Tesis
Rerata dan Proporsi Varian Parameter Tuba Eustachius Menurut HRCT Tulang Temporal dan Hubungannya dengan Parameter Sonotubometri pada Disfungsi Tuba Eustachius Di RSUPN Cipto Mangunkusumo = Mean and Proportion of Eustachian Tube Parameter Variants Based on Temporal Bone HRCT and Their Correlation with Sonotubometry Parameters in Eustachian Tube Dysfunction at Cipto Mangunkusumo National General Hospital.
Latar Belakang: Disfungsi tuba Eustachius (DTE) merupakan penyebab utama gangguan telinga tengah seperti otitis media, yang menurunkan kualitas hidup. Diagnosis DTE masih menjadi tantangan karena belum terdapat metode baku emas dan gejalanya bersifat subjektif. Sonotubometri menilai ventilasi tuba Eustachius (TE) melalui analisis amplitudo, frekuensi, dan durasi pembukaan lumen, sedangkan High-Resolution Computed Tomography (HRCT) tulang temporal menilai parameter anatomi TE seperti panjang, diameter, dan sudut. Varian anatomi TE diduga berperan terhadap DTE, namun belum ada penelitian di Indonesia yang mengintegrasikan hasil HRCT dan sonotubometri secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara varian anatomi TE berdasarkan HRCT dengan hasil sonotubometri pada pasien DTE guna meningkatkan akurasi diagnosis dan pemahaman patofisiologi. Metode: Penelitian ini menggunakan dua desain potong lintang yang saling melengkapi. Desain deskriptif menentukan rerata dan proporsi varian anatomi TE menggunakan data HRCT tulang temporal, sedangkan desain analitik komparatif menilai perbedaan parameter sonotubometri (amplitudo, frekuensi, durasi pembukaan) antara kelompok dengan dan tanpa varian anatomi. Sampel terdiri atas 181 telinga dari pasien DTE berusia ≥18 tahun yang menjalani HRCT tulang temporal dan sonotubometri di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo periode 2020–2025. Consecutive sampling digunakan, dan analisis statistik dilakukan menggunakan uji non-parametrik dengan p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata panjang TE 31,7 ± 3,4 mm, diameter 2,9 mm, dan sudut 29,1° ± 5,7°. Varian anatomi paling sering ditemukan pada sudut (68,5%), diikuti panjang (56,4%) dan diameter (37,6%). Panjang TE berhubungan bermakna dengan frekuensi pembukaan pada sonotubometri (p < 0,05), sedangkan amplitudo dan durasi tidak signifikan. Kesimpulan: Sebagian besar telinga dengan DTE memiliki varian anatomi TE, terutama sudut lebih horizontal dan panjang lebih pendek. Kombinasi HRCT dan sonotubometri dapat meningkatkan ketepatan evaluasi anatomi dan fungsi TE dalam diagnosis DTE.
Kata kunci: Tuba Eustachius, Disfungsi Tuba Eustachius, Sonotubometri, HRCT Tulang Temporal
Background: Eustachian tube dysfunction (ETD) is a major cause of middle ear disorders such as otitis media, which can impair quality of life. Diagnosing ETD remains challenging due to the absence of a gold standard and the subjective nature of its symptoms. Sonotubometry evaluates Eustachian tube (ET) ventilation by analyzing the amplitude, frequency, and duration of lumen opening, while High-Resolution Computed Tomography (HRCT) of the temporal bone assesses anatomical parameters such as length, diameter, and angle. Anatomical variations of the ET are thought to contribute to ETD; however, no comprehensive studies in Indonesia have integrated HRCT and sonotubometry findings. This study aimed to analyze the relationship between ET anatomical variations identified by HRCT and sonotubometric results in ETD patients to improve diagnostic accuracy and understanding of its pathophysiology. Methods: This research employed two complementary cross-sectional designs. The descriptive study determined the mean and proportion of ET anatomical variants using HRCT, while the analytic comparative study evaluated differences in sonotubometric parameters (amplitude, frequency, and duration of opening) between variant and nonvariant groups. The sample consisted of 181 ears from ETD patients aged ≥18 years who underwent HRCT and sonotubometry at Dr. Cipto Mangunkusumo National General Hospital between 2020 and 2025. Consecutive sampling was applied, and statistical analysis was performed using non-parametric tests with a significance level of p
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Ghea Pika Febrina - Nama Orang
Widayat Alviandi - Nama Orang
Indrati Suroyo - Nama Orang
Joedo Prihartono - Nama Orang - No. Panggil
-
T25519fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xvii, 99 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25519fk | T25519fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi