Skripsi

Relationship between time of diagnosis of HIV and time of initiation of antiretroviral therapy with viral load in tuberculosis sensitive patients = Hubungan antara waktu diagnosis HIV dan waktu memulai terapi antiretroviral dengan viral load pada pasien tuberculosis sensitive.

Introduction: Tuberculosis (TB) and Human Immunodeficiency Virus (HIV) coinfection poses a significant global health challenge, especially in Indonesia. The interaction between these diseases can worsen patient outcomes, making the timing of antiretroviral therapy (ARV) initiation crucial. This study explores how the timing of ARV initiation affects viral load changes in patients with TB-HIV coinfection. Methods: We conducted a retrospective cohort study using medical records from patients at Persahabatan General Hospital. Patients were divided into groups based on when they started ARV therapy (early: ≤14 days, late: >14 days) and their TB treatment outcomes (completed, failed to follow up, deceased). We measured viral load at baseline and after six months of ARV treatment. Statistical analyses, including Mann-Whitney U, Kruskal-Wallis tests, and Chi-square analysis were used to examine the relationships between these variables. Results: The study found two significant relationships: (1) between ARV initiation timing and baseline viral load (p = 0.012) and (2) between ARV initiation timing and the change in viral load (Δ Viral Load) after six months of treatment (p = 0.009). Early ARV initiation was linked to a superior reduction in viral load compared to late initiation. Conclusion: Our findings highlight the importance of starting ARV therapy early to improve viral load outcomes in TB-HIV coinfected patients. This supports existing guidelines that recommend prompt ARV initiation alongside TB treatment to enhance patient outcomes.
Keywords: Tuberculosis, HIV, ARV therapy, viral load, TB-HIV coinfection, early initiation, retrospective cohort study


Pendahuluan: Koinfeksi Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) menimbulkan tantangan kesehatan global yang signifikan, terutama di Indonesia. Interaksi antara penyakit-penyakit ini dapat memperburuk hasil pengobatan pasien, sehingga waktu memulai terapi antiretroviral (ARV) menjadi sangat penting. Studi ini mengeksplorasi bagaimana waktu memulai ARV memengaruhi perubahan viral load pada pasien dengan koinfeksi TB-HIV. Metode: Kami melakukan studi kohort retrospektif menggunakan rekam medis dari pasien di Rumah Sakit Umum Persahabatan. Pasien dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kapan mereka memulai terapi ARV (awal: ≤14 hari, akhir: >14 hari) dan hasil pengobatan TB mereka (selesai, gagal tindak lanjut, meninggal). Kami mengukur viral load pada awal dan setelah enam bulan pengobatan ARV. Analisis statistik, termasuk uji Mann-Whitney U, Kruskal-Wallis, dan analisis Chi-square digunakan untuk memeriksa hubungan antara variabel-variabel ini. Hasil: Studi ini menemukan dua hubungan signifikan: (1) antara waktu memulai ARV dan beban virus awal (p = 0,012) dan (2) antara waktu memulai ARV dan perubahan beban virus (Δ Beban Virus) setelah enam bulan pengobatan (p = 0,009). Memulai ARV lebih awal dikaitkan dengan pengurangan beban virus yang lebih baik dibandingkan dengan memulai lebih lambat. Kesimpulan: Temuan kami menyoroti pentingnya memulai terapi ARV lebih awal untuk meningkatkan hasil beban virus pada pasien koinfeksi TB-HIV. Hal ini mendukung pedoman yang ada yang merekomendasikan memulai ARV segera bersamaan dengan pengobatan TB untuk meningkatkan hasil pasien.
Kata kunci: Tuberkulosis, HIV, terapi ARV, beban virus, koinfeksi TB-HIV, memulai lebih awal, studi kohort retrospektif

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2023
Pengarang

Muhammad Taqy Raabbannee - Nama Orang
HEidy Agustin - Nama Orang

No. Panggil
S23231fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 KKI.,
Deskripsi Fisik
x, 56 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
English
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
S23
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
S23231fkS23231fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Relationship between time of diagnosis of HIV and time of initiation of antiretroviral therapy with viral load in tuberculosis sensitive patients = Hubungan antara waktu diagnosis HIV dan waktu memulai terapi antiretroviral dengan viral load pada pasien tuberculosis sensitive.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.