Skripsi

Uji Perbandingan Aktivitas Antioksidan dan Sitotoksik Ekstrak Abrus precatorius dari Kebun Herbal Biofarmaka Bogor dan Kebun Materia Medica Batu = Comparative Study of Antioxidant and Cytotoxic Activities of Abrus precatorius Extracts from the Biofarmaka Herbal Garden Bogor and Materia Medica Garden Batu.

Latar Belakang Kanker payudara merupakan kanker dengan insidensi dan mortalitas tertinggi pada perempuan. Doxorubicin merupakan salah satu obat utama dalam terapi kanker payudara, namun penggunaannya terbatas karena efek toksisitasnya dan efek sampingnya. Oleh karena itu, hal ini mendorong pencarian alternatif maupun terapi pendamping berbasis herbal yang lebih aman. Abrus precatorius (APC) diketahui memiliki senyawa bioaktif dengan potensi antioksidan dan sitotoksik, namun perbedaan kondisi tumbuh dapat memengaruhi aktivitasnya. Metode Penelitian eksperimental ini menggunakan ekstrak etanol 70% daun APC dari Kebun Biofarmaka Bogor dan Kebun Materia Medica Batu. Uji fitokimia kualitatif dilakukan untuk identifikasi metabolit sekunder. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH menggunakan vitamin C sebagai kontrol positif, sedangkan aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7 diuji menggunakan MTT assay dengan doxorubicin sebagai kontrol positif. Nilai IC50 dianalisis menggunakan uji t-test independen dan Mann-Whitney. Hasil Kedua ekstrak APC mengandung saponin, flavonoid, tanin, alkaloid, dan steroid. Uji antioksidan menunjukkan aktivitas sedang dengan nilai IC₅₀ APC Bogor 175,70±0,69 μg/mL dan APC Batu 173,07±0,07 μg/mL (p=0,021). Uji sitotoksik menunjukkan aktivitas lemah dengan nilai IC50 APC Bogor 264,51±8,11 μg/mL dan APC Batu 257,35±33,92 μg/mL, tanpa perbedaan bermakna (p=0,513). Doxorubicin menunjukkan aktivitas jauh lebih kuat (IC50 34,68±11,09 μg/mL). Kesimpulan Ekstrak APC dari Bogor dan Batu memiliki profil fitokimia serupa, dengan aktivitas antioksidan sedang dan aktivitas sitotoksik lemah terhadap sel MCF-7. Perbedaan lokasi tumbuh memengaruhi aktivitas antioksidan namun tidak berpengaruh terhadap aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7.
Kata Kunci: Abrus precatorius, Antioksidan, Sitotoksik, MCF-7, Kebun Biofarmaka, Kebun Materia Medica


Introduction Breast cancer remains the leading cause of cancer incidence and mortality among women. Doxorubicin is a mainstay drug in breast cancer therapy; however, its use is limited by toxicity and adverse effects. This has prompted the search for safer alternatives or adjunct therapies from herbal sources. Abrus precatorius (APC) contains bioactive compounds with antioxidant and cytotoxic potential, though variations in growing conditions may influence its activity. Method This experimental study utilized 70% ethanol extracts of APC leaves from the Biofarmaka Garden (Bogor) and the Materia Medica Garden (Batu). Qualitative phytochemical screening was performed to identify secondary metabolites. Antioxidant activity was assessed using the DPPH assay with vitamin C as a positive control. Cytotoxic activity was evaluated against MCF-7 cells using the MTT assay with doxorubicin as a positive control. IC50 values were calculated to determine extract potency, followed by analysis with independent t-test and Mann-Whitney test. Results Both extracts contained saponins, flavonoids, tannins, alkaloids, and steroids. Antioxidant assays showed moderate activity with IC50 values of 175.70±0.69 μg/mL (Bogor) and 173.07±0.07 μg/mL (Batu) (p=0.021), compared with vitamin C (IC50 4.89±0.12 μg/mL). Cytotoxic activity was weak, with IC₅₀ values of 264.51±8.11 μg/mL (Bogor) and 257.35±33.92 μg/mL (Batu), showing no significant difference (p=0.513) compared with doxorubicin (IC₅₀ 34.68±11.09 μg/mL). Conclusion APC extracts from Bogor and Batu displayed similar phytochemical profiles, with moderate antioxidant and weak cytotoxic activities against MCF-7 cells. Differences in growing locations influenced antioxidant activity but did not affect cytotoxic activity against MCF-7 cells.
Keywords: Abrus precatorius, Antioxidant, Cytotoxic, MCF-7, Biofarmaka Garden, Materia Medica Garden

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Chika Lovenia Christy - Nama Orang
Rani Wardani Hakim - Nama Orang

No. Panggil
S25101fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler.,
Deskripsi Fisik
xv, 46 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
S25101fkS25101fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Uji Perbandingan Aktivitas Antioksidan dan Sitotoksik Ekstrak Abrus precatorius dari Kebun Herbal Biofarmaka Bogor dan Kebun Materia Medica Batu = Comparative Study of Antioxidant and Cytotoxic Activities of Abrus precatorius Extracts from the Biofarmaka Herbal Garden Bogor and Materia Medica Garden Batu.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.