Tesis
Hubungan kadar Albumin Serum dengan Phase Angle Pasien Lanjut Usia di Poliklinik Geriatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo = Association between Serum Albumin Levels and Phase Angle in Elderly Patients at the Geriatric Outpatient Clinic of Cipto Mangunkusumo Hospital.
Latar belakang: Phase angle (PhA) merupakan indikator integritas membran sel dan sering digunakan untuk menilai kesehatan seluler. Albumin serum juga merupakan salah satu penanda status nutrisi, meskipun dipengaruhi oleh berbagai faktor non-nutrisi lainnya. Hingga saat ini belum diketahui hubungan kadar albumin serum dengan PhA pada populasi lansia rawat jalan di Indonesia. Metode: Penelitian potong lintang ini dilakukan pada 93 pasien lanjut usia (60–80 tahun) di Poliklinik Geriatri RSCM. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik subjek, pemeriksaan kadar albumin serum, dan penilaian PhA menggunakan alat bioimpedance analysis. Uji korelasi Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan data yang seluruhnya berdistribusi normal. Hasil: Sebagian besar subjek adalah perempuan (64,5%) dengan nilai tengah usia 71 (60–78) tahun. Rerata kadar albumin serum seluruh subjek adalah 4,36 ± 0,26 g/dL, sedangkan rerata nilai PhA adalah 4,69 ± 0,64 derajat. Data albumin serum memiliki sebaran yang sempit dan seluruhnya berada pada rentang normal. Sementara itu, nilai PhA subjek penelitian ini juga cukup baik, sejalan dengan status nutrisi dan aktivitas fisik yang baik pada sebagian besar subjek. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat korelasi bermakna antara kadar albumin serum dan PhA (r=0,115; p=0,274). Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan bermakna antara kadar albumin serum dengan nilai PhA pada pasien lansia rawat jalan. Homogenitas data albumin serum pada populasi penelitian ini kemungkinan berkontribusi terhadap tidak ditemukannya korelasi tersebut.
Kata kunci: albumin serum, phase angle, lanjut usia
Background: Phase angle (PhA) is an indicator of cell membrane integrity and is widely used to assess cellular health. Serum albumin is also a marker of nutritional status, although it is influenced by various non-nutritional factors. To date, the association between serum albumin levels and PhA in the elderly outpatient population in Indonesia remains unknown. Methods: This cross-sectional study included 93 older adults (60–80 years) at the Geriatric Outpatient Clinic of Cipto Mangunkusumo Hospital. Collected data included subject characteristics, serum albumin levels, and PhA measured using bioelectrical impedance analysis. Pearson correlation analysis was performed because all variables were normally distributed. Results: Most subjects were female (64.5%) with a median age of 71 (60–78) years. The mean serum albumin level was 4.36 ± 0.26 g/dL, while the mean PhA value was 4.69 ± 0.64 degrees. Serum albumin levels showed a narrow distribution and were entirely within the normal range. Meanwhile, PhA values were relatively good, consistent with the generally adequate nutritional status and physical activity levels of the subjects. Analysis revealed no significant correlation between serum albumin levels and PhA (r=0,115; p=0,274). Conclusion: No significant association was found between serum albumin levels and PhA in elderly outpatients. The homogeneity of serum albumin levels in this study population may have contributed to the absence of correlation.
Keywords: serum albumin, phase angle, elderly
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Jessica Winarsa - Nama Orang
Diana Sunardi - Nama Orang
Arya Govinda R - Nama Orang - No. Panggil
-
T25552fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Program Studi Ilmu Gizi Klinik., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xvii, 64 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25552fk | T25552fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi