Skripsi

The Effect Of Temperature For Producing Thayermartin Agar Media Using Sheep Blood On Neisseria Gonorrhoeae Growth With Various Inoculums = Pengaruh Suhu Dalam Pembuatan Media Agar Thayer-Martin Menggunakan Darah Domba Terhadap Pertumbuhan Neisseria Gonorrhoeae Dengan Berbagai Inokulum.

Introduction Thayer-Martin agar is a selective culture medium enriched with sheep's blood for the diagnosis ofNeisseria gonorrhoeae infections. The objective of this study is to determine the optimal temperature among various temperature variations during the preparation of Thayer-Martin agar when mixed with sheep's blood. This will be compared to the manufacturer's recommended procedure. Establishing the ideal temperature can enhance the accuracy of diagnosing Neisseria gonorrhoeae infections. Method This study uses an experimental laboratory design. Sheep blood was mixed into the Thayer-Martin agar using several temperatures, including 56°C, 65°C, 75°C, and 85°C. Following agar preparation, Neisseria gonorrhoeae ATCC 43069 is then inoculated onto the agar with McFarland standards of 0.5, 1.0, 2.0, and 3.0. The plates were then incubated under appropriate conditions to observe bacterial growth. Results Neisseria gonorrhoeae exhibited significant differences in growth patterns under various Thayer-Martin agar preparation temperatures, which is confirmed using ANOVA analysis with a p-value of 0.002. At 56°C, full growth was consistently observed across all McFarland turbidity standards (0.5, 1.0, 2.0, and 3.0). At 65°C, growth varied with a combination of full and Half Growth across standards. However, temperatures of 75°C and 85°C resulted in significantly reduced growth, showing only Half Growth across all standards. The post hoc analysis revealed that agar preparation at 56°C provided the most favourable conditions for Neisseria gonorrhoeae growth compared to other temperatures tested. Conclusion This study found that a temperature of 56°C provides optimal conditions for the growth of Neisseria gonorrhoeae because it results in maximum bacterial proliferation. Higher temperatures, such as 65°C, 75°C, and 85°C, lead to reduced bacterial growth, likely due to protein denaturation or bacterial cell damage at these temperatures.
Keywords: Inoculum, Neisseria gonorrhoeae bacteria, temperature


Latar Belakang Media agar Thayer-Martin merupakan media kultur selektif untuk diagnosis infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang diperkaya dengan darah domba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu optimum dari berbagai variasi suhu pembuatan agar Thayer-Martin saat pencampuran dengan darah domba, dibandingkan dengan suhu sesuai prosedur pabrikan. Menentukan suhu ideal ini dapat membantu meningkatkan akurasi diagnosis infeksi Neisseria gonorrhoeae. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan laboratorium eksperimental. Darah domba dicampur ke dalam agar Thayer-Martin menggunakan beberapa suhu berbeda, yaitu 56°C, 65°C, 75°C, dan 85°C. Setelah persiapan agar, Neisseria gonorrhoeae ATCC 43069 diinokulasikan ke agar dengan standar McFarland 0,5, 1,0, 2,0, dan 3,0. Plat kemudian diinkubasi dalam kondisi yang sesuai untuk mengamati pertumbuhan bakteri. Hasil Neisseria gonorrhoeae menunjukkan pola pertumbuhan yang bervariasi pada suhu persiapan agar Thayer-Martin yang berbeda, yang dikonfirmasi menggunakan analisis ANOVA dengan nilai p 0,002. Pada suhu 56°C, pertumbuhan penuh diamati secara konsisten di semua standar kekeruhan McFarland (0,5, 1,0, 2,0, dan 3,0). Pada suhu 65°C, pertumbuhan bervariasi dengan kombinasi pertumbuhan penuh dan setengah penuh di semua standar. Namun, suhu 75°C dan 85°C mengakibatkan pertumbuhan yang berkurang secara signifikan, hanya menunjukkan pertumbuhan setengah penuh di semua standar. Uji post hoc mengungkapkan bahwa persiapan agar pada suhu 56°C memberikan kondisi yang paling menguntungkan bagi pertumbuhan Neisseria gonorrhoeae dibandingkan dengan suhu lain yang diuji. Kesimpulan Penelitian ini menemukan bahwa suhu 56°C memberikan kondisi optimal untuk pertumbuhan Neisseria gonorrhoeae karena menghasilkan pertumbuhan bakteri yang maksimal. Suhu yang lebih tinggi, seperti 65°C, 75°C, dan 85°C, menyebabkan pertumbuhan bakteri yang berkurang, kemungkinan disebabkan oleh denaturasi protein atau kerusakan sel bakteri pada suhu tersebut.
Kata Kunci: Bakteri Neisseria gonorrhoeae, inokulum, suhu

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2024
Pengarang

Kayla Adyapratista Sumadiyo - Nama Orang
Ika Ningsih - Nama Orang

No. Panggil
S24191fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 KKI.,
Deskripsi Fisik
xv, 50 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
English
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
S24191fkS24191fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of The Effect Of Temperature For Producing Thayermartin Agar Media Using Sheep Blood On Neisseria Gonorrhoeae Growth With Various Inoculums = Pengaruh Suhu Dalam Pembuatan Media Agar Thayer-Martin Menggunakan Darah Domba Terhadap Pertumbuhan Neisseria Gonorrhoeae Dengan Berbagai Inokulum.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.