Skripsi
Gambaran Semiologi Bangkitan pada Pasien Epilepsi Lobus Temporal di RSUPN Cipto Mangunkusumo = Seizure Semiology in Patients with Temporal Lobe Epilepsy at Cipto Mangunkusumo National General Hospital.
Latar Belakang Diagnosis epilepsi lobus temporal terutama di daerah perifer menjadi suatu tantangan akibat keterbatasan modalitas diagnostik seperti EEG dan MRI. Gambaran semiologi dapat membantu menentukan lokalisasi dan lateralisasi fokus epilepsi di tahap awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografis dan semiologi bangkitan pada pasien epilepsi lobus temporal. Metode Desain penelitian adalah cross-sectional terhadap data rekam medis pasien epilepsi lobus temporal di RSUPN Cipto Mangunkusumo. Data dianalisis dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil Dari 107 subjek penelitian, 94,4% memiliki fokus temporal mesial dan 5,6% pada temporal lateral dengan 46,7% pada sisi kanan dan 53,3% pada sisi kiri. Gambaran semiologi yang ditemukan adalah aura epigastrium (25,7%), aura rasa takut (15,6%), aura visual (11,0%), déjà vu (9,2%), aura auditorik (6,4%), jamais vu (3,7%), perputaran kepala (39,5%), automatisme oral (24,8%), dan automatisme manual (13,8%). Kesimpulan Gambaran semiologi yang cukup umum ditemukan pada epilepsi lobus temporal adalah aura epigastrium, automatisme oral, dan perputaran kepala. Kecenderungan lateralisasi diamati pada perputaran kepala dan automatisme manual yang cenderung kontralateral terhadap sisi lesi.
Kata Kunci: Aura, automatisme, epilepsi lobus temporal, perputaran kepala, semiologi bangkitan
Introduction The diagnosis of temporal lobe epilepsy, especially in peripheral settings, remains a challenge due to limitations in diagnostic modalities such as EEG and MRI. Seizure semiology can help determine the localization dan lateralization of the epileptic focus at an early stage. This study aimed to describe the sociodemographic characteristics and seizure semiology of patients with temporal lobe epilepsy. Method The study was a cross sectional using medical record data of temporal lobe epilepsy patients at Cipto Mangunkusumo National General Hospital. Data were analyzed and presented as frequency distributions and percentages. Results Among 107 study subjects, 94.4% had mesial temporal foci and 5.6% had lateral temporal foci, with 46.7% on the right side and 53.3% on the left side. The semiology findings included epigastric aura (25.7%), fear aura (15.6%), visual aura (11.0%), déjà vu (9.2%), auditory aura (6.4%), jamais vu (3.7%), head turning (39.5%), oral automatisms (24.8%), and manual automatisms (13.8%). Conclusion The most common semiological features in temporal lobe epilepsy include epigastric aura, oral automatisms, and head turning. A trend toward lateralization was observed in head turning and manual automatisms, which tended to occur contralateral to the lesion side.
Keywords: Aura, automatism, head turning, seizure semiology, temporal lobe epilepsy
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Muhammad Dipa Resfadillah - Nama Orang
Winnugroho Wiratman - Nama Orang - No. Panggil
-
S25070fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xv, 56 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S25070fk | S25070fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi