Skripsi
Gambaran Faktor-Faktor yang Memengaruhi Mortalitas Perdarahan Intraventrikular pada Bayi Sangat Prematur (28-31 minggu) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo = An Overview of Factors Influencing Mortality in Very Preterm Infants (28-31 Weeks Gestation) with Intraventricular Hemorrhage at Cipto Mangunkusumo Hospital.
Latar Belakang: Perdarahan intraventrikular (PIV) merupakan komplikasi serius pada bayi sangat prematur yang berkaitan dengan tingginya angka mortalitas dan morbiditas jangka panjang. Identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi mortalitas pada kelompok ini penting untuk meningkatkan strategi pencegahan dan manajemen klinis. Metode: Desain penelitian kohort retrospektif dilakukan menggunakan data rekam medis bayi sangat prematur (usia gestasi 28–31 minggu) yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada periode 1 Januari–31 Desember 2024. Sampel diambil dengan total sampling; analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS v27.0. Untuk analisis bivariat digunakan uji Chi-square atau uji non-parametrik sesuai tipe data, dengan ambang signifikansi eksploratori p < 0,25 untuk pemilihan variabel menuju analisis lebih lanjut. Hasil: Dari 188 bayi sangat prematur yang diidentifikasi, 55 bayi mengalami PIV; 15 bayi meninggal (27,3%) dan 40 hidup (72,7%). Pada analisis bivariat, empat variabel menunjukkan hubungan bermakna dengan mortalitas, yaitu: usia gestasi (p=0,013), berat lahir (p=0,068), jenis kelamin (p=0,185), dan skor APGAR menit ke-5 (0,150). Kesimpulan: Mortalitas lebih tinggi didapatkan pada bayi dengan usia gestasi yang lebih rendah, berat lahir ≤1000 g, jenis kelamin laki-laki, dan skor APGAR menit ke-5 yang rendah. Hasil ini menegaskan perlunya pemantauan ketat dan intervensi dini pada neonatus dengan profil risiko tersebut untuk menurunkan angka kematian.
Kata Kunci: prematur, perdarahan intraventrikular, mortalitas, usia gestasi, APGAR
Background: Intraventricular hemorrhage (IVH) is a severe complication in very preterm infants and is associated with high mortality and long-term morbidity. Identifying factors related to mortality in this vulnerable group is essential to guide prevention and clinical management strategies. Methods: A retrospective cohort study was conducted using medical record data of very preterm infants (28–31 weeks gestation) admitted to Cipto Mangunkusumo Hospital from January 1 to December 31, 2024. Total sampling was used. Statistical analysis was performed with SPSS v27.0. Bivariate analyses employed Chi-square or appropriate nonparametric tests, with an exploratory significance threshold of p < 0.25 for selecting variables for further analysis. Results: Of 188 very preterm infants identified, 55 infants met inclusion criteria for IVH; 15 infants died (27.3%) and 40 survived (72.7%). In bivariate analysis (p < 0.25), four variables were associated with mortality: gestational age (p=0,013), birth weight (p=0,068), sex (p=0,185), and 5-minute Apgar score (p=0,150). Clinically, mortality was higher among infants with lower gestational age, birth weight ≤1000 g, male sex, and low 5-minute Apgar scores. Conclusion: Mortality was higher among infants with lower gestational age, birth weight ≤1000 g, male sex, and low 5-minute Apgar scores. Early identification and targeted management of infants with these risk profiles are important to reduce neonatal mortality.
Keywords: preterm, intraventricular hemorrhage, mortality, gestational age, Apgar score
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Muhammad Nabil Rafi Ghaisan - Nama Orang
Putri Maharani Tristanita Marsubrin - Nama Orang - No. Panggil
-
S25172fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xx, 74 hlm., 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S25172fk | S25172fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi