Tesis
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja operasional dan organisasional pada anggota Detasemen Deteksi Paspampres = Analysis of factors associated with operational and organizational work stress in members of the Paspampres Detection Detachment.
Berdasarkan survei 2023, secara global, masalah kesehatan mental menjadi yang terbesar (44%).1 Stres kerja, terutama pada pekerja yang menjaga stabilitas negara, seperti tentara, juga meningkat. Penelitian menunjukkan bahwa 67,5% TNI AD mengalami stres kerja sedang.51 Raceanu AR (2023) mengidentifikasi dua jenis stres kerja yaitu stres kerja operasional (OpS) dan organisasional (OrgS). Penelitian di Indonesia menggunakan kuesioner PSQ-OpS dan PSQ-OrgS telah dilakukan pada populasi anggota POLRI, namun belum ada untuk populasi militer khususnya Paspampres. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja operasional dan organisasional pada anggota Detasemen Deteksi Paspampres menggunakan kuesioner PSQ. Penelitian potong lintang dilakukan pada 147 anggota Detasemen Deteksi Paspampres menggunakan total sampling. Data dikumpulkan secara daring dengan instrumen PSQ-Op, PSQ-Org, Brief COPE & COPSOQ III. Analisis menggunakan regresi logistik. Prevalensi anggota Detasemen Deteksi Paspampres yang mengalami stres kerja operasional sebesar 57,5% sedangkan prevalensi stres kerja organisasional memiliki persentase sebesar 72,3%. Variabel yang paling berhubungan dengan terjadinya stres kerja operasional adalah status pernikahan (p = 0.042; aOR 0.288; 95% CI 0.087-0.953) dan variabel kemampuan coping mechanism (p = 0.002; aOR 1.048; 95% CI 1.017-1.080). Variabel yang paling berhubungan dengan terjadinya stres kerja organisasional hanya satu yaitu kemampuan coping mechanism (p < 0.001; aOR 1.087; 95% CI 1.045-1.130). Faktor yang paling berhubungan dengan stres kerja operasional adalah status pernikahan dan kemampuan coping mechanism. Sedangkan faktor yang paling berhubungan dengan stres kerja organisasional hanya satu yaitu faktor kemampuan coping mechanism.
Kata kunci: Stres kerja; militer; Paspampres
Based on a 2023 survey, globally, mental health problems are the biggest (44%). Work stress, especially among workers who maintain national stability, such as soldiers, is also increasing. Research shows that 67.5% of the Indonesian Army experience moderate work stress. Raceanu AR (2023) identified two types of work stress: operational (OpS) and organizational (OrgS) work stress. Research in Indonesia using the PSQ-OpS and PSQ-OrgS questionnaires has been conducted on the Indonesian National Police (POLRI) population, but there has been no research on the military population, specifically the Presidential Security Forces (Paspampres). Therefore, this study aims to determine the factors related to operational and organizational work stress among members of the Paspampres Detachment using the PSQ questionnaire. A cross-sectional study was conducted on 140 members of the Paspampres Detachment Detachment using total sampling. Data were collected online using the PSQ-Op, PSQ-Org, Brief COPE, and COPSOQ III. Logistic regression was used for analysis. The prevalence of operational work stress among members of the Paspampres Detection Detachment was 57.5%, while the prevalence of organizational job stress reached 72.3%. The variables most significantly associated with operational work stress were marital status (p = 0.042; aOR = 0.288; 95\% CI = 0.087–0.953) and coping mechanism ability (p = 0.002; aOR = 1.048; 95\% CI = 1.017–1.080). Regarding organizational work stress, the only significantly associated variable was coping mechanism ability (p < 0.001; aOR = 1.087; 95\% CI = 1.045–1.130). The factors most significantly associated with operational work stress are marital status and coping mechanism ability. Meanwhile, the only factor significantly associated with organizational work stress is coping mechanism ability.
Keywords: Work Stress; military; Paspampres
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2026
- Pengarang
-
Maulidya Sari - Nama Orang
Agus Sugiharto - Nama Orang
Endang Parahyanti - Nama Orang - No. Panggil
-
T26006fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi Magister Kedokteran Kerja., 2026
- Deskripsi Fisik
-
xv, 87 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T26
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T26006fk | T26006fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi