Tesis

Korelasi Phase Angle dengan Kekuatan Genggam Tangan Pada Pasien Lanjut Usia di Poliklinik Geriatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo = Correlation between Phase Angle and Handgrip Strength in Elderly Patients at the Geriatric Clinic of Cipto Mangunkusumo Hospital.

Latar Belakang: Peningkatan populasi lansia di masa mendatang berimplikasi peningkatan masalah kesehatan, salah satunya akibat penurunan kuantitas dan kualitas otot. Phase angle (PhA) merupakan salah satu parameter yang didapatkan dari pemeriksaan komposisi tubuh dengan BIA dan mencerminkan kualitas otot. Kekuatan genggam tangan (KGT) merupakan uji sederhana untuk melihat kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan melihat korelasi antara PhA dengan KGT pada lansia di Poliklinik Geriatri. Metode: Penelitian potong lintang ini melibatkan 82 lansia yang berkunjung di Poliklinik Geriatri RSCM. Nilai PhA didapatkan dari pengukuran menggunakan BIA multifrekuensi seca® mBCA 525, sedangkan KGT didapatkan dari dinamometer merek JAMAR® pada tangan dominan. Korelasi PhA dengan KGT dianalisis menggunakan uji Spearman (p < 0,05). Hasil: Mayoritas subjek penelitian berstatus nutrisi obesitas derajat satu dan memiliki indeks massa otot normal. Phase angle rendah didapatkan pada 4 subjek, dan lebih dari setengah subjek memiliki KGT rendah. Terdapat korelasi antara PhA dengan KGT pada pasien lansia (r = 0,371, p < 0,001). Kesimpulan: Phase angle berkorelasi dengan KGT pada lansia di Poliklinik Geriatri RSCM.
Kata kunci: phase angle; kekuatan genggam tangan; lanjut usia.


Background: The projected increase in the older adult population in the coming years is expected to be accompanied by a rising burden of health problems, partly due to declines in muscle quantity and quality. Phase angle (PhA) is a parameter derived from body composition assessment using bioelectrical impedance analysis (BIA) and reflects muscle quality. Handgrip strength (HGS) is a simple test to assess muscle strength. This study aimed to examine the correlation between PhA and HGS among elderly attending the Geriatric Outpatient Clinic. Methods: This cross-sectional study included 82 elderly attending the Geriatric Clinic of Cipto Mangunkusumo Hospital (RSCM). Phase angle (PhA) was obtained using multifrequency BIA (seca® mBCA 525), while handgrip strength (HGS) was measured using a JAMAR® dynamometer on the dominant hand. The correlation between PhA and HGS was analyzed using Spearman’s correlation test (p < 0.05). Results: The majority of study participants had class I obesity and normal skeletal muscle index. Low phase angle (PhA) was observed in four participants, and more than half of the participants had low handgrip strength (HGS). A significant correlation was found between PhA and HGS among elderly outpatients at the Geriatric Clinic of RSCM (r = 0.371, p < 0.001). Conclusion: Phase angle was correlated with handgrip strength in elderly attending the Geriatric Clinic of RSCM.
Keywords: phase angle; handgrip strength; elderly.

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

DEWI Wulandari - Nama Orang
Krisadelfa Sutanto - Nama Orang
Noto Dwimartutie - Nama Orang

No. Panggil
T25540fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Program Studi Ilmu Gizi Klinik.,
Deskripsi Fisik
xix, 83 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25540fkT25540fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Korelasi Phase Angle dengan Kekuatan Genggam Tangan Pada Pasien Lanjut Usia di Poliklinik Geriatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo = Correlation between Phase Angle and Handgrip Strength in Elderly Patients at the Geriatric Clinic of Cipto Mangunkusumo Hospital.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.