Tesis
Evaluasi Multisenter Rekonstruksi Mandibula dengan Free Fibular Flap Memakai Panduan Model 3 Dimensi Teknik Mirroring Dibandingkan Teknik Segmenting.
Latar Belakang: Penggunaan VSP pada rekonstruksi Mandibula dengan Free Fibular Flap (FFF) di CCC RSCM telah rutin dilakukan, namun belum ada data mengenai evaluasi luaran klinis dan radiologis. Penelitian ini bertujuan membuat standar prosedur operasional untuk membuat model 3D dengan teknik mirroring dan segmenting dalam membantu proses intraoperatif rekonstruksi mandibula dengan FFF. Metode: Penelitian ini uji klinis acak terkontrol ini membagi 34 pasien tumor mandibula yang direncanakan FFF di RSCM, RS Universitas Indonesia, dan RS Persahabatan pada JanuariDesember 2024. Subjek dibagi menjadi dua kelompok secara acak; 17 pada kelompok 3D teknik segmenting, dan 17 pada kelompok mirroring. Luaran klinis berupa indeks asimetri wajah dari foto klinis dan rontgen kepala, yang dianalisis secara kuantitatif dengan SPSS 27.0. Hasil: Tidak ada perbedaan bermakna antara karakteristik demografi subjek, karakteristik klinis, dan segmentasi fibula pada kedua kelompok (p > 0,05). Uji komparasi titik sefalometri pada rontgen kepala dan foto klinis menunjukkan adanya perbedaan yang tidak bermakna pada kedua kelompok penelitian (p > 0,05). Diskusi: Meskipun teknik segmenting menghasilkan indeks asimetri yang sedikit lebih baik dari teknik mirroring, perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Kelebihan teknik segmenting adalah penggunaannya yang lebih mudah di kamar operasi, tetapi kegunaannya yang kurang fleksibel bila terjadi perubahan luas reseksi tumor. Studi ini menggunakan inhouse 3D printing sehingga proses print lebih cepat dan lebih murah. Limitasi dari studi ini adalah tidak adanya kelompok kontrol, tidak adanya tim insinyur, serta jeda waktu antara CTscan dengan operasi yang lama. Studi ini dapat menjadi landasan bagi studi mengenai penggunaan virtual surgical planning kedepannya. Kesimpulan: Model panduan 3D mirroring dan segmenting menunjukkan hasil serupa. Pemilihan desain harus mempertimbangkan faktor preoperatif guna mengoptimalkan luaran klinis dan radiologis.
Kata kunci: Free fibular flap, 3 Dimensi, 3D, mirroring, segmenting, rekonstruksi mandibula, virtual surgical planning
Background: Virtual surgical planning and 3D printing aid has revolutionized reconstructive surgery in recent years. Mandibular reconstruction with Free Fibular Flap (FFF) at Craniofacial Center of Cipto Mangunkusumo Hospital (CCC RSCM) has been routinely performed with 3D model aid; however, there is currently no available data regarding the evaluation of clinical and radiological outcomes. Objective: Establishing a standard operating procedure for fabricating in-house 3D guiding models using mirroring and segmenting techniques, and to develop an objective outcome evaluation of mandibular reconstruction with FFF. Methods: This randomized controlled clinical trial included 34 patients with mandibular defect who underwent mandibular reconstruction with FFF at Cipto Mangunkusumo hospital, University Indonesia Hospital, and Persahabatan hospital. Subjects were randomly assigned into two groups: aided using 3D segmenting technique, and mirroring technique. Outcomes were evaluated using facial asymmetry indices derived from clinical photograph and skull radiograph, calculated using ImageJ, and quantitatively analyzed using SPSS version 27.0. Result: No significant differences in demographic characteristics, clinical variables, or fibular segmentation between the two groups (p > 0.05). Segmenting group provides a slightly better overall clinical and radiological asymmetry indices but not statistically significant compared to the mirroring group (p > 0.05). Discussion: Advantage of using segmenting technique is easier application surgically, while its limitation occurs if tumor resection margins were altered intraoperatively. The study utilized in-house 3D printing, allowing faster and more cost-effective production of surgical guides. Limitations includes the absence of control group, no engineering team, and a prolonged interval between CT scanning and surgery. This study also does not compare the duration of surgery between the 2 groups. Nonetheless, this research provides a valuable foundation for future studies on the use of virtual surgical planning in Indonesia. Conclusion: 3D models fabricated using mirroring and segmenting techniques yield comparable outcomes. The choice of design should consider preoperative factors in order to optimize clinical and radiological results.
Keywords: Free fibular flap, 3D model, mandibular reconstruction, virtual surgical planning
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Gammaditya Adhibarata Winarno - Nama Orang
Kristaninta Bangun - Nama Orang
Vika Tania - Nama Orang - No. Panggil
-
T25475fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xv, 40 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25475fk | T25475fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi