Skripsi
Minimum Inhibitory Concentrations (MIC) of Ethanol Extract of Centella asiatica Leaves as Antibacterial Against Escherichia coli ATCC 25922 = Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Ekstrak Etanol Daun Centella asiatica sebagai Antibakteri terhadap Escherichia coli ATCC 25922.
Introduction Escherichia coli (E. coli) is prevalent bacteria that can cause urinary tract infections (UTI), meningitis and bloodstream infections. Since E. coli, especially ESBL-producing strains, is becoming resistant to several antibiotics, other therapies are needed. Centella asiatica (C. asiatica), an antibacterial herb, can potentially hinder the growth of various bacteria. This study will measure the minimum inhibitory concentration (MIC) of 70% ethanol extract of C. asiatica against E. coli to evaluate its potential as an antimicrobe. Method This study used serial dilutions consisting of 10 tubes containing 1 ml of Brain Heart Infusion (BHI) broth with a C. asiatica extract concentration from 900 to 1.76 mg/ml. After adding 1µl ofE. coli ATCC 25922 (with McFarland turbidity of 0.5), each tube was incubated for 24 hours at 35°C. Next, tube turbidity was observed; clear broth indicates inhibited bacterial growth, while turbid broth indicates bacterial growth. MIC is the concentration of an extract at which bacterial growth is inhibited. Results The MIC was determined to be 900 mg/ml, the lowest extract concentration that exhibited inhibitory effects on E. coli growth. At lower concentrations, turbid tubes were observed. The findings remained consistent throughout three separate experiments, all duplicated. Conclusion This study found that C. asiatica leaves 70% ethanolic extract exhibited antibacterial properties against E. coli ATCC 25922 at a concentration of 900 mg/ml.
Keywords: Centella asiatica, antibacterial, Escherichia coli, MIC
Latar Belakang Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri prevalen penyebab meningitis, infeksi aliran darah, dan infeksi saluran kemih. Strain E. coli penghasil ESBL telah resisten terhadap beberapa antibiotik sehingga diperlukan terapi baru. Centella asiatica (C. asiatica) merupakan tanaman herbal yang berpotensi menghambat pertumbuhan berbagai bakteri. Penelitian ini akan mengukur konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak etanol 70% C. asiatica terhadap E. coli untuk mengevaluasi potensinya sebagai antimikroba. Metode Pengenceran serial terdiri dari 10 tabung berisi 1 ml kaldu Brain Heart Infusion (BHI) dengan konsentrasi ekstrak C. asiatica 900 hingga 1,76 mg/ml digunakan untuk penelitian ini. Setelah ditambahkan 1µl E. coli ATCC 25922 (dengan kekeruhan McFarland 0,5), inkubasi masing-masing tabung selama 24 jam pada suhu 35°C. Selanjutnya, kekeruhan tabung diobservasi; kaldu jernih menunjukkan terhambatnya pertumbuhan bakteri, sedangkan kaldu keruh menunjukkan pertumbuhan bakteri. KHM merupakan konsentrasi ekstrak terendah yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Hasil MIC ditemukan pada konsentrasi 900 mg/ml yang merupakan konsentrasi ekstrak terendah yang menunjukkan efek penghambatan pertumbuhan E. coli. Pada konsentrasi lebih rendah, tabung diamati keruh. Temuan ini tetap konsisten selama tiga percobaan terpisah, yang semuanya diduplikasi. Kesimpulan Studi ini menemukan ekstrak etanol 70% daun C. asiatica menunjukkan sifat antibakteri terhadap E. coli ATCC 25922 pada konsentrasi 900 mg/ml.
Kata Kunci: Centella asiatica, antibakteri, Escherichia coli, KHM
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2024
- Pengarang
-
Hanif Nasyawan - Nama Orang
CONNY RIANA TJAMPAKASARI - Nama Orang - No. Panggil
-
S24189fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 KKI., 2024
- Deskripsi Fisik
-
xiv, 44 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S24189fk | S24189fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi