Tesis
Efektivitas Manual Akupunktur sebagai Terapi Ajuvan pada Pasien Kanker Kepala Leher yang Menjalani Kemoradiasi Di Poliklinik Onkologi Radiasi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo = Effectiveness of manual acupuncture as an adjuvant therapy for head and neck cancer patients undergoing chemoradiation at the Radiation Oncology Polyclinic of RSUPN DR. Cipto Mangunkusumo.
Latar Belakang: Leukopenia merupakan efek samping kemoradiasi yang sering terjadi pada pasien Kanker Kepala dan Leher (KKL) yang dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas, dan menurunkan kualitas hidup. Manual akupunktur direkomendasikan WHO (World Health Organization) sebagai terapi ajuvan untuk leukopenia, namun bukti efektivitasnya pada populasi KKL yang menjalani kemoradiasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas manual akupunktur terhadap parameter leukosit, Absolute Neutrophil Count (ANC), skor Visual Analogue Scale-Fatigue (VASF) dan kualitas hidup pada pasien KKL yang menerima kemoradiasi. Metode: Penelitian ini merupakan double-blind randomized controlled trial yang melibatkan 34 pasien KKL stadium III-IVA yang menjalani kemoradiasi. Subjek dibagi secara acak menjadi kelompok intervensi yang menerima manual akupunktur di titik ST36, SP6 (bilateral) CV4, dan CV6 sebanyak 21 sesi dan kelompok sham di titik akupunktur yang sama dengan menggunakan park sham needle device. Luaran primer adalah jumlah leukosit dan ANC, sedangkan luaran sekunder adalah skor Cancer Related Fatigue (CRF) menggunakan VAS-F dan kualitas hidup menggunakan kuesioner European Organization for Research and Treatment of Cancer (EORTC QLQ-C30). Hasil: Terdapat perbedaan dalam jumlah leukosit antar kelompok pada minggu ketujuh. Kelompok intervensi mempertahankan jumlah leukosit yang lebih tinggi (median: 6.24 vs 3.17;p=0,014) dibandingkan dengan kelompok sham. Analisis intrakelompok menunjukkan penurunan leukosit yang signifikan (p=0,002) mulai minggu kelima. Kelompok intervensi menunjukkan penurunan skor VAS-F yang lebih besar secara signifikan setelah sesi akupunktur pada minggu I, II, VI, dan VII (p < 0,05), serta penurunan skor fatigue pada EORTC QLQ-C30 yang signifikan secara intrakelompok (p=0,003). Gejala mual dan muntah juga secara signifikan lebih ringan pada kelompok intervensi (p=0,038). Kesimpulan: Manual akupunktur efektif sebagai terapi ajuvan untuk mempertahankan jumlah leukosit pada fase kemoradiasi, serta mengurangi gejala CRF dan mual-muntah pada pasien KKL.
Kata kunci: manual akupunktur, kanker kepala leher, kemoradiasi, leukopenia, cancerrelated fatigue.
Background: Leukopenia is a common adverse effect of chemoradiation in patients with Head and Neck Cancer (HNC), contributing to increased morbidity, mortality, and reduced quality of life. Manual acupuncture is recommended by the World Health Organization (WHO) as an adjuvant therapy for leukopenia; however, evidence regarding its effectiveness specifically in HNC patients undergoing chemoradiation remains limited. This study aimed to evaluate the effectiveness of manual acupuncture on leukocyte count, Absolute Neutrophil Count (ANC), Visual Analogue Scale-Fatigue (VAS-F) scores, and quality of life in HNC patients receiving chemoradiation. Methods: This study was a double-blind randomized controlled trial involving 34 stage III–IVA HNC patients undergoing chemoradiation. Subjects were randomly assigned to an intervention group receiving manual acupuncture at ST36, SP6 (bilateral), CV4, and CV6 for 21 sessions, or a sham group receiving stimulation at the same points using the Park Sham Needle device. Primary outcomes were leukocyte count and ANC, while secondary outcomes included cancer-related fatigue (CRF) assessed using VAS-F and quality of life evaluated with the European Organization for Research and Treatment of Cancer questionnaire (EORTC QLQ-C30). Results: A significant between-group difference in leukocyte count was observed at week seven, with the intervention group maintaining higher leukocyte levels (median: 6.24 vs 3.17; p = 0.014) compared with the sham group. Intracategory analysis showed a significant decline in leukocyte count beginning at week five (p = 0.002). The intervention group demonstrated significantly greater reductions in VAS-F scores after acupuncture sessions in weeks I, II, VI, and VII(p < 0.05), as well as a significant intragroup reduction in fatigue scores on the EORTC QLQ-C30 (p = 0.003). Nausea and vomiting symptoms were also significantly milder in the intervention group (p = 0.038. Conclusion: Manual acupuncture is effective as an adjuvant therapy for maintaining leukocyte count during chemoradiation and for reducing cancer-related fatigue and nausea-vomiting in HNC patients.
Keywords : manual acupuncture, head and neck cancer, chemoradiation, leukopenia, cancer-related fatigue.
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Thia Wanudyo Hutami - Nama Orang
Andhika Rachman - Nama Orang
Henry Kodrat - Nama Orang
Irma Nareswari - Nama Orang
Sri Wahdini - Nama Orang - No. Panggil
-
T25550fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi Akupunktur Medik., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xxi, 162 hlm., 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25550fk | T25550fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi