Tesis
Efektivitas Terapi Latihan Menelan Menggunakan Elastic Taping Dibandingkan dengan Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES) pada Pasien Disfagia Akibat Strok = Effectiveness of Swallowing Exercise Therapy Using Elastic Taping Compared to Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES) in Patients with Post-Stroke Dysphagia.
Latar Belakang: Disfagia merupakan gangguan menelan yang umum terjadi pasca strok dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup serta risiko aspirasi. Dua modalitas rehabilitasi yang banyak digunakan adalah Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES) dan Elastic Taping (ET), namun data perbandingan efektivitas keduanya masih terbatas. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas terapi latihan menelan dengan ET dan NMES dalam meningkatkan fungsi menelan pada pasien disfagia akibat strok. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan desain uji klinis acak terkontrol. Subjek merupakan pasien strok dengan disfagia yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi: ET dan NMES. Intervensi berlangsung selama 6 minggu. Evaluasi fungsi menelan menggunakan dua parameter utama: PenetrationAspiration Scale (PAS) dan Yale Pharyngeal Residue Severity Rating Scale (YPRSRS), yang dinilai melalui pemeriksaan Fiberoptic Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebanyak 34 subjek menyelesaikan rangkaian intervensi. Kedua kelompok, ET dan NMES, menunjukkan peningkatan signifikan pada skor PAS dan YPRSRS setelah terapi. Pada kelompok ET, terjadi perbaikan signifikan skor PAS untuk makanan padat (p < 0.05) dan cairan (p < 0.001), dengan hasil lebih baik pada YPRSRS-Piriformis (p < 0.05). Kelompok NMES menunjukkan perbaikan signifikan skor PAS untuk makanan padat (p < 0.05) serta hasil lebih baik pada YPRSRS-Valekula (p < 0.05). Tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok baik skor PAS, YPRSRS-Valekula, dan YPRSRS-Piriformis (p > 0.05), menunjukkan efektivitas yang setara, baik dari segi penurunan risiko aspirasi maupun reduksi residu faringeal. Kesimpulan: Latihan menelan dengan ET terbukti memiliki efektivitas yang setara dengan NMES dalam meningkatkan fungsi menelan pada pasien disfagia akibat strok. ET dapat menjadi alternatif terapi yang lebih ekonomis, non-invasif, dan mudah diaplikasikan terutama di fasilitas layanan kesehatan dengan keterbatasan alat stimulasi elektrik. Studi lanjutan dengan sampel lebih besar dan durasi pengamatan lebih panjang disarankan untuk memperkuat bukti klinis ini.
Kata kunci: disfagia, strok, Elastic taping, NMES, FEES, PAS, YPRSRS
Background: Dysphagia is a common swallowing disorder following stroke, significantly affecting patients' quality of life and increasing the risk of aspiration and other complications. Two commonly used modalities in dysphagia rehabilitation are Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES) and Elastic Taping (ET). However, comparative data on their effectiveness remain limited. Objective: This study aimed to compare the effectiveness of swallowing exercise therapy using Elastic Taping versus NMES in improving swallowing function in post-stroke dysphagia patients. Methods: This was an experimental study with a randomized controlled clinical trial design. The study subjects were stroke patients with dysphagia who met the inclusion and exclusion criteria and were divided into two groups: the ET intervention group and the NMES group. The intervention lasted for 6 weeks. Swallowing function was assessed using two main parameters: the PenetrationAspiration Scale (PAS) and the Yale Pharyngeal Residue Severity Rating Scale (YPRSRS), evaluated via Fiberoptic Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES) before and after the intervention. Results: A total of 34 subjects completed the study. Both ET and NMES groups showed significant improvements in PAS and YPRSRS scores after therapy. In the ET group, there was a significant improvement in PAS scores for solid foods (p < 0.05) and liquids (p < 0.001), with better outcomes on the YPRSRS-Piriformis (p < 0.05). The NMES group showed a significant improvement in PAS scores for solid foods (p < 0.05) and better outcomes on the YPRSRS-Vallecula (p < 0.05). There were no significant differences between groups in PAS scores, YPRSRSVallecula, or YPRSRS-Piriformis (p > 0.05), indicating comparable effectiveness in reducing aspiration risk and pharyngeal residue. Conclusion: Swallowing exercises using Elastic Taping have been proven to be as effective as NMES in improving swallowing function in post-stroke dysphagia patients. ET may serve as a more economical, non-invasive, and easily applicable alternative therapy, especially in healthcare facilities with limited access to electrical stimulation devices. Further studies with larger sample sizes and longer follow-up durations are recommended to strengthen these clinical findings.
Keywords: dysphagia, stroke, Elastic taping, NMES, FEES, PAS, YPRSRS
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Gantarini Rianna Panannangan - Nama Orang
Ira Mistivani - Nama Orang
Aria Kekalih - Nama Orang
Elvie Zulka - Nama Orang - No. Panggil
-
T25486fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xvii, 125 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25486fk | T25486fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi