Skripsi
Hubungan antara Masalah Kesehatan Jiwa dengan Perilaku Mencari Bantuan pada Mahasiswa Kedokteran FKUI Tingkat II dalam Usia Transisi.
Latar Belakang Mahasiswa kedokteran pada usia transisi (16-25 tahun) menghadapi tekanan akademik dan perkembangan psikososial yang tinggi, membuat mereka rentan mengalami masalah kesehatan jiwa seperti stres, ansietas, dan depresi. Data nasional menunjukkan tingginya prevalensi masalah kesehatan jiwa pada kelompok usia ini, namun diiringi dengan rendahnya angka perilaku mencari bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam hubungan antara masalah kesehatan jiwa dengan perilaku mencari bantuan pada populasi spesifik mahasiswa kedokteran tingkat II. Metode Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 105 responden yang merupakan mahasiswa tingkat II Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Data masalah kesehatan jiwa (depresi, ansietas, stres) dikumpulkan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS), sementara perilaku mencari bantuan diukur melalui kuesioner adaptasi dari General Help Seeking Questionnaire. Analisis hubungan antara kedua variabel kategorik dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil Hasil penelitian menunjukkan adanya prevalensi gejala ansietas dan stres yang tinggi pada responden. Sebanyak 74,3% responden telah mencari bantuan dalam 3 bulan terakhir. Ditemukan sebuah hubungan di mana kelompok dengan skor kesehatan jiwa "Normal" secara konsisten menunjukkan proporsi pencarian bantuan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok "Tidak Normal" untuk semua kondisi (depresi, ansietas, dan stres), baik untuk perilaku mencari bantuan dalam tiga bumaupun intensi di masa depan. Untuk perilaku mencari bantuan dalam tiga bulan terakhir, bantuan dari tenaga kesehatan profesional berhubungan signifikan dengan ketiga kondisi. Untuk niat di masa depan, bantuan dari keluarga menjadi sumber yang signifikan untuk depresi dan ansietas, sementara tingkat stres tidak berhubungan signifikan dengan niat mencari bantuan dari sumber manapun. Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan namun kompleks antara masalah kesehatan jiwa dan perilaku mencari bantuan pada mahasiswa kedokteran tingkat II. Tingkat keparahan gejala yang lebih tinggi tidak serta-merta mendorong perilaku mencari bantuan yang lebih tinggi, yang mengindikasikan bahwa gejala itu sendiri dapat menjadi penghalang. Pilihan sumber bantuan juga bervariasi tergantung pada jenis masalah kesehatan jiwa dan kerangka waktu pencarian bantuan
Kata Kunci: Masalah Kesehatan Jiwa, Perilaku Mencari Bantuan, Mahasiswa Kedokteran, Usia Transisi, Stres, Ansietas, Depresi
Introduction Medical students in the transitional age (16-25 years) face high academic pressure and psychosocial development challenges, making them vulnerable to mental health problems such as stress, anxiety, and depression. National data indicates a high prevalence of mental health problems in this age group, yet it is accompanied by a low rate of help-seeking behavior. This study aims to further investigate the relationship between mental health problems and help-seeking behavior in the specific population of second-year medical students Method This study employed an observational analytical design with a cross-sectional approach, involving 105 respondents who were second-year students at the Faculty of Medicine, Universitas Indonesia. Data on mental health problems (depression, anxiety, stress) were collected using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) questionnaire, while help-seeking behavior was measured using an adapted version of the General Help-Seeking Questionnaire. The relationship between the two categorical variables was analyzed using the Chi-Square test Results The findings revealed a high prevalence of anxiety and stress symptoms among the respondents. A total of 74.3% of respondents had sought help in the last 3 months. The findings revealed the group with "Normal" mental health scores consistently showed a higher proportion of help-seeking behavior compared to the "Abnormal" group across all conditions (depression, anxiety, and stress), for both actual behavior and future intentions. For actual behavior, seeking help from a health professional was significantly correlated with all three conditions. For future intentions, help from family became a significant source for depression and anxiety, whereas stress levels did not significantly correlate with the intention to seek help from any source Conclusion A significant yet complex relationship exists between mental health problems and help-seeking behavior among second-year medical students. A higher severity of symptoms does not automatically lead to increased help-seeking behavior, indicating that the symptoms themselves may act as a barrier. The choice of help sources also varies depending on the type of mental health problem and the time frame of seeking help
Keywords: Mental Health Problems, Help-Seeking Behavior, Medical Students, Transitional Age, Stress, Anxiety, Depression
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Feren Amelia - Nama Orang
Fransiska Kaligis - Nama Orang - No. Panggil
-
S25124fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xv, 34 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S25124fk | S25124fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi