Tesis

Perbandingan Efektivitas Terapi Low Level Laser dan Ultrasound terhadap Lingkup Gerak Sendi dan Kemampuan Fungsional pada Luka Bakar Tangan dengan Skar Hipertrofik = Comparison of the Effectiveness of Low-Level Laser Therapy and Ultrasound on Range of Motion and Functional Ability in Hand Burn Injuries with Hypertrophic Scars.

Latar Belakang: Luka bakar merupakan masalah kesehatan global yang sering menimbulkan skar hipertrofik, terutama pada tangan, sehingga menyebabkan keterbatasan fungsi. Rehabilitasi melalui fisioterapi dan modalitas seperti LowLevel Laser Therapy (LLLT) dan Ultrasonografi (US) berperan penting dalam meningkatkan lingkup gerak sendi dan fungsi. LLLT telah terbukti berpotensi mengurangi proliferasi fibroblas dan deposisi kolagen abnormal, sementara US meningkatkan elastisitas jaringan dan mengurangi kekakuan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas LLLT dan US dalam meningkatkan fungsi serta mobilitas tangan pada pasien dewasa dengan skar hipertrofik akibat luka bakar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lingkup gerak sendi (LGS) dan kemampuan fungsional pada pasien luka bakar tangan dengan skar hipertrofik yang mendapat terapi LLLT dibandingkan dengan terapi US. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Randomized Controlled Trial (RCT) yang melibatkan 13 pasien dengan total 24 tangan yang bersedia ikut serta. Dua partisipan (4 tangan) keluar dari penelitian setelah sekitar dua minggu karena masalah kehadiran dan kesulitan hadir secara rutin. Pasien mendapatkan intervensi modalitas LLLT dan US dua kali seminggu selama 8 minggu. Evaluasi hasil dilakukan pada awal (sebelum intervensi) dan pada minggu kedelapan setelah intervensi. Hasil: Terapi LLLT maupun US memberikan perbaikan LGS dan kemampuan fungsional pada pasien luka bakar tangan dengan skar hipertrofik. Rerata LGS kelompok LLLT 6,30 ± 3,46; kelompok US 7,70 ± 2,26. Tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok sebelum maupun sesudah intervensi (p = 0,063). Rerata kemampuan fungsional kelompok LLLT 10,20 ± 4,93; kelompok US 7,60 ± 1,57. Keduanya menunjukkan peningkatan bermakna dalam kelompok, meskipun perbedaan antar kelompok tidak signifikan secara statistik (baseline p = 0,436). Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada LGS dan kemampuan fungsional pada pasien luka bakar tangan dengan skar hipertrofik antara kelompok yang diberikan LLLT dan terapi US.
Kata kunci: luka bakar, tangan, lingkup gerak sendi, kemampuan fungsional, LLLT, US


Background: Burns are a global health issue that often lead to hypertrophic scars, especially on the hands, causing functional limitations. Rehabilitation through physical therapy and modalities like Low-Level Laser Therapy (LLLT) and Ultrasound (US) plays a key role in improving joint range of motion and function. LLLT has shown potential in reducing fibroblast proliferation and abnormal collagen deposition, while US increases tissue elasticity and reduces stiffness. This study aims to compare the effectiveness of LLLT and US in improving hand function and mobility in adult patients with hand hypertrophic burn scars. Objective: This study aimed to determine the difference in range of motion (ROM) and functional ability in hand burn patients with hypertrophic scars who receive LLLT compared to US therapy. Methods: This study used a Randomized Controlled Trial (RCT) design involving 13 patients with a total of 24 hands who agreed to participate. Two participants (4 hands) dropped out after approximately two weeks due to attendance issues and difficulty attending therapy regularly. Patients received LLLT and US modality interventions twice a week for 8 weeks. Outcome assessments were conducted at baseline (before the intervention) and in the eighth week post-intervention. Results: Both LLLT and US therapy resulted in improvements in ROM and functional ability in patients with hand burn injuries with hypertrophic scars. Mean ROM LLLT group 6.30 ± 3.46, US group 7.70 ± 2.26; No significant difference between groups before and after intervention (p = 0.063). Mean functional ability LLLT group 10.20 ± 4.93, US group 7.60 ± 1.57; Both showing significant withingroup gains, although intergroup differences remained statistically insignificant (baseline p = 0.436). Conclusion: There is a statistically significant difference in range of motion and functional ability in patients with hand burn injuries with hypertrophic scars between the group given Low-Level Laser Therapy (LLLT) and the group given Ultrasound (US) therapy
Keywords: burn injury, hand burn, range of motion, functional ability, LLLT, US

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Nyoman Ayu Yuniarti Ningsih - Nama Orang
Ferdi Afian - Nama Orang
Fitri Anestherita - Nama Orang
Aditya Wardhana - Nama Orang

No. Panggil
T25476fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.,
Deskripsi Fisik
xvii, 105 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25476fkT25476fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Perbandingan Efektivitas Terapi Low Level Laser dan Ultrasound terhadap Lingkup Gerak Sendi dan Kemampuan Fungsional pada Luka Bakar Tangan dengan Skar Hipertrofik = Comparison of the Effectiveness of Low-Level Laser Therapy and Ultrasound on Range of Motion and Functional Ability in Hand Burn Injuries with Hypertrophic Scars.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.