Tesis

Hubungan antara pekerjaan sedentari dan kadar D-dimer di kalangan pekerja rumah sakit di Jakarta: Sebuah Studi Potong Lintang = Association between sedentary work and D-dimer level among hospital employees in Jakarta: A Cross-Sectional Study.

Latar Belakang: Pekerja sedentari, yaitu pekerja yang duduk ≥ 6 jam sehari yang umumnya memiliki aktivitas fisik rendah. Duduk dalam waktu lama juga dapat memicu pembentukan trombus, yang berpotensi menyebabkan trombosis vena dalam. Parameter D-dimer, dianggap sangat sensitif untuk mendeteksi suatu kondisi kekentalan darah. Tujuan: Studi ini bertujuan mengetahui apakah terdapat hubungan antara pekerjaan sedentari dengan kadar D-dimer. Metode: Penelitian menggunakan desain studi potong lintang pada 84 pekerja yang memenuhi kriteria inklusi. Studi dilakukan di RSUP Persahabatan dari Juli hingga Agustus 2025. Data yang dikumpulkan mencakup karakteristik subjek, pekerjaan sedentari (durasi duduk), hasil D-dimer darah dengan Instrumen penelitian yang digunakan meliputi formulir data karakteristik responden, kuesioner durasi duduk dan kuesioner GPAQ. Pada pemeriksaan kadar D-dimer menggunakan metode Immunoturbidimetric dengan menggunakan sampel darah vena. Hubungan antara dua variable diperiksa menggunakan uji Chi-square atau Fisher Exact Test, kemudian dilanjutkan dengan Regresi logistik. Nilai p < 0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hasil: Kadar D-dimer di antara responden menunjukkan bahwa 27 (32,1%) memiliki hasil yang lebih tinggi dari nilai standar kadar D-dimer, sedangkan 57 (67,9%) memiliki hasil normal. Pekerja sedentari (duduk > 6 jam) berhubungan signifikan dengan Kadar D-dimer (aOR=7,50; 95% CI: 2,04–27,60; p: 0,002). Kesimpulan: Pekerja sedentari (duduk > 6 jam) berhubungan dengan kadar D-dimer.
Kata Kunci: kadar D-dimer, Pekerja sedentari, Risiko


Background: Sedentary workers, defined as those who sit for ≥ 6 hours a day and generally have low physical activity. Prolonged sitting can also trigger thrombus formation, which has the potential to lead to deep vein thrombosis (DVT). The D-dimer parameter is considered highly sensitive for detecting conditions of blood hypercoagulability. Objective: This study aims to determine whether there is an association between sedentary work and Ddimer levels. Methods: This study employed a cross-sectional design on 84 workers who met the inclusion criteria. The study was conducted at Persahabatan General Hospital from July to August 2025. Collected data included subjects’ characteristics, sedentary work (sitting duration), and blood D-dimer levels. The research instruments used were a respondent characteristic form, a sitting-duration questionnaire, and the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). D-dimer concentrations were measured using the Immunoturbidimetric method on venous blood samples. The relationship between the two variables will be examined using the Chi-square or Fisher Exact Test. Results with a p-value of < 0.05 will be considered statistically significant. Results: D-dimer levels among respondents showed that 27 (32.1%) had results higher than the standard D-dimer levels, while 57 (67.9%) had normal results. A sedentary work pattern (sitting for more than 6 hours) was significantly associated with D-dimer levels (adjusted OR = 7.50; 95% CI: 2.04–27.60; p = 0.002). Conclusion: Sedentary workers (sitting > 6 hours) are associated with D-dimer levels.
Keywords: D-dimer levels, Sedentary workers, Risk

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Fildza Amelia - Nama Orang
Herqutanto - Nama Orang
Dewi Yunia Fitriani - Nama Orang

No. Panggil
T25570fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi.,
Deskripsi Fisik
xiv, 75 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25570fkT25570fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Hubungan antara pekerjaan sedentari dan kadar D-dimer di kalangan pekerja rumah sakit di Jakarta: Sebuah Studi Potong Lintang = Association between sedentary work and D-dimer level among hospital employees in Jakarta: A Cross-Sectional Study.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.