Skripsi

The Association of Key Risk Factors with Mortality in AAA Patients in RSCM and RSUI, Indonesia = Hubungan Faktor Risiko Utama dengan Mortalitas pada Pasien Abdominal Aortic Aneurysm (AAA) di RSCM dan RSUI, Indonesia.

Introduction Abdominal Aortic Aneurysm (AAA) is a vascular condition characterized by localized aortic dilation. Despite its potential for catastrophic rupture, AAA often remains asymptomatic until critical stages. This study aims to address the paucity of research on AAA in the Indonesian population by investigating its prevalence, associated risk factors, and clinical characteristics. Method This study utilized a retrospective cross-sectional analysis of medical records from 2009 to 2024 at RSCM and RSUI hospitals, employing descriptive statistics and logistic regression to identify significant predictors of AAA severity among 80 patients. Results The study found that Peripheral Artery Disease (PAD) significantly impacts the clinical outcomes of Abdominal Aortic Aneurysm (AAA) patients, increasing mortality rates. Additionally, the prevalence of AAA is higher among older males and the Javanese ethnic group, with common risk factors being hypertension, smoking, and cardiovascular disease. Conclusion PAD is a critical factor in AAA outcomes, necessitating focused management to improve survival rates. Further research is required to explore additional predictors and interactions to enhance AAA prognosis and intervention strategies.
Keywords: Abdominal Aortic Aneurysm, Prevalence, Cardiovascular Health, Risk Factors, Public Health, Indonesia


Pendahuluan Abdominal Aortic Aneurysm (AAA) merupakan kondisi vaskular yang ditandai dengan dilatasi lokal pada aorta. Meskipun berpotensi menyebabkan ruptur yang fatal, AAA sering kali bersifat asimtomatik hingga mencapai stadium lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan data terkait AAA pada populasi Indonesia dengan mengkaji prevalensi, faktor risiko yang berhubungan, serta karakteristik klinis pasien AAA. Metode Penelitian ini menggunakan desain retrospektif potong lintang dengan analisis rekam medis pasien dari tahun 2009 hingga 2024 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi logistik untuk mengidentifikasi prediktor signifikan terhadap tingkat keparahan dan mortalitas AAA pada 80 pasien. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyakit Arteri Perifer memiliki pengaruh signifikan terhadap luaran klinis pasien AAA, khususnya dalam meningkatkan angka mortalitas. Selain itu, prevalensi AAA lebih tinggi pada laki-laki usia lanjut dan kelompok etnis Jawa. Faktor risiko yang paling umum ditemukan meliputi hipertensi, kebiasaan merokok, dan penyakit kardiovaskular. Kesimpulan PAD merupakan faktor penting yang mempengaruhi luaran klinis dan mortalitas pada pasien AAA, sehingga diperlukan penatalaksanaan yang lebih terfokus untuk meningkatkan angka kelangsungan hidup. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi prediktor lain serta interaksi antar faktor risiko guna meningkatkan prognosis dan strategi intervensi pada pasien AAA.
Kata kunci: Abdominal Aortic Aneurysm, Prevalensi, Kesehatan Kardiovaskular, Faktor Risiko, Kesehatan Masyarakat, Indonesia

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2024
Pengarang

Tiana Alisjahbana - Nama Orang
Nyityasmono Tri Nugroho - Nama Orang

No. Panggil
S24202fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 KKI.,
Deskripsi Fisik
xiii, 59 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
English
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
S24202fkS24202fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of The Association of Key Risk Factors with Mortality in AAA Patients in RSCM and RSUI, Indonesia = Hubungan Faktor Risiko Utama dengan Mortalitas pada Pasien Abdominal Aortic Aneurysm (AAA) di RSCM dan RSUI, Indonesia.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.