Skripsi
Gambaran Profil Akses Vaskular Hemodialisis pada Pasien Chronic Kidney Disease di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, pada Periode Tahun 2018- 2023 = Profile Overview of Hemodialysis Vascular Access in Chronic Kidney Disease Patients At Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital, in the Period 2018-2023.
Latar Belakang - Penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) yang ditandai oleh kerusakan struktur atau fungsi ginjal ≥3 bulan muncul menjadi salah satu penyebab penderitaan dan kematian utama terkait penyakit tidak menular di negara berkembang seperti Indonesia dan terus meningkat karena meningkatnya hipertensi dan diabetes di masyarakat. Untuk menangani CKD, hemodialisis menjadi pilihan utama pasien di Indonesia dan tindakannya dibutuhkan akses vaskular yang optimal. Studi mengenai gambaran profil dan tren pemilihan vaskular di Indonesia, khususnya di RSCM, masih terbatas serta ditambah dengan perubahan pedoman KDOQI 2019 dan pandemi COVID- 19 yang diduga memengaruhi pola pemilihan akses vaskular. Metode - Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan menggunakan data renak medis pasien CKD usia 18-59 tahun yang menjalani HD di RSCM selama periode tahun 2018-2023. Data penelitian dikumpulkan dari Divisi Bedah Vaskular dan Endovaskular RSCM-FKUI dan sistem informasi rumah sakit. Teknik total sampling digunakan dan data dianalisis secara univariat serta divisualisasikan dengan grafik. Hasil - Dari 733 subjek yang terindentifikasi, sebanyak 236 memenhui kriteria inklusi. Mayoritas pasien adalah laki-laki (54,2%) dengan etiologi utama meluputi chronic glomerulonephritis (28%), hypertensive nephrosclerosis (26.7%), dan diabetic kidney diesease (25%). CDL tunneling jugularis juga menjadi akses vaskular dominan untuk akses HD inisiasi dan juga HD rutin, diikuti oleh AVF brachiocephalica dan AVF radiocephalica. Terdapat peningkatan penggunaan CDL dan AVF serta penurunan akses direct puncture. Pengaruh langsung perubahan pedoman KDOQI dan pandemi terhadap tren di RSCM tidak dapat dipastikan secara konklusif. Kesimpulan - Profil akses vaskular HD di RSCM menunjukkan dominasi penggunaan CDL tunneling dibandingkan AVF dan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip “fistula first” KDOQI yang mengutamakan AVF karena lebih aman serta efek samping dan risikonya yang lebih rendah. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk evaluasi perencanaan akses vaskular HD pada pasien CKD di Indonesia, terutama di RSCM.
Kata Kunci: Akses vaskular, hemodialisis, penyakit ginjal kronis, RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo
Introduction - Chronic kidney disease (CKD), characterized by structural or functional kidney damage lasting ≥3 months, has emerged as a leading cause of morbidity and mortality from non-communicable diseases in developing countries such as Indonesia. Its prevalence continues to rise due to the increasing incidence of hypertension and diabetes in the populations. To manage CKD, hemodialysis (HD)became the main option for patientes in Indonesia and that treatment requires optional vascular access. Studies on the profile and trends of vascular access use in Indonesia, particularly at Cipto Mangunkusumo National General Hospital (RSCM), remain limited. The changes in the 2019 KDOQI guidelines and COVID-19 pandemic may also influenced the access selection patterns. Method - This study is an observational descriptive study using medical record data of CKD patients aged 18-59 years undergoing HD at RSCM between 2018-2023. The data were collected from Division of Vascular and Endovascular Surgery RSCM-FKUI and hospital information system. Total sampling technique was used and the data were analyzed univariately and visualized with graphs. Results - Out of 733 identified subject, 236 met the inclusion criteria. Most of these were male (54,2%) with the leading etiologies include chronic glomerulonephritis (28%), hypertensive nephrosclerosis (26.7%), and diabetic kidney disease (25%). The most commonly used vascular access for HD initiation was tunneled jugular CDL which also remained as the dominant access in routine HD, followed by brachiocephalic AVF and radiocephalic AVFs. There was an increase in the use of both CDL and AVF with a decrease in direct puncture access use. The direct influence of KDOQI guideline changes and the pandemic on these trends couldn’t be conclusively determined. Conclusion - The profile of HD vascular access at RSCM shows the dominance of tunneled CDL compared to AVF and has not fully reflected the KDOQI “fistula first” principle which prioritizes AVF because it’s safer with lower risks and side effects. Therefore, this study is expected to be the basis for evaluating HD vascular access planning in CKD patients in Indonesia, especially at RSCM.
Keywords: Chronic kidney disease, hemodialysis, vascular access, RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Irfan Hafizh Buntoro - Nama Orang
Dedy Pratama - Nama Orang - No. Panggil
-
S25102fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xv, 74 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S25102fk | S25102fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi