Skripsi
Comparing The Cortical Response In Higher-Order Auditory Cortex Of Cochlear Implant-Stimulated Unilaterally Deaf Cats With Bilaterally Hearing Cats = Membandingkan Respons Kortikal Auditori Pada Higher-Order Cortex Kucing Tuli Sebelah Dengan Kucing Mendengar Bilateral Menggunakan Stimulus Elektrik Implan Koklea.
Introduction Congenital unilateral deafness is marked by hearing loss that occurs since birth, in which one ear has normal hearing while the other experiences severe deafness, resulting in plastic reorganization of the auditory cortex due to asymmetric auditory input. Hence, this study aims to compare the cortical response in the higher-order cortex of cochlearimplant-stimulated unilaterally deaf cats with bilaterally hearing cats as animal models in the primary auditory cortex (A1) and posterior auditory field (PAF). Additionally, this study also aims to compare the cortical response in A1 with PAF in each group as well as the hemisphere preference in unilateral deafness and hearing control. Method The tests were performed on four cochlear-implanted unilaterally deaf cats and six bilaterally hearing cats. Auditory responses were recorded using invasive techniques (intracortical electrodes in A1 and PAF for LFP recording). MATLAB vR2023b software will be used for data running, including grand mean LFP analysis. Statistical analysis compared cortical response latency and amplitude between unilaterally deaf and bilaterally deaf cats using Independent T-tests or Mann-Whitney tests based on data distribution in IBM SPSS Statistics. Results Results show a significant difference in the cortical auditory response latency and amplitude in A1 and PAF (p < 0.001). However, the cortical response latency in the higher-order cortex in cochlear implant-stimulated unilaterally deaf cats is longer than in the bilaterally hearing cats, while the amplitude is higher. The hemisphere preference in the higher-order cortex in the bilaterally hearing cats is contralateral to stimulation, while the hemisphere preference in unilaterally deaf cats is contralateral to hearing when stimulated in the hearing hemisphere. Conclusion This study shows reorganization in cochlear-implanted unilateral deafness, both in A1 and PAF, indicating the essence of bilateral cochlear implantation in unilateral congenitally deaf children. Future research should consider comparing each channel and site in each cat to exhibit consistent results for hemisphere preference and intergroup comparisons.
Keywords: Cortical response, auditory cortex, latency, amplitude, unilateral congenital deafness, bilateral hearing, cochlear implants
Latar Belakang Tuli unilateral kongenital terjadi sejak lahir, yang mana salah satu telinga memiliki pendengaran normal sedangkan telinga lain mengalami kehilangan pendengaran yang parah, menyebabkan reorganisasi plastik korteks auditori akibat masukan auditori yang tidak simetris. Studi ini bertujuan untuk membandingkan respons kortikal di korteks tingkat tinggi pada kucing dengan impla semen kochlear yang merangsang yang tunarungu secara unilateral dengan kucing yang pendengarannya bilateral sebagai model hewan di korteks auditori primer (A1) dan lapangan auditori posterior (PAF). Studi ini juga memiliki tujuan untuk membandingkan respons kortikal di A1 dengan PAF dalam setiap kelompok serta preferensi hemisfer dalam ketulian unilateral dan kontrol pendengaran. Metode Studi melibatkan empat kucing tuli unilateral yang diimplan koklear dan enam kucing dengan pendengaran bilateral. Respons pendengaran direkam dengan teknik invasif (elektroda intrakortikal di A1 dan PAF untuk perekaman LFP). Analisis data menggunakan perangkat lunak MATLAB vR2023b untuk analisis rata-rata LFP besar. Perbandingan statistik terhadap latensi respons kortikal dan amplitudo antara kucing tunarungu unilateral dan kucing tunarungu bilateral dilakukan dengan uji Independent T atau uji Mann-Whitney dalam IBM SPSS Statistics. Hasil: Ditemukan perbedaan signifikan dalam latensi respons auditif kortikal dan amplitudo di A1 dan PAF (p < 0,001). Latensi respons kortikal lebih lama pada kucing tunarungu dengan implant koklear dibandingkan dengan kucing pendengaran bilateral, sementara amplitudonya lebih tinggi. Preferensi hemisfer dalam korteks tingkat tinggi adalah kontralateral terhadap stimulasi pada kucing pendengar bilateral, sedangkan pada kucing tuli unilateral, preferensi hemisfer adalah kontralateral terhadap pendengaran saat distimulasi di hemisfer pendengaran. Kesimpulan: Studi ini mengungkapkan reorganisasi korteks auditori pada kucing tunarungu dengan implan koklear, menyoroti pentingnya implan koklear bilateral pada anak dengan ketulian unilateral kongenital. Penelitian mendatang sebaiknya menyelidiki perbandingan saluran dan lokasi individu untuk memastikan hasil yang konsisten terkait preferensi hemisfer dan perbandingan antar kelompok.
Kata Kunci: Respons kortikal, korteks auditori, latensi, amplitudo, ketulian unilateral kongenital, pendengaran bilateral, implan koklea
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2023
- Pengarang
-
Elvina Firdaus - Nama Orang
Prasandhya Astagiri Yusuf - Nama Orang - No. Panggil
-
S23229fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 KKI., 2023
- Deskripsi Fisik
-
xvii, 64 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
English
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
S23
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S23229fk | S23229fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi