Tesis
Perbandingan Akupunktur Tanam benang di Titik EX-B2 Lumbal Pertama dengan Akupunktur Tanam Benang sham Terhadap Nyeri Akut dan Kualitas Hidup Pasca Laparoskopi Nefrektomi Donor Hidup = Comparison ofThread Embedding Acupuncture at the First Lumbar EX-B2 point with Sham Thread Implantation Acupuncture on Acute Pain and Quality of Life Post Laparoscopic Living Donor Nephrectomy Patients with Chronic.
Latar belakang: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif terapi Akupunktur Tanam Benang (ATB) di Titik EX-B2 Lumbal Pertama untuk mengurangi nyeri akut dan kualitas hidup donor yang hidup pasca nefrektomi laparoskopi. Metode: Studi ini adalah uji klinis acak tersamar ganda pada 32 subjek. Mereka dibagi menjadi kelompok intervensi (ATB dan terapi standar) dan kelompok kontrol (sham ATB dan terapi standar). Studi ini menggunakan jarum steril berisi benang monofilamen polydioxanone PDO 26G x 38 mm pada titik EX-B2 yang berada 0,5 Bcun lateral terhadap garis median posterior di kedua sisi proc. spinosus lumbal pertama. Terapi ATB hanya diberikan sekali, pada hari ke delapan sebelum operasi, dan evaluasi dilakukan menggunakan skala VAS yang dievaluasi setelah terapi pada hari ke 1, hari ke 2, hari ke 3 dan hari ke 14, serta kuesioner SF 36 sebelum operasi dan hari ke 14 setelah operasi. Hasil: Hasil pengukuran ATB (post terapi) pada hari ke 1, hari ke 2, hari ke 3 dan hari ke 14 setelah operasi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing memiliki skor VAS yang signifikan lebih rendah (p < 0,001; p = < 0,001;p= < 0,001; p = 0,002). Ini menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki skor VAS yang lebih rendah daripada kelompok kontrol (p < 0,05). Pengukuran kualitas hidup antar kelompok menunjukkan peningkatan signifikan dalam nyeri, fungsi sosial, kesehatan mental, dan kesehatan umum (p=0,045; p=0,014; p=0,001; dan p=0,020). Kedua kelompok tidak memiliki efek samping yang signifikan dari pemberian terapi. Kesimpulan: ATB dapat mengurangi gejala nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien pasca operasi yang ditandai dengan penurunan skor VAS dan peningkatan skor SF36. Meskipun peningkatan skor SF36 antar kedua kelompok hanya ditemukan pada domain kesehatan mental, fungsi sosial, nyeri dan kesehatan umum saja, namun dalam kelompok intervensi didapatkan peningkatan skor SF36 pada sebagian besar domain. Efek samping minimal menunjukkan bahwa terapi ini aman dan dapat menjadi alternatif dalam tatalaksana nyeri pasca operasi, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi jangka panjang terhadap kualitas hidup pasca operasi.
Kata kunci: Akupunktur, Nefrektomi Donor Hidup, Akupunktur Tanam Benang, VAS dan SF36.
Background: The purpose of this study was to determine the effectiveness of Thread Embedding Acupuncture (TEA) therapy at the EX-B2 point of the first lumbar spine in reducing acute pain and quality of life in living donors after laparoscopic nephrectomy. Methods: This study was a double-blind, randomized clinical trial involving 32 subjects. They were divided into an intervention group (TEA and standard therapy) and a control group (sham TEA and standard therapy). This study used sterile needles containing polydioxanone (PDO) monofilament threads, size 26G × 38 mm, inserted at the EX-B2 points located 0.5 B-cun lateral to the posterior midline on both sides of the first lumbar spinous process. Thread embedding acupuncture (TEA) was performed only once, on the eighth day prior to surgery. Outcomes were evaluated using the Visual Analog Scale (VAS) assessed on day 1, day 2, day 3, and day 14 after the procedure, as well as the SF-36 questionnaire administered preoperatively and on day 14 after the surgery. Results: Post-therapy ATB measurements on day 1, day 2, day 3, and day 14 after surgery showed significantly lower VAS scores in the intervention and control groups (p < 0.001; p = < 0.001; p = < 0.001; p = 0.002), respectively. This indicates that the intervention group had lower VAS scores than the control group (p < 0.05). Quality of life measurements between groups showed significant improvements in pain, social functioning, mental health, and general health (p = 0.045; p = 0.014; p = 0.001; and p = 0.020). Neither group experienced significant side effects from the therapy. Conclusion: TEA can reduce pain symptoms and improve quality of life in postoperative patients, as indicated by a decrease in VAS scores and an increase in SF36 scores. Although improvements in SF36 scores between the two groups were only found in the domains of mental health, social functioning, pain, and general health, the intervention group saw improvements in most domains. Minimal side effects suggest this therapy is safe and may be an alternative for postoperative pain management. However, further research is needed to evaluate long-term postoperative quality of life.
Keywords: Acupuncture, Living Donor Nephrectomy, Thread Embedding Acupuncture, VAS, and SF36.
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Salman Matoaya Bustan - Nama Orang
Adiningsih Srilestari - Nama Orang
Yoshua Viventius - Nama Orang
Irfan Wahyudi - Nama Orang - No. Panggil
-
T25537fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi Akupunktur Medik., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xix, 123 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25537fk | T25537fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi