion: Eleven DPAS clinical findings were identified, with the most frequent being superficial wrinkles. Increasing age and BMI are associated with higher DPAS scores. Duration of sun exposure, smoking, and psychological stress are significantly associated with DPAS scores.
Keywords: Indonesian army personnel, dermoscopy photoaging scale, exposome, skin aging.
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Reinanda Marizki Ramadhani - Nama Orang
Githa Rahmayunita - Nama Orang
Marsen Isbayuputra - Nama Orang
Danang Tri Wahyudi - Nama Orang - No. Panggil
-
T25573fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venerologi., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xx, 126 hlm., 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25573fk | T25573fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi