Skripsi
Evaluation Of Social Media Utilization By Plastic Surgeons and NonPlastic Surgeons To Promote Plastic Surgery Procedures.
Introduction Social media has become essential for medical professionals, particularly plastic surgeons, to disseminate information about procedures. However, its broad accessibility also enables the spread of misinformation, potentially impacting patient perceptions. This study evaluates social media posts about plastic surgery made by both plastic surgeons and non-surgeons. Method Data scraping from social media using specific keywords was employed to categorize relevant content. The data was stored in an electronic database and analyzed for engagement levels using SPSS. Results The findings revealed equal usage of TikTok, Instagram, and Facebook (33.3% each). Among the respondents, 56.0% were plastic surgeons, while 44.0% were non-plastic surgeons, categorized as estheticians (12.6%), general practitioners (19.5%), and other specialists (11.9%). Crosstabulation and chi-square testing showed no significant correlation between occupation and procedure type or social media platform usage. Engagement indicators were comparable: non-plastic surgeons received 320 likes, 28 shares, and 51 comments, while plastic surgeons received 290 likes, 20 shares, and 44 comments (p-values of 0.599, 0.113, and 0.896, respectively). Conclusion There is no significant difference between plastic surgeons and non-surgeons in social media usage or engagement. Although plastic surgeons are more prevalent on social media, both groups exhibit similar engagement levels. This underscores the importance of well-crafted posts, consistent interaction, and accurate information from healthcare practitioners on social media. Future research should explore new platforms and broaden engagement metrics to better understand the influence of social media content on patient outcomes.
Keywords: Cosmetic surgery, plastic surgeon online branding, social media influence, social media strategies
Latar Belakang Media sosial telah menjadi hal yang penting bagi para profesional medis, terutama ahli bedah plastik, untuk menyebarkan informasi tentang prosedur. Namun, aksesibilitasnya yang luas juga memungkinkan penyebaran informasi yang salah, yang berpotensi mempengaruhi persepsi pasien. Studi ini mengevaluasi postingan media sosial tentang bedah plastik yang dibuat oleh ahli bedah plastik dan non-ahli bedah. Metode Pengambilan data dari media sosial menggunakan kata kunci tertentu dilakukan untuk mengkategorikan konten yang relevan. Data disimpan dalam basis data elektronik dan dianalisis untuk tingkat keterlibatan menggunakan SPSS. Hasil Temuan menunjukkan penggunaan TikTok, Instagram, dan Facebook yang sama (masing-masing 33,3%). Di antara responden, 56,0% adalah ahli bedah plastik, sementara 44,0% adalah non-ahli bedah plastik, yang dikategorikan sebagai ahli estetik (12,6%), dokter umum (19,5%), dan spesialis lainnya (11,9%). Uji crosstabulation dan chi-square menunjukkan tidak ada korelasi signifikan antara pekerjaan dan jenis prosedur atau penggunaan platform media sosial. Indikator keterlibatan sebanding: non-ahli bedah plastik menerima 320 likes, 28 shares, dan 51 komentar, sementara ahli bedah plastik menerima 290 likes, 20 shares, dan 44 komentar (nilai p masing-masing 0,599, 0,113, dan 0,896). Kesimpulan Tidak ada perbedaan signifikan antara ahli bedah plastik dan non-ahli bedah dalam penggunaan atau keterlibatan media sosial. Meskipun ahli bedah plastik lebih banyak terdapat di media sosial, kedua kelompok menunjukkan tingkat keterlibatan yang serupa. Hal ini menekankan pentingnya postingan yang ditulis dengan baik, interaksi yang konsisten, dan informasi yang akurat dari praktisi kesehatan di media sosial. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi platform baru dan memperluas metrik keterlibatan untuk lebih memahami pengaruh konten media sosial terhadap hasil pasien.
Kata Kunci: Bedah kosmetik, branding ahli bedah plastic secara daring, influens social media, pengaruh media sosial
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2023
- Pengarang
-
Khaliza Cut Az Zahra - Nama Orang
Mohamad Rachadian Ramadan - Nama Orang - No. Panggil
-
S23227fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 KKI., 2023
- Deskripsi Fisik
-
xii, 43 hlm, ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
English
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S23227fk | S23227fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi