Skripsi
Efek Penambahan FBS dan Shaking Pada Kultur Sel MCF 7 Setelah Pencairan dari Penyimpanan Nitrogen Cair = The Effect of FBS and Shaking Treatment on MCF-7 Cell Viability After Thawing from Cryopreservation.
Latar Belakang Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia. Garis sel MCF-7 sering digunakan dalam penelitian kanker payudara. Namun, viabilitas sel dapat menurun setelah pencairan dari penyimpanan nitrogen cair. Faktor komposisi medium kultur, seperti konsentrasi Foetal Bovine Serum (FBS), serta perlakuan fisik berupa shaking berpotensi memengaruhi pemulihan sel pasca-thawing. Metode Penelitian ini merupakan eksperimen in vitro dengan kultur sel MCF-7. Sel yang disimpan dalam nitrogen cair dicairkan, lalu ditumbuhkan pada media DMEM dengan perlakuan penambahan FBS konsentrasi 10% dan 20%, serta diberi atau tanpa perlakuan shaking. Viabilitas sel dihitung menggunakan metode Trypan Blue exclusion dengan tiga kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan (p > 0,05). Rerata jumlah sel tertinggi diperoleh pada kelompok perlakuan FBS 10% dengan shaking, diikuti oleh kelompok FBS 10% tanpa shaking, FBS 20% dengan shaking, dan FBS 20% tanpa shaking yang menunjukkan rerata jumlah sel terendah. Secara deskriptif, shaking cenderung meningkatkan jumlah sel, sedangkan peningkatan konsentrasi FBS tidak menunjukkan efek yang konsisten. Kesimpulan Penambahan konsentrasi FBS tidak secara signifikan meningkatkan pertumbuhan sel MCF-7 pasca-thawing. Perlakuan shaking menunjukkan kecenderungan positif terhadap proliferasi sel, meskipun belum signifikan secara statistik. Penelitian lebih lanjut dengan variasi konsentrasi FBS yang lebih luas serta jumlah ulangan lebih banyak diperlukan untuk memperkuat hasil.
Kata Kunci: MCF-7, FBS, shaking, viabilitas sel, cryopreservation
Background Breast cancer is one of the leading causes of death among women worldwide. The MCF-7 cell line is widely used in breast cancer research. However, cell viability may decrease after thawing from liquid nitrogen storage. Factors such as culture medium composition, particularly the concentration of Foetal Bovine Serum (FBS), and physical treatments like shaking may influence post-thaw recovery. Methods: This was an in vitro experimental study using MCF-7 cells. After thawing from liquid nitrogen, cells were cultured in DMEM with either 10% or 20% FBS, with or without shaking treatment. Cell viability was assessed using the Trypan Blue exclusion method, repeated in triplicate. Data were analyzed using ANOVA. Results The results showed no significant differences among treatment groups (p > 0.05). The highest average cell count was obtained in the 10% FBS with shaking group, followed by the 10% FBS without shaking, 20% FBS with shaking, and 20% FBS without shaking groups, which showed the lowest average cell count. Descriptively, shaking tended to increase cell numbers, while increasing FBS concentration did not produce consistent effects. Conclusion Increasing FBS concentration did not significantly enhance MCF-7 cell growth after thawing. Shaking treatment showed a positive tendency toward cell proliferation, although the results were not statistically significant. Further studies with broader FBS concentration ranges and larger replicates are recommended to strengthen these findings. Keywords: MCF-7, FBS, shaking, cell viability, cryopreservation
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Dini Fadillah Amna - Nama Orang
Aroem Naroeni - Nama Orang - No. Panggil
-
S25078fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xiv, 39 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S25078fk | S25078fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi