Tesis

Hubungan Parameter Penilaian Kesejahteraan Janin Dengan Luaran Perinatal = Association Between Fetal Well-Being Assessment Parameters and Perinatal Outcomes.

Latar Belakang: Pengawasan janin antepartum bertujuan meningkatkan luaran perinatal, terutama mencegah lahir mati dan cedera neurologis jangka panjang. Berbagai parameter penilaian kesejahteraan janin telah digunakan secara luas untuk memprediksi luaran perinatal. Penelitian ini menilai hubungan antara beberapa parameter kesejahteraan janin dengan luaran perinatal buruk, sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan klinis terutama pada kehamilan risiko tinggi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain kohort retrospektif yang dilakukan di RSCM dengan mengambil data selama 4 tahun dari Januari 2021 hingga Desember 2024 melalui penelusuran rekam medis. Subjek adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal dan melahirkan di RSCM dan neonatus yang dilahirkannya pada periode bulan Januari 2021 sampai dengan Desember 2024. Subjek harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen meliputi berbagai parameter yang dinilai secara klinis, CTG dan ultrasonografi, dengan variabel dependen adalah luaran perinatal yang buruk. Luaran perinatal buruk didefinisikan sebagai suatu hasil gabungan apabila didapatkan salah satu dari distres pernapasan berat, intraventricular hemorrhage, periventricular leukomalacia, hypoxic ischemic encephalopathy, necrotizing enterocolitis, bronchopulmonary dysplasia, sepsis neonatorum awitan dini, atau kematian neonatal. Analisis statistik menggunakan program SPSS for Windows versi 26.0. Hasil: Didapatkan 2167 subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Terdapat 1365subjek luaran perinatal yang buruk dan 802 subjek mengalami luaran perinatal yang baik. Hasil analisis multivariat dengan regresi logistik dari empat variabel yang berhubungan dengan luaran perinatal buruk adalah aktivitas janin kurang [OR 1,64 (IK 95% 1,12 – 2,39)], oligohidramion [OR 1,39 (IK 95% 1,11 – 1,73)], abnormalitas doppler arteri umbilikalis [OR 1,56 (IK 95% 1,22 – 1,99)], abnormalitas CPR [OR 1,57 (IK 95% 1,15 – 2,13)]. Dari penelitian ini, dikembangkan suatu sistem skoring dari rumus persamaan regresi logistik untuk memprediksi luaran perinatal buruk dengan AUC 0,57 (IK 95% 0,54 – 0,59). Kesimpulan: Terdapat empat parameter kesejahteraan janin yang berhubungan dengan luaran perinatal buruk dan bermakna secara statistik, yaitu aktivitas janin yang berkurang, oligohidramnion (DVP atau ICA persentil 95, AEDF, REDF) dan abnormalitas CPR ( < 1). Penelitian ini menghasilkan sistem skoring untuk memprediksi luaran perinatal yang buruk menggunakan empat parameter tersebut.
Kata kunci: Parameter kesejahteraan janin, ultrasonografi, luaran perinatal, sistem skor


Background: Antepartum fetal surveillance aims to improve perinatal outcomes, particularly by preventing stillbirth and long-term neurological injury. Various fetal wellbeing assessment parameters have been widely used to predict perinatal outcomes. This study evaluates the association between several fetal well-being parameters and adverse perinatal outcomes, which may serve as a basis for clinical decision-making, especially in high-risk pregnancies. Methods: This study is an analytical observational study with a retrospective cohort design conducted at RSCM, using four years of medical record data from January 2021 to December 2024. The subjects were pregnant women who underwent antenatal care and delivered at RSCM, along with their neonates, within the study period. Subjects were required to meet the inclusion and exclusion criteria. Independent variables included clinically assessed parameters, CTG findings, and ultrasonographic evaluations, while the dependent variable was adverse perinatal outcome. Adverse perinatal outcome was defined as the presence of any of the following: severe respiratory distress, intraventricular hemorrhage, periventricular leukomalacia, hypoxic-ischemic encephalopathy, necrotizing enterocolitis, bronchopulmonary dysplasia, early-onset neonatal sepsis, or neonatal death. Statistical analysis was performed using SPSS for Windows version 26.0. Results: A total of 2,167 subjects met the inclusion and exclusion criteria. Of these, 1,365 experienced adverse perinatal outcomes and 802 had favorable outcomes. Multivariate logistic regression analysis identified four variables associated with adverse perinatal outcomes: decreased fetal movements [OR 1.64 (95% CI 1.12–2.39)], oligohydramnios [OR 1.39 (95% CI 1.11–1.73)], abnormal umbilical artery doppler [OR 1.56 (95% CI 1.22– 1.99)], and abnormal CPR [OR 1.57 (95% CI 1.15–2.13)]. Based on these findings, a scoring system was developed using the logistic regression equation to predict adverse perinatal outcomes, yielding an AUC of 0.57 (95% CI 0.54–0.59). Conclusion: Four fetal well-being parameters were statistically associated with adverse perinatal outcomes: decreased fetal movements, oligohydramnios (DVP or AFI 95th percentile, AEDF, REDF), and abnormal CPR ( < 1). This study developed a scoring system to predict adverse perinatal outcomes based on these four parameters.
Keywords: Fetal well-being parameters, ultrasonography, perinatal outcomes, scoring system

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Dwi Ajeng Rembulan - Nama Orang
Yudianto Budi Saroyo - Nama Orang
Aria Wibawa - Nama Orang
Putri Maharani Tristanita Marsubrin - Nama Orang

No. Panggil
T25498fk
Penerbit
Jakarta : Sp-2 Obstetri dan Ginekologi.,
Deskripsi Fisik
xvii, 87 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25498fkT25498fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Hubungan Parameter Penilaian Kesejahteraan Janin Dengan Luaran Perinatal = Association Between Fetal Well-Being Assessment Parameters and Perinatal Outcomes.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.