Tesis

Korelasi Rasio C-Reactive Protein terhadap Albumin Serum dengan Appendicular Skeletal Muscle Index pada Pasien Lanjut Usia di Poliklinik Geriatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo = Correlation Between C-Reactive Protein to Serum Albumin Ratio and Appendicular Skeletal Muscle Index in Elderly Patients at Geriatric Clinic of Cipto Mangunkusumo Hospital.

Latar Belakang: Lansia berisiko tinggi mengalami penurunan massa otot yang menurunkan mobilitas dan kualitas hidup. Appendicular skeletal muscle index (ASMI) menilai massa otot rangka, tetapi pemeriksaannya dengan dual-energy X-ray absorptiometry (DXA) atau bioelectrical impedance analysis (BIA) belum luas tersedia. Rasio C-reactive protein terhadap albumin (RCA) dikembangkan sebagai penanda inflamasi sistemik yang lebih stabil dan diduga berhubungan dengan penurunan massa otot, namun bukti pada lansia rawat jalan di Indonesia masih terbatas. Metode: Penelitian potong lintang ini melibatkan 93 pasien lansia berusia ≥60 tahun di Poliklinik Terpadu Geriatri RSCM, Jakarta. RCA dihitung dari kadar C-reactive protein (CRP) kuantitatif (mg/dL) dibagi albumin serum (g/dL). ASMI diukur menggunakan BIA multifrekuensi Seca® mBCA 525. Korelasi RCA dengan ASMI dianalisis menggunakan uji Spearman (p < 0,05). Hasil: Sebanyak 93 subjek dianalisis, mayoritas perempuan (63,4%) dengan rerata usia 71 tahun. Median CRP 0,09 mg/dL, rerata albumin 4,36 g/dL, dan median RCA 0,02 mg/g, menunjukkan inflamasi tingkat rendah. Rerata ASMI 3,90±0,74 kg/m², seluruh subjek memiliki massa otot rendah, dan ASMI secara bermakna lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan (p < 0,001). RCA tidak berkorelasi dengan ASMI (r=–0,002; p=0,988). ASMI berkorelasi positif dengan skor MNA-SF (r=0,367; p < 0,001) dan IMT (r=0,497; p < 0,001), serta menunjukkan korelasi positif lemah dengan asupan energi (r=0,303; p=0,003) dan asupan protein (r=0,234; p=0,024). Kesimpulan: RCA tidak memiliki korelasi dengan ASMI pada lansia rawat jalan di poliklinik geriatri dengan tingkat inflamasi rendah.
Kata kunci: Lansia, rasio C-reactive protein terhadap albumin, RCA, appendicular skeletal muscle index


Background: Elderly are at high risk of skeletal muscle loss, which impairs physical performance and quality of life. Appendicular skeletal muscle index (ASMI) quantifies muscle mass, but dual-energy X-ray absorptiometry (DXA) and bioelectrical impedance analysis (BIA) are not widely available in primary care. The C-reactive protein to albumin ratio (CAR) is a marker of systemic inflammation and has been proposed to reflect muscle loss, but evidence in elderly outpatients in Indonesia is limited. Methods: This cross-sectional study included 93 elderly patients aged ≥60 years at the Geriatric Clinic, Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta. CAR was calculated from quantitative C-reactive protein (CRP) (mg/dL) divided by serum albumin (g/dL). ASMI was measured using multifrequency BIA Seca® mBCA 525. Data were analysed using Pearson’s and Spearman’s test (p

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Anggita Citra Resmi - Nama Orang
Diana Sunardi - Nama Orang
Nina Kemala Sari - Nama Orang

No. Panggil
T25544fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Program Studi Ilmu Gizi Klinik.,
Deskripsi Fisik
xvii, 115 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25544fkT25544fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Korelasi Rasio C-Reactive Protein terhadap Albumin Serum dengan Appendicular Skeletal Muscle Index pada Pasien Lanjut Usia di Poliklinik Geriatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo = Correlation Between C-Reactive Protein to Serum Albumin Ratio and Appendicular Skeletal Muscle Index in Elderly Patients at Geriatric Clinic of Cipto Mangunkusumo Hospital.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.