Skripsi

Hubungan Antara Faktor Sosial Demografi Dengan Psikopatologi Pada Pelaku Rawat Dewasa Pasien Dengan Gangguan Jiwa di RSCM = The Relationship Between Sociodemographic Factors and Psychopathology in Adult Caregivers of Patients with Mental Disorders at RSCM.

Latar Belakang Pelaku rawat memiliki peran penting dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa tetapi, mereka juga berisiko mengalami psikopatologi akibat beban merawat yang berat. Psikopatologi pada pelaku rawat dapat dipengaruhi oleh faktor sosial demografi seperti usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan lama merawat. Namun, Indonesia masih terbatas pada penelitian psikopatologi yang berhubungan dengan faktor sosial demografi. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah 84 pelaku rawat dewasa yang merawat pasien dengan gangguan jiwa di Poliklinik Jiwa Dewasa RSCM. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah kuesioner demografi dan Self Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil Sebanyak 32,14% pelaku rawat dewasa mengalami psikopatologi. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor sosial demografi (jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan lama merawat) dengan kejadian psikopatologi (p > 0,05). Kesimpulan Sebagian pelaku rawat mengalami psikopatologi, namun tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara faktor sosial demografi dengan kejadian psikopatologi. Penelitian ini menyarankan perlunya dukungan mental dan edukasi bagi pelaku rawat dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa.
Kata Kunci: Psikopatologi, pelaku rawat, dewasa, gangguan jiwa, faktor sosial demografi, SRQ-20


Introduction Caregivers play a crucial role in caring for patients with mental disorders, yet they are at risk of developing psychopathology due to caregiving burden. Factors such as age, gender, education level, and caregiving duration may influence the occurrence of psychopathology, but related studies in Indonesia remain limited. Methods This study applied a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. A total of 84 adult caregivers of patients with mental disorders at the Adult Psychiatry Clinic, Cipto Mangunkusumo Hospital (RSCM), participated. Data were collected using a demographic questionnaire and the Self Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20). Chi-square and Fisher’s Exact Test were used for bivariate analysis, with a significance level of p < 0.05. Results: Psychopathology was present in 32.14% of adult caregivers. However, statistical analysis showed no significant relationship between sociodemographic factors (age, gender, education level, and length of caregiving) and the presence of psychopathology (p > 0.05). Conclusion: While a notable proportion of caregivers experience psychopathology, no significant associations were found with sociodemographic factors. This study emphasizes the need for mental health support and education for caregivers of individuals with mental disorders.
Keywords: Psychopathology, caregivers, adult, mental disorders, sociodemographic factors, SRQ-20

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Jamie Adi Banowo - Nama Orang
Kristiana Siste - Nama Orang

No. Panggil
S25110fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler.,
Deskripsi Fisik
xiv, 59 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
S25110fkS25110fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Hubungan Antara Faktor Sosial Demografi Dengan Psikopatologi Pada Pelaku Rawat Dewasa Pasien Dengan Gangguan Jiwa di RSCM = The Relationship Between Sociodemographic Factors and Psychopathology in Adult Caregivers of Patients with Mental Disorders at RSCM.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.