Tesis
Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner 15 Dimensi, Studi Aplikatif Kualitas Hidup Pasca Tatalaksana Fraktur Wajah Tengah menggunakan Kuesioner 15D, SF-36 dan OHIP-14 = Validity and Reliability Test of the 15-Dimension Questionnaire: An Applied Study ofQuality of Life After Midfacial Fracture Treatment Using the 15D, SF-36, and OHIP-14 Questionnaire.
Latar Belakang : Fraktur wajah tengah merupakan salah satu cedera trauma yang sering terjadi dan dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap fungsi fisiologis, estetika, serta aspek psikologis dan sosial pasien. Evaluasi keberhasilan tatalaksana fraktur wajah tengah tidak hanya ditentukan oleh parameter klinis dan radiologis, tetapi juga oleh kualitas hidup pasien pasca terapi. Kuesioner kualitas hidup yang valid dan reliabel diperlukan untuk menilai dampak fraktur secara komprehensif. Kuesioner SF-36 dan OHIP-14 telah tervalidasi dalam bahasa Indonesia, namun kuesioner 15D belum memiliki versi adaptasi bahasa Indonesia yang teruji. Tujuan : Menilai validitas dan reliabilitas kuesioner 15D adaptasi bahasa Indonesia serta mengevaluasi kualitas hidup pasien pasca tatalaksana fraktur wajah tengah menggunakan kuesioner 15D, SF-36 dan OHIP-14 serta hubungannya dengan tingkat keparahan cedera berdasarkan Facial Injury Severity Scale (FISS). Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional yang terdiri dari dua tahap. Tahap pertama meliputi proses adaptasi lintas budaya kuesioner 15D ke dalam bahasa Indonesia melalui forward translation, backward translation, evaluasi komite ahli dan uji coba, dilanjutkan dengan uji validitas dan reliabilitas. Tahap kedua merupakan studi aplikatif pada pasien pasca operasi rekonstruksi fraktur wajah tengah di RS Cipto Mangunkusumo. Penilaian kualitas hidup dilakukan menggunakan kuesioner 15D, SF-36 dan OHIP-14 serta dihubungkan dengan tingkat keparahan cedera berdasarkan FISS. Hasil : Kuesioner 15D adaptasi bahasa Indonesia menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik (Cronbach’s alpha > 0,70). Penilaian kualitas hidup pasca operasi fraktur wajah tengah pada 21 pasien menggunakan kuesioner 15D, SF-36 dan OHIP-14 menunjukkan kualitas hidup kategori sedang hingga baik. Analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara kualitas hidup dan tingkat keparahan fraktur berdasarkan FISS. Kesimpulan : Kuesioner 15D adaptasi bahasa Indonesia merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk menilai kualitas hidup pasien pasca fraktur wajah tengah. Tingkat keparahan fraktur berdasarkan FISS tidak berhubungan secara bermakna dengan kualitas hidup pasien pasca rekonstruksi wajah tengah.
Kata Kunci : Fraktur wajah tengah, kualitas hidup, 15D, SF-36, OHIP-14, validitas, reliabilitas
Background: Midfacial fractures are a common traumatic injury and can significantly impact physiological function, aesthetics, and psychological and social aspect of patients. Evaluation of the success of midfacial fracture treatment is determined not only by clinical and radiological parameters but also by the patient’s quality of life after treatment. A valid and reliable quality of life questionnaire is needed to comprehensively assess the impact of fracture. The SF-36 and OHIP-14 questionnaires have been validated in Indonesian, but the 15D questionnaire does not yet have a tested Indonesian adaptation. Objective: To assess the validity and reliability of the Indonesian adaptation of the 15D questionnaire and to evaluate the quality of life of patients after midfacial fracture management using the 15D, SF-36, and OHIP-14 questionnaires and their correlation with the severity of injury based on the Facial Injury Severity Scale (FISS). Methods: This observational study consisted of two phases. The first phase involved cross-cultural adaptation of the 15D questionnaire into Indonesian through forward translation, backward translation, expert committee evaluation, and pilot testing, followed by validity and reliability analyses. The second phase was an applicative study conducted among patients who had undergone reconstructive surgery for midfacial fractures at Cipto Mangunkusumo Hospital. Quality of life was assessed using the 15D, SF-36, and OHIP-14 questionnaires and analyzed the correlation to injury severity based on the Facial Injury Severity Scale (FISS). Results: The Indonesian adaptation of the 15D questionnaire demonstrated good validity and reliability (Cronbach’s alpha > 0.70). Quality-of-life assessment after midfacial fracture in 21 patients using 15D, SF-36 and OHIP-14 questionnaires showed moderate to good quality of life. Analysis showed no significant association between quality of life and fracture severity based on the FISS. Conclusion: The Indonesian adaptation of the 15D questionnaire is valid and reliable instrument for assessing quality of life in patients after midface fractures. Fracture severity based on the FISS is not significantly associated with quality of life after midfacial reconstruction.
Keywords:Midfacial fracture, quality of life, 15D, SF-36, OHIP-14, validity, reliability
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2026
- Pengarang
-
FARAH SORAYA - Nama Orang
Dini Widiarni Widodo - Nama Orang
Trimartani Koento - Nama Orang - No. Panggil
-
T26007fk
- Penerbit
- Jakarta : Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok, Bedah Kepala Leher., 2026
- Deskripsi Fisik
-
xxi, 144 hlm., 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T26
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T26007fk | T26007fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi