Tesis
Manfaat Non Kontrasepsi Susuk Levonorgestrel 2 Batang pada Penanganan Nyeri Haid Endometriosis Dibandingkan dengan Pemberian Tablet Dienogest: Kajian Klinis dan Laboratoris = Non-Contraceptive Benefits of 2-Rod Levonorgestrel Implant in Managing Endometriosis-Associated Pain Compared to Dienogest Tablets: A Clinical and Laboratory Study.
Latar Belakang: Endometriosis adalah penyakit ginekologi kronis yang ditandai dengan keberadaan jaringan mirip endometrium di luar rahim, yang menyebabkan gejala termasuk nyeri panggul kronis, nyeri haid, dan infertilitas. Pilihan terapi konservatif saat ini lebih diutamakan daripada tindakan bedah sebagai pengobatan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Tablet dienogest, sebagai terapi progestin jangka pendek, telah menunjukkan potensi dalam mengurangi gejala. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi susuk Levonorgestrel 2 batang sebagai preparat progestin dibandingkan dengan tablet Dienogest 2 mg dalam mengelola nyeri terkait endometriosis. Metode: : Penelitian ini menggunakan desain uji klinis non-randomisasi yang dilaksanakan di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sebanyak 80 pasien wanita yang didiagnosis dengan endometriosis dibagi menjadi dua kelompok yang dapat ditentukan sesuai kebutuhan klinis pasien dan preferensi pasien, kelompok terapi susuk Levonorgestrel 2 batang (n=40) dan kelompok tablet Dienogest 2 mg (n=40) selama periode terapi 2 bulan. Luaran utama adalah perubahan nilai nyeri (Visual Analog Scale/VAS). Luaran sekunder adalah perubahan kadar estradiol dan interleukin-6 (IL-6). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pembentukan Standar Prosedur Operasional (SPO) baru untuk tatalaksana nyeri terkait endometriosis. Hasil: Dari 63 subjek (40 Dienogest, 23 Susuk LNG), karakteristik awal kedua kelompok setara (p>0,05). Kedua kelompok menunjukkan penurunan nyeri (VAS) yang bermakna. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada skor VAS akhir bulan ke-2 antara Dienogest (Median 1,0) dan Susuk LNG (Median 1,0; p=0,334). Namun, pada parameter inflamasi, Susuk LNG menunjukkan penurunan kadar IL-6 yang lebih besar secara bermakna (Median penurunan 1,40 pg/mL) dibandingkan Dienogest (0,10 pg/mL; p=0,006). Tingkat keberhasilan terapi (VAS ≤ 3) setara pada kedua kelompok (91,3% vs 97,5%; p=0,548). Tidak ditemukan korelasi linier antara besaran penurunan marker biokimia dengan penurunan nyeri. Kesimpulan: Susuk Levonorgestrel 2 batang memiliki efektivitas analgesik yang setara (non-inferior) dengan tablet Dienogest dalam penanganan nyeri endometriosis jangka pendek, dengan keunggulan supresi inflamasi sistemik (IL-6) yang lebih superior dan jaminan kepatuhan pasien.
Kata Kunci: endometriosis, nyeri haid, susuk levonorgestrel, dienogest, visual analog scale, IL-6, estradiol.
Background: Endometriosis is a chronic gynecological disease characterized by the presence of endometrium-like tissue outside the uterus, causing symptoms including chronic pelvic pain, dysmenorrhea, and infertility. Conservative therapy options are currently preferred over surgery as a more effective and sustainable treatment. Dienogest tablets, as a short-term progestin therapy, have shown potential in reducing symptoms. This study aims to evaluate the effectiveness and efficiency of the 2-rod Levonorgestrel implant as a progestin preparation compared to 2 mg Dienogest tablets in managing endometriosis-associated pain. Methods: This study used Non-Randomized Clinical Trial / Quasi-Experimental design conducted at Dr. Cipto Mangunkusumo National General Hospital (RSCM). A total of 80 female patients diagnosed with endometriosis were allocated into two groups: the 2- rod Levonorgestrel implant therapy group (n=40) and the 2 mg Dienogest tablet group (n=40) for a 3-month therapy period. The primary outcome was the change in pain score (Visual Analog Scale/VAS). Secondary outcomes were changes in estradiol and interleukin-6 (IL-6) levels. This study is expected to inform a new Standard Operating Procedure (SOP) for endometriosis-associated pain management. Results: A total of 63 subjects (40 in the Dienogest group, 23 in the Levonorgestrel Implant group) were included. Baseline characteristics were comparable between groups (p > 0.05). Both groups showed a significant reduction in VAS scores. At month 2, there was no significant difference in the median VAS score between the Dienogest group (1.0) and the Implant group (1.0; p = 0.334), indicating non-inferiority. However, for inflammatory markers, the Implant group demonstrated a significantly greater reduction in Interleukin-6 levels (median delta 1.40 pg/mL) compared to the Dienogest group (0.10 pg/mL; p = 0.006). The therapeutic success rate (VAS < 3) was high and comparable in both groups (97.5% vs. 91.3%; p = 0.548). No linear correlation was found between the magnitude of biochemical marker reduction and pain reduction. Conclusion: The 2-rod Levonorgestrel implant demonstrates pain reducing efficacy that is non-inferior to Dienogest tablets in the short-term management of endometriosisassociated pain. Furthermore, the implant showed superior suppression of systemic inflammation (IL-6) and offers the added benefit of guaranteed patient compliance.
Keywords: Endometriosis, dysmenorrhea, levonorgestrel implant, dienogest, visual analog scale, IL-6, estradiol.
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Lidomon - Nama Orang
Cepi Teguh Pramayadi - Nama Orang
Eka Rusdianto Gunardi - Nama Orang
Muhammad Dwi Priangga - Nama Orang - No. Panggil
-
T25520fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi Obstetri dan Ginekologi., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xv, 85 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25520fk | T25520fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi