Tesis

Hubungan antara interval waktu operasi bidirectional cavopulmonary shunt dan operasi Fontan terhadap mortalitas pascaoperasi Fontan pada pasien di atas usia empat tahun = Association between the interval from bidirectional cavopulmonary shunt to Fontan completion and postFontan mortality in patients older than four years.

Latar belakang: Pasien dengan kelainan ventrikel tunggal fungsional memerlukan operasi Fontan untuk bertahan hidup yang direkomendasikan dilakukan pada usia 2-4 tahun. Namun, sebagian besar pasien di Indonesia menjalani Fontan pada usia lebih dari 4 tahun. Usia yang lebih tua saat Fontan berhubungan dengan mortalitas pasca-Fontan dan dipengaruhi interval waktu antara operasi BCPS dan operasi Fontan. Meskipun begitu, hingga saat ini belum diketahui interval terbaik, terlebih pada pasien di atas usia optimal 4 tahun. Metode: Dilakukan penelitian kohort retrospektif kesintasan dengan data sekunder di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) terhadap pasien operasi Fontan di atas usia empat tahun dengan riwayat operasi BCPS pada Januari 2015- Desember 2024. Penelitian menilai interval waktu operasi BCPS dan Fontan serta usia saat Fontan terhadap mortalitas pascaoperasi hingga waktu follow-up (1-10 tahun). Hasil: Total subjek yang dianalisis sebanyak 216 subjek. Terdapat hubungan signifikan antara interval waktu operasi BCPS dan operasi Fontan terhadap mortalitas (p=0,047). Dari analisis receiver operating curve (ROC) didapatkan titik potong 76,5 bulan, dengan kemampuan diskriminasi lemah dalam memprediksi mortalitas (area under the curve 0,615, sensitivitas 31,0% dan spesifisitas 90,4%). Analisis kesintasan dengan KaplanMeier Log Rank test (Mantel-Cox) menunjukkan perbedaan kesintasan yang bermakna antara subjek dengan interval waktu operasi BCPS dan operasi Fontan di atas dengan di bawah nilai titik potong 76,5 bulan (p = 0,008). Tidak terdapat hubungan antara usia saat Fontan terhadap mortalitas. Pada analisis multivariat Cox regression, tidak ditemukan variabel tunggal independen yang berhubungan dengan mortalitas. Kesimpulan: Interval waktu BCPS–Fontan yang lebih panjang berhubungan dengan peningkatan mortalitas pascaoperasi Fontan pada pasien di atas usia empat tahun. Usia saat Fontan yang lebih tua tidak berhubungan dengan peningkatan mortalitas pascaoperasi Fontan pada pasien di atas usia empat tahun
Kata kunci : Interval waktu operasi BCPS dan operasi Fontan, Fontan, usia saat Fontan, mortalitas


Background : Patients with functional single-ventricle physiology require the Fontan operation to survive, which is recommended to be performed between 2 and 4 years of age. However, the majority of Indonesian patients undergo Fontan completion at an older age. Older age at Fontan has been associated with increased post-Fontan mortality and is influenced by the interval between the bidirectional cavopulmonary shunt (BCPS) and Fontan operations. Nevertheless, the optimal BCPS–Fontan interval, particularly in patients older than the recommended age of 4 years, remains unclear. Methods : A retrospective survival cohort study was conducted using secondary data from the National Cardiovascular Center Harapan Kita, Jakarta. Patients older than four years who underwent Fontan surgery with a prior history of BCPS between January 2015 and December 2024 were included. The study evaluated the interval between BCPS and Fontan operations and age at Fontan in relation to post-Fontan mortality during the follow-up period (1–10 years). Results : A total of 216 subjects were included in the analysis. A significant association was observed between the BCPS–Fontan interval and post-Fontan mortality (p = 0.047). Receiver operating characteristic (ROC) analysis identified an optimal cut-off value of 76.5 months, with weak discriminatory ability for predicting mortality (area under the curve 0.615, sensitivity 31.0%, specificity 90.4%). Kaplan–Meier survival analysis using the log-rank (Mantel–Cox) test demonstrated a significant difference in survival between subjects with a BCPS–Fontan interval above and below the 76.5-month cut-off (p = 0.008). No significant association was found between age at Fontan and mortality. In multivariable Cox regression analysis, no independent predictor of mortality was identified. Conclusion : A longer BCPS–Fontan interval is associated with increased post-Fontan mortality in patients older than four years. Older age at Fontan is not associated with increased post-Fontan mortality in this population.
Keywords : age at Fontan, BCPS-Fontan interval, Fontan, mortality

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Jonathan Grantomo - Nama Orang
Budi Rahmat - Nama Orang
Pribadi Wiranda Busro - Nama Orang

No. Panggil
T25560fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah.,
Deskripsi Fisik
xv, 71 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25560fkT25560fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Hubungan antara interval waktu operasi bidirectional cavopulmonary shunt dan operasi Fontan terhadap mortalitas pascaoperasi Fontan pada pasien di atas usia empat tahun = Association between the interval from bidirectional cavopulmonary shunt to Fontan completion and postFontan mortality in patients older than four years.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.