Tesis
Hubungan Fistula Arteriovenosa terhadap Parameter Fungsi Diastolik Ventrikel Kiri pada Pasien yang Menjalani Transplantasi Ginja = The Relationship Between Arteriovenous Fistula and Left Ventricular Diastolic Function Parameters in Kidney Transplant Recipients.
Latar Belakang: Gagal jantung merupakan komplikasi kardiovaskular yang sering terjadi pascatransplantasi ginjal, dengan disfungsi diastolik ventrikel kiri sebagai manifestasi utama. Parameter ekokardiografi—left ventricular mass index (LVMI), kecepatan rerata e′, rasio E/e′, left atrial volume index (LAVI), dan kecepatan regurgitan trikuspid (TRVmax)—diketahui berhubungan dengan luaran kardiovaskular pada populasi ini. Fistula arteriovenosa (AVF) yang dipertahankan pascatransplantasi berpotensi menyebabkan hipertrofi ventrikel dan disfungsi diastolik ventrikel kiri. Hubungan keberadaan AVF dan parameter fungsi diastolik ventrikel kiri pada pasien pascatransplantasi ginjal masih belum banyak diteliti. Tujuan: Menilai hubungan antara keberadaan AVF dan laju aliran darah AVF dengan parameter fungsi diastolik ventrikel kiri pada pasien pascatransplantasi ginjal. Metode: Penelitian potong lintang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia. Data diperoleh secara retrospektif dari hasil pemeriksaan ekokardiografi dan rekam medis pasien pascatransplantasi ginjal. Dilakukan perbandingan nilai parameter fungsi diastolik yang meliputi LVMI, rerata kecepatan e′, rasio E/e′, LAVI, dan TRVmax antara subjek dengan AVF dan tanpa AVF. Dilakukan uji korelasi antara laju aliran darah AVF dengan parameter fungsi diastolik ventrikel kiri. Dilakukan analisis bivariat untuk mengevaluasi kemungkinan variabel perancu. Hasil: Sebanyak 62 subjek diikutsertakan dalam penelitian ini, terdiri dari 31 subjek dengan AVF paten. Kelompok AVF menunjukkan nilai LVMI yang lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa AVF (114,8 ± 21,1 g/m² vs 95,3 ± 15,8 g/m²; p < 0,01), kecepatan rerata e′ yang lebih rendah (7,2 ± 2,0 cm/s vs 9,1 ± 1,5 cm/s; p < 0,001), rasio E/e′ yang lebih tinggi (10,2 [5,7–22,3] vs 7,6 [3,8–16,1]), serta nilai LAVI yang lebih besar (33,8 [24–82] mL/m² vs 27,3 [21 –50,8] mL/m²). Ditemukan korelasi negatif lemah antara laju aliran darah AVF dan rerata e′ (r = –0,37; p = 0,03), korelasi positif sedang dengan rasio E/e′ (r = 0,47; p = 0,007), dan korelasi positif lemah dengan LAVI (r = 0,36; p = 0,04). Analisis multivariat tidak menunjukkan pengaruh bermakna dari variabel perancu terhadap parameter fungsi diastolik. Simpulan: AVF pascatransplantasi ginjal berhubungan dengan parameter fungsi diastolik ventrikel kiri yang lebih buruk, ditandai dengan peningkatan LVMI, rasio E/e′, dan LAVI, serta penurunan rerata kecepatan e′. Semakin tinggi laju aliran darah AVF, semakin buruk parameter fungsi diastolik ventrikel kiri yang ditemukan. AVF yang dipertahankan dapat berkontribusi terhadap cardiac remodeling subklinis dan gangguan relaksasi ventrikel. Pemantauan hemodinamik yang teratur dan pengelolaan aliran AVF secara individual diperlukan untuk menurunkan risiko kardiovaskular jangka panjang pada populasi ini.
Kata kunci: Fistula arteriovenosa; Transplantasi ginjal; Disfungsi diastolik ventrikel kiri; Ekokardiografi; Gagal jantung
Background: Heart failure is a common cardiovascular complication following kidney transplantation, with left ventricular diastolic dysfunction as its primary manifestation. Echocardiographic parameters—left ventricular mass index (LVMI), mean e′ velocity, E/e′ ratio, left atrial volume index (LAVI), and tricuspid regurgitation velocity (TRVmax)—are known to be associated with cardiovascular outcomes in this population. A persistent arteriovenous fistula (AVF) after transplantation may contribute to ventricular hypertrophy and diastolic dysfunction. However, the relationship between the presence of AVF and diastolic function parameters in post–kidney transplant patients has not been extensively studied. Objective: To evaluate the association between the patency and flow of AVF and left ventricular diastolic function parameters in post–kidney transplant patients. Methods: A cross-sectional study was conducted at Cipto Mangunkusumo General Hospital, Jakarta, Indonesia. Data were retrospectively collected from echocardiographic examinations and medical records of post–kidney transplant patients. Diastolic function parameters, including LVMI, mean e′ velocity, E/e′ ratio, LAVI, and TRVmax, were compared between patients with and without AVF. Correlation analyses were performed between AVF blood flow rate and diastolic function parameters. Bivariate analyses were used to evaluate potential confounding variables. Results: A total of 62 subjects were included, consisting of 31 subjects with a patent AVF. The AVF group had significantly higher LVMI compared with the non-AVF group (114.8 ± 21.1 g/m² vs 95.3 ± 15.8 g/m²; p < 0.01), lower mean e′ velocity (7.2 ± 2.0 cm/s vs 9.1 ± 1.5 cm/s; p < 0.001), higher E/e′ ratio (10.2 [5.7–22.3] vs 7.6 [3.8–16.1]), and higher LAVI (33.8 [24–82] mL/m² vs 27.3 [21 –50.8] mL/m²). A weak negative correlation was found between AVF blood flow rate and mean e′ velocity (r = –0.37; p = 0.03), a moderate positive correlation with E/e′ ratio (r = 0.47; p = 0.007), and a weak positive correlation with LAVI (r = 0.36; p = 0.04). Multivariate analysis showed no significant effect of confounding variables on diastolic function parameters. Conclusion: The presence of AVF after kidney transplantation is associated with impaired left ventricular diastolic function parameters, as indicated by increased LVMI, E/e′ ratio, and LAVI, and reduced mean e′ velocity. Higher AVF blood flow rates are correlated with worse diastolic function parameters. Persistent AVF may contribute to subclinical cardiac remodeling and impaired ventricular relaxation. Regular hemodynamic monitoring and individualized AVF flow management are essential to reduce long-term cardiovascular risk in this population.
Keywords: Arteriovenous fistula; Kidney transplantation; Left ventricular diastolic dysfunction; Echocardiography; Heart failure
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2026
- Pengarang
-
Segal Abdul Aziz - Nama Orang
Silvia Tri Widyaningtyas - Nama Orang - No. Panggil
-
T26002fk
- Penerbit
- Jakarta : Sp-2 Ilmu Penyakit Dalam., 2026
- Deskripsi Fisik
-
xviii, 77 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T26
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T26002fk | T26002fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi