Skripsi
Hubungan Faktor Sosiodemografi dengan Tingkat Agresivitas Narapidana Wanita dan Pria Menggunakan Buss and Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) di Lembaga Pemasyarakatan Jakarta dan Tangerang = Association Between Sociodemographic Factors and the Level of Aggressiveness Among Male and Female Inmates Using the Buss and Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) in Correctional Facilities in Jakarta and Tangerang.
Latar Belakang Agresivitas merupakan perilaku yang dilakukan dengan tujuan menyakiti pihak lain dan sering ditemukan pada populasi narapidana. Tingkat agresivitas di lembaga pemasyarakatan diketahui lebih tinggi dibandingkan populasi umum, yang dapat memicu konflik, gangguan psikologis, dan residivisme. Di Indonesia, penelitian mengenai hubungan antara faktor sosiodemografis dengan tingkat agresivitas narapidana masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografis dengan tingkat agresivitas narapidana pria dan wanita di lembaga pemasyarakatan Jakarta dan Tangerang. Metode Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel terdiri dari 290 narapidana (145 pria dan 145 wanita) yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sosiodemografi dan Buss and Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, Independent t-test, ANOVA, dan regresi linear. Hasil Sebagian besar narapidana berusia 25–29 tahun, berpendidikan SMA, dan memiliki status sosioekonomi menengah. Nilai median total agresivitas adalah 74,5, menunjukkan tingkat agresivitas sedang. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara status marital dengan agresivitas total (p=0,04), jenis kelamin dengan agresi fisik (p=0,007), tingkat pendidikan dengan agresivitas total (p=0,022), pekerjaan dengan agresivitas verbal dan hostilitas (p=0,043; p=0,021), serta riwayat residivisme dengan agresi fisik (p=0,019). Analisis multivariat menunjukkan usia berhubungan negatif dengan agresivitas (β=-0,185), pekerjaan berhubungan negatif dengan agresivitas total (β=- 0,123), dan residivisme berhubungan positif dengan agresivitas fisik (β=0,172) Kesimpulan Faktor sosiodemografis yang berhubungan signifikan dengan tingkat agresivitas narapidana meliputi usia, jenis kelamin, status marital, pendidikan, pekerjaan, dan riwayat residivisme. Usia yang lebih muda, tidak menikah, tingkat pendidikan menengah, serta riwayat residivisme berkorelasi dengan tingkat agresivitas yang lebih tinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi lembaga pemasyarakatan dalam merancang intervensi yang lebih tepat sasaran untuk menurunkan agresivitas narapidana.
Kata Kunci: agresivitas, kekerasan, narapidana, BPAQ
Introduction Aggressiveness is defined as behavior intended to harm others and is commonly found among prison inmates. The level of aggressiveness within correctional facilities is known to be higher than that of the general population, potentially leading to conflicts, psychological disturbances, and recidivism. In Indonesia, studies examining the relationship between sociodemographic factors and inmates’ aggressiveness remain limited. This study aimed to analyze the relationship between sociodemographic factors and the level of aggressiveness among male and female inmates in correctional institutions in Jakarta and Tangerang. Method This analytical observational study used a cross-sectional design. A total of 290 inmates (145 males and 145 females) were selected through simple random sampling. Data were collected using a sociodemographic questionnaire and the Buss and Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Data analysis was performed using the Mann-Whitney, KruskalWallis, Independent t-test, ANOVA, and linear regression tests. Results Most inmates were aged 25–29 years, had completed high school education, and belonged to the middle socioeconomic group. The median total aggressiveness score was 74.5, indicating a moderate level of aggressiveness. Bivariate analysis revealed significant relationships between marital status and total aggressiveness (p=0.04), sex and physical aggression (p=0.007), education level and total aggressiveness (p=0.022), employment status and verbal aggression and hostility (p=0.043; p=0.021), as well as recidivism history and physical aggression (p=0.019). Multivariate analysis showed that age had a negative association with aggressiveness (β=-0.185), employment had a negative association with total aggressiveness (β=-0.123), and recidivism had a positive association with physical aggression (β=0.172). Conclusion Sociodemographic factors significantly associated with inmates’ aggressiveness include age, sex, marital status, education, employment, and recidivism history. Younger age, being unmarried, middle education level, and a history of recidivism were correlated with higher aggressiveness levels. These findings may serve as a basis for correctional institutions to design targeted interventions aimed at reducing inmates’ aggressiveness.
Keywords: aggression, violence, inmates, prisoner, BPAQ
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Inggrid Amadea Tambun - Nama Orang
Natalia Widiasih Raharjanti - Nama Orang - No. Panggil
-
S25165fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xvii, 80 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S25165fk | S25165fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi