Skripsi
Uji Aktivitas Antioksidan Centella Asiatica dalam Bentuk Ekstrak Etanol dan Sediaan Kosmetik Toner = Antioxidant Activity Exam of Centella Asiatica in Ethanol Extract Form and Cosmetic Toner Preparations.
Latar Belakang Peningkatan ketertarikan masyarakat terhadap sediaan kosmetik dengan bahan alami mendorong industri kosmetik untuk memproduksi produk dengan bahan herbal, salah satunya Centella asiatica (CA). Namun, formulasi yang dilakukan tidak selalu mempertahankan khasiat CA sebagai antioksidan, sehingga klaim produk tidak selaras dengan khasiat produk sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid ekstrak etanol CA dengan sediaan kosmetik toner yang mengandung CA dari 5 merk berbeda. Toner yang diikutsertakan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan penggunaan ekstrak CA pada komposisi bahan, popularitas, dan khasiat menenangkan atau antiinflamasi. Metode Kandungan flavonoid dihitung menggunakan uji flavonoid kuantitatif melalui metode AlCl3 dengan larutan standar quercetin dan kualitatif dengan metode shinoda test. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan IC50 dari uji DPPH. Hasil uji flavonoid kuantitatif dan uji DPPH dianalisis dengan menggunakan uji normalitas Saphiro-Wilk, uji ANOVA untuk data distribusi normal, uji Kruskal-Wallis untuk data distribusi tidak normal, dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil Uji flavonoid kuantitatif menunjukkan bahwa ekstrak etanol CA memiliki kandungan yang lebih tinggi pada sediaan kosmetik toner A, B, D, dan lebih rendah dibandingkan sediaan C dan E. Uji flavonoid kualitatif tidak valid, dengan hasil yang negatif pada semua sediaan. Hasil IC50 dari uji DPPH ekstrak etanol CA lebih rendah dibandingkan dengan sediaan A, B, C, D, dan E, menandakan adanya aktivitas antioksidan yang lebih tinggi. Kesimpulan Kandungan flavonoid pada ekstrak etanol CA lebih tinggi dibandingkan sediaan kosmetik toner A, B, D, sedangkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol CA lebih tinggi dibandingkan sediaan A, B, dan D. Sediaan C dan E tidak dapat diikutsertakan dalam perbandingan dengan ekstrak etanol CA karena hasil yang fluktuatif. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa sediaan kosmetik toner yang mengandung CA memiliki aktivitas antioksidan yang lebih rendah dibandingkan ekstrak etanol CA.
Kata Kunci: Centella asiatica, DPPH, Flavonoid, Kosmetik, Toner
Introduction The increasing public awareness of cosmetic formulation ingredients has encouraged the cosmetic industry to produce products with herbal components, one of which is Centella asiatica (CA). However, formulations do not always preserve CA’s efficacy as an antioxidant, resulting in product claims that may not align with the actual properties. This study aims to compare the antioxidant activity and flavonoid content of CA ethanol extract with cosmetic toner preparations containing CA from five different brands. Toners are selected based on the existence of CA extract in the ingredient list, popularity, and anti-inflammation or calming claims. Method Flavonoid content was measured quantitatively using the AlCl₃ method with quercetin as the standard solution, and qualitatively using the Shinoda test. Antioxidant activity was measured using IC50 values obtained from the DPPH assay. Results from flavonoid quantitative test and DPPH assay were analyzed by Shapiro-wilk normality test, ANOVA test for normal distributed data, Kruskal-Wallis test for non normally distributed data, and followed by Least Significant Difference (LSD) test. Results Quantitative flavonoid testing showed that CA ethanol extract had higher content compared to cosmetic toner preparations A, B, and D, but lower compared to preparations C and E. The qualitative flavonoid test was not valid, yielding negative results in all preparations. The IC₅₀ values from the DPPH assay showed that CA ethanol extract had lower IC₅₀ compared to preparations A, B, C, D, and E, indicating higher antioxidant activity. Conclusion The flavonoid content in CA ethanol extract is higher than cosmetic toner preparations A, B, D, while the antioxidant activity of CA ethanol extract is higher than preparations A, B, and D. Preparations C and E cannot be included in the comparison with CA ethanol extract due to fluctuating results. Cosmetic preparations, such as toner, containing CA extract formulated with other ingredients has lower antioxidant activity than CA ethanol extract.
Keywords: Centella asiatica, DPPH, Flavonoid, Cosmetic, Toner
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Andrea Aretha Purnama - Nama Orang
Adisti Dwijayanti - Nama Orang - No. Panggil
-
S25051fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xvi, 51 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S25051fk | S25051fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi