Skripsi
Concordance of Gram Staining with Sputum Culture Results of Patients Suspected of Lower Respiratory Tract Infections in the Microbiology Laboratory FMUI.
Introduction Respiratory tract infection is a major global health problem. There are several diagnostic tools for respiratory tract infection Culture is the gold standard for identifying microbial infections. Gram staining is another method to determine the characteristics of microorganisms based on their staining properties. Using sputum as the samples, this study aimed to explore the relations and interdependency of Gram staining with culture. Comprehending the associations can improve the precision of diagnosis and guide respiratory infection treatment approaches. Method The investigation used Gram staining, and culture used MacConkey and blood agar. It looked into the connection between Gram staining and culture outcomes using a cross-sectional design. VITEK 2 Compact was used to identify microorganisms. The Chi-Square test was used to analyze the data. Results The sensitivity and specificity of Gram staining for Gram-positive bacteria were 100% and 91.53%. Gram-negative bacteria were at 94.74% and 99.05% respectively, and for yeast were 93.85% and 71.79% respectively. Conclusion The results of Gram staining were concordant with culture as proven by the results of the Chi-Square test, that is, Gram staining and culture are not independent.
Keywords: Gram stain, culture, bacteria, yeast.
Latar Belakang Infeksi saluran pernafasan merupakan masalah kesehatan global yang utama. Ada beberapa alat diagnostik untuk infeksi saluran pernafasan. Kultur adalah standar emasnya. Pewarnaan Gram merupakan metode lain untuk mengetahui karakteristik mikroorganisme berdasarkan sifat pewarnaannya. Dengan menggunakan dahak sebagai sampel, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan dan saling ketergantungan pewarnaan Gram dengan kultur. Memahami hubungan tersebut dapat meningkatkan ketepatan diagnosis dan memandu pendekatan pengobatan infeksi saluran pernapasan. Metode Metode pemeriksaan yang digunakan adalah pewarnaan Gram dan kultur dengan agar MacConkey dan darah. Hubungan antara pewarnaan Gram dan hasil kultur menggunakan desain cross-sectional. VITEK 2 Compact digunakan untuk mengidentifikasi mikroorganisme. Selanjutnya uji Chi-Square akan digunakan untuk menganalisis data. Hasil Sensitivitas dan spesifisitas pewarnaan Gram untuk bakteri Gram positif adalah 100% dan 91.53%. Bakteri Gram negatif masing-masing sebesar 94.74% dan 99.05%, serta ragi masing-masing sebesar 93.85% dan 71.79%. Kesimpulan Hasil pewarnaan Gram sesuai dengan kultur yang dibuktikan dengan hasil tes Chi-Square, yaitu pewarnaan Gram dan kultur tidak independen.
Kata Kunci: Pewarnaan Gram, kultur, bakteri, ragi
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2024
- Pengarang
-
Selma Unna Khalisya - Nama Orang
Ariyani Kiranasari - Nama Orang - No. Panggil
-
S24185fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 KKI., 2024
- Deskripsi Fisik
-
xv, 36 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
English
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
-
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S24185fk | S24185fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi