Tesis

Efektivitas dan Keamanan Farmakopunktur Lidokain 2% Titik GB20 pada Pasien Migrain: Kajian Terhadap Karakteristik Nyeri Kepala Migrain dan Skor MIDAS-Ina = Effectiveness and Safety of GB20 Acupoint Pharmacopuncture with Lidocaine 2% on Migraine Patients: Study on Migraine Headache Characteristic and MIDAS-Ina Score.

Pendahuluan: Migrain adalah kondisi neurologis yang ditandai oleh nyeri kepala berulang dengan intensitas sedang hingga berat dan merupakan salah satu dari 3 penyakit neurologi yang paling banyak menimbulkan disabilitas di dunia. Beragam terapi untuk migrain sudah tersedia tetapi masih terdapat kendala seperti respon terapi yang kurang optimal, efek samping obat dan biaya yang mahal. Farmakopunktur merupakan modalitas terapi akupunktur dengan keunggulan berupa stimulasi jangka panjang pada titik akupunktur, tetapi belum ada penelitian yang mempelajari efektivitas farmakopunktur pada migrain. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas terapi farmakopunktur dengan terapi medikamentosa pada pasien migrain melalui perbandingan karakteristik nyeri kepala migrain dan skor MIDAS-Ina. Metode: Desain penelitian ini adalah uji klinis acak tanpa penyamaran, dengan jumlah sampel sebanyak 30 subjek. Subjek penelitian akan terbagi menjadi dua kelompok, Kelompok medikamentosa dan kelompok farmakopunktur. Kelompok medikamentosa akan mendapatkan terapi propranolol 2x20mg selama 28 hari. Kelompok farmakopunktur akan mendapatkan farmakopunktur titik GB20 dengan lidokain 2% sekali per minggu sebanyak 4 kali terapi. Evaluasi dilakukan sebelum terapi, pada minggu ke-4 dan minggu ke-8 penelitian. Hasil: Kelompok farmakopunktur menunjukan keunggulan dalam hal penurunan frekuensi nyeri kepala dan penurunan skor MIDAS-Ina sedangkan kelompok medikamentosa lebih unggul dalam hal penurunan durasi dan intensitas nyeri kepala meski tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Baik kelompok farmakopunktur maupun medikamentosa menunjukan efek perbaikan keluhan penyerta yang mengganggu (most bothersome symptom / MBS) tetapi keduanya tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Angka kejadian efek samping pada kedua kelompok tidak bermakna secara statistik (p > 0,05) dan efek samping yang muncul ringan. Kesimpulan: Terapi farmakopunktur lidokain 2% pada titik GB20 sebanding dengan terapi medikamentosa propranolol 2x20mg dalam hal efektivitas pengobatan migrain dan MBS. Kejadian efek samping pada kedua kelompok tergolong ringan dan juga tidak terdapat perbedaan bermakna.
Kata Kunci: migrain, propranolol, farmakopunktur, lidokain, titik akupunktur GB20.


Introduction: Migraine is a neurological condition characterized by recurrent moderate to severe headaches and is one of the three neurological disorders causing the greatest disability worldwide. Various therapies for migraine are available; however, challenges remain, such as suboptimal treatment response, medication side effects, and high costs. Pharmacopuncture is an acupuncture modality that offers the advantage of long-term stimulation at acupuncture points, but no studies have yet evaluated its effectiveness in migraine. This study aims to compare the effectiveness of pharmacopuncture with medical therapy in migraine patients by assessing differences in migraine headache characteristics and MIDAS-Ina scores. Methods: This study employed an unblinded randomized clinical trial design with a total sample of 30 subjects. Participants were divided into two groups: the medication group and the pharmacopuncture group. The medication group received propranolol 2×20mg for 28 days. The pharmacopuncture group received pharmacopuncture at the GB20 point using 2% lidocaine once weekly for four sessions. Evaluations were conducted before treatment, at week 4, and at week 8 of the study. Results: The pharmacopuncture group demonstrated greater reductions in headache frequency and MIDAS-Ina scores, whereas the medication group showed greater improvement in headache duration and intensity, although these differences were not statistically significant (p > 0.05). Both the pharmacopuncture and medication groups improved migraine’s most bothersome symptoms (MBS), but these were also not statistically significant (p > 0.05). The incidence of side effects did not differ significantly between groups (p > 0.05), and all reported side effects were mild. Conclusion: Pharmacopuncture using 2% lidocaine at the GB20 point is comparable to propranolol 2×20mg in terms of effectiveness for treating migraine and its MBS. Both treatment groups experienced only mild side effects, with no significant difference in their occurrence.
Keywords: migraine, propranolol, pharmacopuncture, lidocaine, GB20 acupuncture point.

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Jeffry Alamsjah - Nama Orang
Irma Nareswari - Nama Orang
Ahmad Aulia Jusuf - Nama Orang
Henry Riyanto Sofyan - Nama Orang

No. Panggil
T25530fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Akupunktur Medik.,
Deskripsi Fisik
xviii, 103 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25530fkT25530fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Efektivitas dan Keamanan Farmakopunktur Lidokain 2% Titik GB20 pada Pasien Migrain: Kajian Terhadap Karakteristik Nyeri Kepala Migrain dan Skor MIDAS-Ina = Effectiveness and Safety of GB20 Acupoint Pharmacopuncture with Lidocaine 2% on Migraine Patients: Study on Migraine Headache Characteristic and MIDAS-Ina Score.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.