Skripsi

The Effect of Andrographolide Supplementation on PBMC Senescence Induced by Extracellular Acidification in Vitro: Focus on SA-Β-GAL, P16, and Viability = Pengaruh Suplementasi Andrographolide Terhadap Penuaan Pbmc Yang Diinduksi Oleh Asidifikasi Ekstraseluler In Vitro: Fokus Pada Sa- Β-Gal, P16, Dan Viabilitas.

Introduction Aging is a condition of irreversible cell cycle arrest caused by stress buildup that stops apoptosis. Andrographolide's shows promise in terms of senescence prevention, prior research has demonstrated that it can hasten the apoptosis of breast cancer stem cells. The author hoped that through this research, a better comprehension of how andrographolide works in preventing senescence within cells that went through extracellular acidification. Method Within this study, PBMC will reach a state that mimics senescence through the induction of extracellular acidification. There are 4 groups in total, which are 1 control and 3 experimentals that consist of andrographolide in various concentration (0.045 mM, 0.18 mM, and 0.36 mM). Samples will then be taken for measurement based on the levels of SA-β-gal, p16, and viability through SA-β-gal assay, qRT-PCR, and trypan blue exclusion assay. Results The data analysis of all variables, though not statistically significant shows a reduction of SA-β-gal activity (RFU/cell) in andrographolide 0.045 mM (0.0007 ± 0.0006), andrographolide 0.18 mM (0.0007 ± 0.0006), and andrographolide 0.36 mM (0.0007 ± 0.0005) when compared to control (0.0009 ± 0.0008). In terms of cell viability (cell/mL), there seemed to be an increase in andrographolide treatment concentrated at 0.045 mM (34868.75 ± 26271.56) and 0.18 mM (37366.6 ± 27494.92), while a decrease was observed in the 0.36 mM concentration (33479.85 ± 24249.99) in comparison to the control (34719.7 ± 29137.07). The expression of p16 decreases with andrographolide treatments at concentrations of 0.18 mM (2.089 ± 2.129875) and 0.36 mM (2.366 ± 1.759694), but increases at 0.045 mM (5.729 ± 8.375856) when compared to the control (3.509 ± 2.211655). Conclusion The therapy by andrographolide shows promises ofpreventing senescence as observed in the reduction of SA-β-gal activity and p16, while not being cytotoxic to the healthy cells indicated by the cell viability result and supported through the SA-β-gal. value
Keywords: andrographolide, senescence, PBMC, extracellular acidification, sa-β-gal, cell viability, p16


Latar Belakang Penuaan adalah kondisi berhentinya siklus sel permanen oleh akumulasi stres yang menghentikan apoptosis. Penggunaan andrographolide menunjukkan harapan dalam hal memprevensi penuaan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hal tersebut dapat mempercepat apoptosis sel induk kanker payudara. Penulis berharap melalui penelitian ini, pemahaman akan cara kerja andrografolida dalam mencegah penuaan pada sel yang mengalami asidifikasi ekstraseluler dapat lebih dimengerti. Metode Dalam penelitian ini, SMDT akan mencapai yang mencerminkan penuaan melalui induksi asidifikasi ekstraseluler. Ada 4 kelompok secara total, merupakan 1 kontrol dan 3 eksperimental yang terdiri dari andrographolide dalam konsentrasi yang berbeda (0.045 mM, 0.18 mM, and 0.36 mM). Sampel kemudian akan diambil untuk pengukuran berdasarkan tingkat SA-β-gal, p16, dan viabilitas sel melalui SA-β-gal assay, qRT-PCR, dan trypan blue exclusion assay. Hasil Analisis data dari semua variabel, meskipun tidak signifikan secara statistik, menunjukkan penurunan aktivitas SA-β-gal (RFU/sel) saat andrografolida 0.045 mM (0.0007 ± 0.0006), andrografolide 0.18 mM (0.0007 ± 0.0006) dan andrografolida 0,36 mM dibandingkan dengan kontrol (0.0009 ± 0.0008). Dalam hal viabilitas sel (sel/mL), tampaknya ada peningkatan dalam pemberian andrografolida terkonsentrasi pada 0,045 mM (34868.75 ± 26271.56) dan 0,18 mM (37366.6 ± 27494.92), sementara penurunan dilihat pada konsentrasi 0,36 mM (33479.85 ± 24249.99) dibandingkan dengan kontrol (34719.7 ± 29137.07). Ekspresi p16 menurun dengan pemberian andrografolida pada konsentrasi 0,18 mM (2.089 ± 2.129875) dan 0,36 mM (2.366 ± 1.759694), tetapi meningkat pada 0,045 mM (5.729 ± 8.375856) saat dibandingkan dengan kontrol (3.509 ± 2.211655). Kesimpulan Terapi dengan andrograpfolida menunjukkan harapan untuk memprevensi penuaan seperti yang diamati dalam penurunan aktivitas SA-β-gal dan p16, sementara tidak sitotoksik terhadap sel sehat yang ditunjukkan oleh hasil viabilitas sel dan SA-β-gal.
Kata Kunci: andrografolida, penuaan, SMDT, asifidikasi ekstraseluler, SA-β-gal, viabilitas sel, p16

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2024
Pengarang

Cestarangga Adikerta - Nama Orang
Septelia Inawati Wanandi - Nama Orang

No. Panggil
S24213fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 KKI.,
Deskripsi Fisik
xiii, 62 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
S24213fkS24213fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of The Effect of Andrographolide Supplementation on PBMC Senescence Induced by Extracellular Acidification in Vitro: Focus on SA-Β-GAL, P16, and Viability = Pengaruh Suplementasi Andrographolide Terhadap Penuaan Pbmc Yang Diinduksi Oleh Asidifikasi Ekstraseluler In Vitro: Fokus Pada Sa- Β-Gal, P16, Dan Viabilitas.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.