Tesis
“Peran Madu Trigona terhadap Penyembuhan Luka Sekunder Vagina Pasca Amnion Graft di Tikus: Analisis Makroskopik, Histopatologik, serta Ekspresi IL-6, TNF-α, dan MMP-2” = "The Role of Trigona Honey for Secondary Wound Healing of Post Amnion Graft Vagina in Rat: Analysis of Macroscopic, Histopathologic, and IL-6, TNF-α, and MMP-2 Expression".
Latar Belakang: Prosedur neovagina dengan amnion graft adalah teknik pembentukan vagina baru menggunakan membran amnion sebagai graf untuk memulihkan fungsi seksual pada sindrom Mayer–Rokitansky–Küster–Hauser (MRKH). Masalah yang sering timbul pada prosedur tersebut adalah epitelisasi luka yang tidak sempurna akibat penyembuhan luka yang lama. Madu trigona dapat mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi reaksi inflamasi, namun manfaatnya pada prosedur neovagina dengan amnion graft belum diketahui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai peran madu Trigona dalam mempercepat proses penyembuhan luka sekunder yang diaplikasikan amnion pada kelompok tikus Sprague Dawley (SD) dibandingkan kelompok tikus yang hanya diaplikasikan amnion. Metode: Penelitian eksperimental ini dilakukan secara in vivo pada tikus SD di Animal Research Facilities IMERI FKUI pada bulan Januari hingga Agustus 2025 dan pengambilan sampel pada bulan Juni-Juli 2025. Besar sampel dihitung dengan rumus Federer. Sampel dibagi dua, yaitu kelompok perlakuan yang diberi madu Trigona dan kelompok kontrol yang tidak diberi madu, hanya diaplikasikan amnion. Pengamatan makroskopis menggunakan foto (bebird), histopatologik jaringan vagina dengan HE dan pemeriksaan molekuler sampel darah dengan ELISA. Pengamatan makroskopis dan molekuler dilakukan hari ke-0, ke-2, ke-5, dan ke-7, sedangkan pengamatan histopatologik pada hari ke-7. Hasil: Total 8 sampel dibagi dua ke masing-masing kelompok @4 tikus SD. Pengamatan makroskopik di kelompok perlakuan menunjukkan kecepatan penyembuhan lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol. Pemeriksaan histopatologik pada kelompok perlakuan menunjukkan hasil yang lebih baik berdasarkan evaluasi kualitatif dan kuantitatif. Pada pemeriksaan molekular, ekspresi IL-6 lebih rendah di kelompok perlakuan pada seluruh hari pengamatan, TNF-α lebih rendah pada hari ke-5 dan ke-7, serta kadar MMP-2 lebih rendah pada hari ke-0, ke-5, dan ke-7. Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada rerata konsentrasi IL-6, TNF-α, dan MMP-2 di seluruh kelompok dan keempat waktu pengamatan (p > 0,05). Kesimpulan: Madu Trigona dapat mempercepat penyembuhan luka dinilai dari makroskopis dan histopatologik, namun tidak didapatkan perbedaan yang signifikan dari pemeriksaan molekuler.
Kata kunci: Penyembuhan luka, madu Trigona, amnion graft, IL-6, TNF-α, MMP-2
Background: The Neovagina amnion graft procedure is the latest neovaginal technique using amnion membrane as a graft to recover sexual function in Mayer–Rokitansky– Küster–Hauser (MRKH) syndrome cases. The problems that often occur in this procedure are imperfect epithelization caused by a longer healing time. Trigona honey can accelerate the wound healing and reduce inflammatory reactions, however its advantage for neovagina amnion graft procedure is unknown. Objective: This research aims to evaluate the therapeutic potential of Trigona honey in enhancing the wound healing process of SD rats group applied with amnion compared to a group that was only applied with amnion. Methods: This experimental research was conducted in vivo on SD rats in Animal Research Facilities IMERI FKUI from January to August 2025 with sampling done in June-July 2025. The sample size is calculated with the Federer formula. The sample was divided into two groups: a treatment group with Trigona honey application and a control group without Trigona honey application, which was only applied with amnion. Macroscopic examination is documented using bebird, histopathologic examination with vaginal tissue sample using H&E staining, and molecular analysis with blood sample using ELISA. There is a macroscopic and molecular examination on days 0, 2, 5, and 7, while histopathologic examination is only performed on day 7. Results: A total of 8 samples were divided equally into each group @4 SD rats. From macroscopic examination, the treatment group demonstrated a faster healing process than the control group. From the histopathology examination, the treatment group had better results from qualitative and quantitative examination. From molecular examination, the treatment group had lower IL-6 expression on all observation days, lower TNF-α on days 5 and 7, and MMP-2 levels on days 0, 5, and 7. However, there were no significant differences in mean concentration of IL-6, TNF-α, and MMP-2 among all groups and four observation days (p >0,05). Conclusion: Trigona honey accelerates wound healing, provides better histopathological images, and reduces the expression of IL-6, TNF-α, and MMP-2.
Keywords: Wound healing, Trigona honey, amnion graft, IL-6, TNF-α, MMP-2
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
R. M. Ali Fadhly - Nama Orang
Budi Imam Santoso - Nama Orang
Tyas Priyatini - Nama Orang
Joedo Prihartono - Nama Orang - No. Panggil
-
T25497fk
- Penerbit
- Jakarta : Sp-2 Obstetri dan Ginekologi., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xiv, 60 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25497fk | T25497fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi