Tesis

Analisis Perbandingan Luaran Klinis Repair Ligamen Krusiatum Anterior dan Rekonstruksi Ligamen Anterior pada Kasus Ruptur Ligamen Krusiatum Anterior Akut: Tinjauan Sistematis dan Metaanalisis = Comparative Clinical Outcome Analysis of Anterior Cruciate Ligament Repair and Anterior Cruciate Ligament Reconstruction in Acute Anterior Cruciate Ligament Rupture: A Systematic Review and Metaanalysis.

Latar Belakang: Ruptur ligamentum krusiatum anterior (ACL) merupakan cedera lutut dengan insidensi tinggi, terutama pada populasi muda dan atlet. Rekonstruksi ACL menjadi standar emas, namun perkembangan teknik artroskopi memunculkan kembali minat terhadap prosedur repair yang mempertahankan jaringan ligamen asli. Tujuan: Membandingkan luaran klinis antara ACL repair dan rekonstruksi ACL pada kasus ruptur ACL akut. Metode: Tinjauan sistematis dan meta-analisis dilakukan sesuai panduan PRISMA, dengan registrasi PROSPERO. Pencarian literatur pada tujuh basis data besar dan grey literature menghasilkan 1099 artikel, delapan uji klinis acak (626 pasien) memenuhi kriteria inklusi. Luaran utama adalah skor IKDC, sedangkan luaran sekunder mencakup Tegner Activity Scale (TAS), Anterior Tibial Translation (ATT), Single Hop Test, komplikasi, dan angka revisi. Analisis data dilakukan menggunakan RevMan 2014, dan tingkat bukti dinilai dengan GRADEPro. Hasil: ACL repair menunjukkan skor IKDC lebih tinggi pada 6 bulan (MD 6,32; p < 0,00001), tetapi tidak mencapai ambang perbedaan klinis bermakna (MCID). Pada 12– 24 bulan, kedua prosedur memberikan hasil setara. Skor TAS lebih tinggi pada kelompok rekonstruksi di 6 bulan, namun perbedaan menghilang pada 12–24 bulan. ATT jangka menengah lebih baik pada rekonstruksi, terutama dengan teknik DIS, sedangkan BEAR menunjukkan hasil setara dengan rekonstruksi. Tidak ada perbedaan signifikan pada Single Hop Test, komplikasi, maupun angka revisi. Kesimpulan: ACL repair memberikan luaran fungsional lebih baik pada jangka pendek, sementara rekonstruksi memberikan stabilitas lutut lebih superior pada evaluasi jangka menengah. Secara keseluruhan, keduanya memiliki hasil klinis yang sebanding dengan profil komplikasi serupa. Seleksi pasien tetap menjadi faktor penentu keberhasilan.
Kata Kunci: ligamentum krusiatum anterior, ruptur ACL, repair ACL, rekonstruksi ACL, meta-analisis, randomized controlled trial


Background: Anterior cruciate ligament (ACL) rupture is a common knee injury with high incidence, particularly in young and athletic populations. While ACL reconstruction remains the gold standard, recent advances in arthroscopic techniques have revived interest in ACL repair, which preserves native ligament tissue. Objective: To compare clinical outcomes of ACL repair and ACL reconstruction in acute ACL ruptures. Methods: A systematic review and meta-analysis was conducted according to PRISMA guidelines and registered in PROSPERO. A comprehensive literature search across seven major databases and grey literature identified 1099 studies, with eight randomized controlled trials (626 patients) meeting eligibility criteria. The primary outcome was the International Knee Documentation Committee (IKDC) score, with secondary outcomes including Tegner Activity Scale (TAS), Anterior Tibial Translation (ATT), Single Hop Test, complications, and revision rates. Data were analyzed using RevMan 2014, and evidence quality was graded with GRADEPro. Results: ACL repair showed significantly higher IKDC scores at 6 months (MD 6.32; p < 0.00001), though not reaching the Minimal Clinically Important Difference (MCID). At 12–24 months, both procedures yielded comparable results. Reconstruction demonstrated superior mid-term ATT outcomes, especially with the DIS technique, while BEAR repair was comparable to reconstruction. TAS favored reconstruction at 6 months but showed no significant differences at 12–24 months. No significant differences were found in Single Hop Test, complications, or revision rates. Conclusion: ACL repair provides better short-term functional recovery, while reconstruction ensures superior mid-term structural stability. Overall, both procedures demonstrate comparable clinical outcomes with similar safety profiles. Patient selection remains a critical determinant of success.
Keywords: anterior cruciate ligament, ACL rupture, ACL repair, ACL reconstruction, meta-analysis, randomized controlled trial

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Mohamad Almer Sahala - Nama Orang
Andri Maruli Tua Lubis - Nama Orang
Respati Wulansari Ranakusuma - Nama Orang

No. Panggil
T25527fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Ilmu Bedah Orthopaedi dan Traumatologi.,
Deskripsi Fisik
xvi, 96 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25527fkT25527fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Analisis Perbandingan Luaran Klinis Repair Ligamen Krusiatum Anterior dan Rekonstruksi Ligamen Anterior pada Kasus Ruptur Ligamen Krusiatum Anterior Akut: Tinjauan Sistematis dan Metaanalisis = Comparative Clinical Outcome Analysis of Anterior Cruciate Ligament Repair and Anterior Cruciate Ligament Reconstruction in Acute Anterior Cruciate Ligament Rupture: A Systematic Review and Metaanalysis.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.