Skripsi

Antimicrobial Activity of Ethanol Extract of Centella asiatica Leaves Against Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 Using In Vitro Serial Dilution Method = Aktivitas Antimikroba Ekstrak Ethanol Daun Centella asiatica terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 Menggunakan Metode Pengenceran Serial In Vitro.

Introduction: Bacterial infection originating from Pseudomonas aeruginosa poses threat to immunocompromised and inpatient people manifesting into various disease manifestations and even life-threatening septic infection. Through years of administration of antibiotics in eradicating Pseudomonas aeruginosa, a good proportion of this bacteria has been resistant to current antibiotic regimen. One of the efforts to manage this problem comes from Centella asiatica or Pegagan that have been known to have antimicrobial phytochemicals. Therefore, this suggests that Centella asiatica become a new potential as antimicrobial against Pseudomonas aeruginosa. Method: Antimicrobial potency was achieved by minimum inhibitory concentration (MIC) which was done using Centella asiatica ethanolic leaves extract and Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Ten concentrations of Centella asiatica were acquired through serial dilution method then incorporated with the bacteria. Control groups were added consisting of bacterial, antimicrobial, and medium controls. The MIC procedure was done three times with each experiment done in duplo. MIC value was obtained from the highest concentration of Centella asiatica ethanolic leaves extract that showed a negative growth of Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 after incubation for 18-24 hours. The final MIC value was gained by averaging MIC values from all the experiments. Results: Centella asiatica ethanolic leaves extract showed an antimicrobial activity characterized by negative growth of bacteria in the highest concentration which was 900 mg/mL as the MIC value. Conclusion: The antimicrobial activity of Centella asiatica had been confirmed to inhibit the growth of Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. The MIC obtained from this study which was 900 mg/mL was significantly higher than previous studies, possibly contributing to different extraction and differences in the origin of the Centella asiatica and Pseudomonas aeruginosa were obtained from.
Keywords: Pseudomonas aeruginosa, Centella asiatica, Minimum inhibitory concentration


Latar Belakang: Infeksi bakteri yang berasal dari bakteri Pseudomonas aeruginosa mengancam individu dengan kekebalan imun yang terganggu dan pasien rumah sakit dengan berbagai manifestasi penyakit bahkan infeksi septik yang mengancam jiwa. Dalam pemberian antibiotik untuk eradikasi Pseudomonas aeruginosa, sebagian besar bakteri ini telah menjadi resisten terhadap regimen antibiotik tersebut. Salah satu upaya untuk mengelola masalah ini berasal dari Centella asiatica atau Pegagan yang telah diketahui memiliki fitokimia antimikroba. Oleh karena itu, hal ini menyarankan bahwa Centella asiatica menjadi potensi baru sebagai antimikroba terhadap Pseudomonas aeruginosa. Metode: Potensi antimikroba dicapai dengan konsentrasi hambatan minimum (MIC) yang dilakukan menggunakan ekstrak daun etanol Centella asiatica dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Sepuluh konsentrasi Centella asiatica diperoleh melalui metode dilusi bertingkat kemudian dicampur dengan bakteri. Kelompok kontrol ditambahkan yang terdiri dari kontrol bakteri, antimikroba, dan medium. Prosedur MIC dilakukan tiga kali dengan setiap eksperimen dilakukan ganda. Nilai MIC diperoleh dari konsentrasi tertinggi ekstrak daun etanol Centella asiatica yang menunjukkan pertumbuhan negatif Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 setelah inkubasi selama 18-24 jam. Nilai MIC akhir diperoleh dengan menghitung rata-rata nilai MIC dari semua eksperimen. Hasil: Ekstrak daun etanol Centella asiatica menunjukkan aktivitas antimikroba yang ditandai dengan pertumbuhan negatif bakteri pada konsentrasi tertinggi yaitu 900 mg/mL sebagai nilai MIC. Kesimpulan: Aktivitas antimikroba Centella asiatica telah terbukti menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. MIC yang diperoleh yaitu 900 mg/mL dari studi ini jauh lebih tinggi dari studi-studi sebelumnya, kemungkinan karena perbedaan ekstraksi dan perbedaan wilayah asal Centella asiatica dan Pseudomonas aeruginosa yang diperoleh.
Kata Kunci: Pseudomonas aeruginosa, Centella asiatica, Minimum inhibitory concentration

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2024
Pengarang

Fasya Razanah Paramitha - Nama Orang
Ariyani Kiranasari - Nama Orang

No. Panggil
S24194fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 KKI.,
Deskripsi Fisik
xiii, 43 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
English
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
S24194fkS24194fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Antimicrobial Activity of Ethanol Extract of Centella asiatica Leaves Against Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 Using In Vitro Serial Dilution Method = Aktivitas Antimikroba Ekstrak Ethanol Daun Centella asiatica terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 Menggunakan Metode Pengenceran Serial In Vitro.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.