Tesis
Analisis Kurva Pembelajaran Pembedahan Prolaps Organ Panggul Pada Peserta Didik Subspesialis Uroginekologi Dan Rekonstruksi Estetik = Learning Curve Analysis of Pelvic Organ Prolapse Surgery Among Urogynecology and Aesthetic Reconstruction Trainees.
Latar Belakang: Prolaps organ panggul (POP) merupakan kondisi organ panggul menurun ke dalam vagina akibat melemahnya otot dan jaringan penyangga. Kondisi ini merupakan beban kesehatan wanita dengan prevalensi global 30,9% dan 26,4% di Jakarta. Seiring dengan bertambahnya angka harapan hidup perempuan di Indonesia pada dekade terakhir, terjadi peningkatan prevalensi POP sekitar 40%. Namun, angka ini terus meningkat dan mempengaruhi kualitas hidup wanita kedepannya. Diperkirakan kebutuhan pembedahan POP akan mencapai 48,1% pada 2050. Mengingat kompleksitas prosedur POP, dibutuhkan pelatihan serta evaluasi yang adekuat dari pendidikan subspesialis uroginekologi sehingga dapat memastikan tercapainya keselamatan pasien dan manajemen yang optimal. Objektif: Menganalisis kurva pembelajaran peserta didik subspesialis uroginekologi dalam melakukan pembedahan rekonstruksi POP di RSCM. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Cumulative Sum (CUSUM) untuk dapat mengevaluasi perkembangan keterampilan bedah dan mengoptimalkan mutu pendidikan klinis kedokteran. Metode: Penelitian ini menganalisis kurva pembelajaran berbasis CUSUM untuk menilai performa tiga peserta didik subspesialis selama melakukan sepuluh prosedur rekonstruksi POP. Variabel yang dianalisis meliputi durasi operasi dan jumlah perdarahan intraoperatif. Hasil: Analisis kurva CUSUM dinilai dapat mengidentifikasi waktu peserta didik mencapai kompetensi prosedural dan performa yang stabil yang ditandai dengan fase plateau pada durasi operasi serta penurunan jumlah perdarahan intraoperatif. Metode ini memungkinkan deteksi dini terhadap hambatan proses pembelajaran serta memfasilitasi tindakan korektif cepat selama pendidikan. Kesimpulan : Peserta didik memiliki fase pembelajaran, platau dan kompetensi yang bervariasi, fase pembelajaran di Jalani 6 prosedur, fase memahami (plateau) di prosedur 6-8, fase kompeten di prosedur ke 8 β 10, benchmark TVH 61 menit, KA 32,5 menit dan KPR 35,5 menit, untuk dapat digunakan kapan waktu pengambilan DOPS. CUSUM bisa menilai fase pembelajaran, plateau dan kompetensi yang dinilai dari durasi operasi dan jumlah perdarahan.
Kata kunci: Prolaps organ panggul (POP), kurva pembelajaran, cumulative sum (CUSUM), pendidikan uroginekologi, kompetensi pembedahan, pendidikan klinis.
Background Pelvic organ prolapse (POP) is a condition in which pelvic organs descend into the vaginal canal due to weakened muscles and tissues. It represents a significant global health burden with a worldwide prevalence of 30.9% and 26.4% in Jakarta. As the female life expectancy in Indonesia continues to rise, the prevalence of POP estimated to increase by 40%, further affecting womenβs quality of life. The need for POP surgery is projected to reach 48.1% by 2050. Given the complexity of POP reconstruction, adequate training and evaluation of urogynecology subspecialists are essential to ensure patient safety and optimal outcomes. Objective To analyze the learning curve of POP surgeries performed by urogynecology subspecialty trainees at RSCM using the Cumulative Sum (CUSUM) method in order to evaluate surgical skill development and optimize clinical training quality. Methods This study applied a CUSUM learning curve analysis to assess the performance of three subspecialty trainees during ten POP reconstructive surgeries. Variables analyzed included operation duration and intraoperative blood loss. Results CUSUM analysis is able to identify the point at which trainees achieve procedural competence and stable performance, reflected by plateau phase in operation time and reduced intraoperative bleeding. This method allows for early detection of learning challenges and facilitates timely corrective actions during training. Conclusions Trainees progress through variable learning, plateau, and competence phases. The learning phase occurs during the first six procedures, the plateau phase between procedures 6β8, and competence is achieved by procedures 8β10. Benchmark operative times are 61 minutes for TVH, 32.5 minutes for KA, and 35.5 minutes for KPR. These benchmarks guide optimal timing for DOPS assessment. CUSUM analysis enables evaluation of learning progression based on operative time and blood loss.
Keywords: pelvic organ prolapse (POP), learning curve, cumulative sum (CUSUM), urogynecology training, surgical competency, clinical education
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
D. Irsat Syafardi - Nama Orang
Tyas Priyatini - Nama Orang
Alfa Putri Meutia - Nama Orang
Joedo Prihartono - Nama Orang - No. Panggil
-
T25496fk
- Penerbit
- Jakarta : Sp-2 Obstetri dan Ginekologi., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xvi, 104 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25496fk | T25496fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi